News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Rumahnya Terancam Digusur, Ibu Ini Justru Bersyukur Anaknya Bisa Kuliah Berkat Bantuan Dedi Mulyadi

Kisah haru Ceu Nining, penjual kopi di gubuk liar yang terancam digusur, namun bersyukur karena anaknya bisa tetap kuliah berkat bantuan Dedi Mulyadi.
Selasa, 14 April 2026 - 05:35 WIB
Dedi Mulyadi bantu biayai kuliah anak penjual kopi
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Kisah mengharukan datang dari seorang ibu penjual kopi bernama Ceu Nining yang bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Di balik ancaman penggusuran tempat tinggalnya, ia justru menyimpan rasa syukur mendalam karena anaknya bisa melanjutkan pendidikan tinggi berkat bantuan Kang Dedi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertemuan antara Ceu Nining dan Dedi Mulyadi terjadi saat sang gubernur melakukan peninjauan di sebuah kawasan yang berdiri bangunan liar di atas tanah milik pemerintah.

Di lokasi tersebut, Ceu Nining menjalankan usaha kecil berupa warung kopi sederhana yang menjadi sumber penghidupan keluarganya.

Ia mengaku, warung tersebut menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi.

Setiap hari, ia melayani para pengunjung lapangan yang datang, termasuk mereka yang menerbangkan merpati.

Dari usaha itu, penghasilannya tidak menentu, namun rata-rata sekitar Rp200 ribu per hari.

“Lumayan juga, Pak. Kalau lagi ada, bisa sekitar Rp200 ribu, itu juga hanya cukup untuk makan saja,” ujarnya.

Meski hidup dalam kondisi serba terbatas, ia memiliki satu harapan besar, yakni menyekolahkan anaknya hingga lulus kuliah.

Namun di sisi lain, ia dihantui kekhawatiran karena tempat tinggal sekaligus sumber penghasilannya terancam digusur.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

“Saya mohon, ya Allah, jangan dulu dibongkar. Saya sedang ada kebutuhan untuk kuliah anak di Unair,” ungkapnya penuh harap.

Di sekitar lokasi tersebut, memang sedang dibangun rumah susun (rusun) sebagai bagian dari penataan kawasan.

Sayangnya, Ceu Nining mengaku tidak mendapatkan jatah hunian karena KTP-nya masih beralamat di Garut, bukan Kota Bandung.

Ketika ditanya lebih jauh, Ceu Nining mengungkapkan bahwa anaknya saat ini kuliah di Universitas Airlangga jurusan robotika dan berhasil mendapatkan beasiswa.

“Alhamdulillah dapat beasiswa, Pak. Sekarang sudah semester enam,” katanya dengan bangga.

Namun meski biaya kuliah ditanggung beasiswa, kebutuhan hidup sehari-hari tetap menjadi tanggung jawabnya sebagai orang tua.

Ia mengandalkan penghasilan dari warung kopi untuk mengirim uang kepada anaknya di Surabaya.

“Kadang kirim Rp1 juta, kadang Rp1,5 juta. Untuk makan sekitar Rp500 ribu, lalu untuk kos Rp800 ribu. Anak saya bilang cukup, apalagi kadang ada tambahan dari usaha online,” jelasnya.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube

Di sisi lain, kondisi ekonomi keluarga semakin sulit karena sang suami tidak memiliki pekerjaan tetap.

Ia sebelumnya bekerja sebagai sopir, namun harus berhenti setelah mengalami kecelakaan.

Dalam perbincangan tersebut, Ceu Nining mengaku sering berdoa agar bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi untuk meminta bantuan.

“Saya sering berdoa, semoga Pak Dedi datang ke sini dan membantu saya. Jangan sampai tempat ini dibongkar dulu,” katanya.

Mendengar kisah tersebut, Dedi Mulyadi langsung menghitung kebutuhan hidup anak Ceu Nining selama satu tahun.

Ia memperkirakan biaya kos mencapai Rp9,6 juta per tahun, ditambah kebutuhan makan sekitar Rp6 juta, sehingga total mencapai Rp15,6 juta.

“Kalau tempat ini dibongkar, Ibu kehilangan penghasilan. Bisa-bisa anaknya putus kuliah,” ujar Dedi Mulyadi.

Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi pun memberikan solusi nyata. Ia menawarkan bantuan secara menyeluruh, mulai dari pengurusan administrasi hingga kebutuhan ekonomi keluarga.

“Kalau nanti dibongkar, yang penting Ibu tetap punya tempat tinggal. KTP Ibu akan saya bantu pindah ke Kota Bandung agar bisa mendapatkan rusun,” jelasnya.

Tak hanya itu, Dedi juga memastikan keberlangsungan pendidikan anak Ceu Nining.

“Biaya kos anak selama satu tahun saya tanggung. Nanti saya transfer langsung,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan hidup anak tersebut akan dibantu secara berkala hingga lulus kuliah.

“Bekal anak ibu selama setahun akan saya kirim. Bahkan sampai tamat kuliah akan dibantu,” lanjutnya.

Mendengar hal tersebut, Ceu Nining tak kuasa menahan air mata. Ia mengaku seperti bermimpi mendapatkan bantuan sebesar itu.

Tak berhenti di situ, Dedi Mulyadi juga memberikan solusi untuk suami Ceu Nining. Ia menawarkan pekerjaan di lingkungan provinsi sebagai petugas kebersihan.

“Suaminya mulai besok kerja, bagian kebersihan. Nanti nyapu, bisa bawa truk. Gajinya Rp4,2 juta per bulan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan bantuan tersebut, Ceu Nining kini memiliki harapan baru.

Ia tak lagi terlalu khawatir soal masa depan anaknya, meski tempat tinggalnya terancam digusur. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Geledah Rumah Bupati Tulungagung, KPK Temukan Surat Untuk Peras OPD

Geledah Rumah Bupati Tulungagung, KPK Temukan Surat Untuk Peras OPD

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terhadap rumah dinas dan rumah pribadi Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (GSW).
SEVP Agrinas Perkuat Sinergi BUMN dan Petani Sawit di Kampar 

SEVP Agrinas Perkuat Sinergi BUMN dan Petani Sawit di Kampar 

Senior Executive Vice President (SEVP) KSO Brigjen TNI (Purn.) Binarko Sugihantyo melakukan kunjungan ke lokasi kerja sama operasional (KSO) Koptan Kampar Jaya untuk memperkuat sinergi antara BUMN dan petani sawit rakyat.
Kejati: Mantan Kepala BPN Terima Uang Gratifikasi Capai Miliaran

Kejati: Mantan Kepala BPN Terima Uang Gratifikasi Capai Miliaran

Pejabat Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat mengungkap bahwa Subhan, mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbawa menerima uang gratifikasi dengan nominal mencapai miliaran rupiah.
Final Four Proliga 2026: Babak Belur Dihajar LavAni Tiga Set Langsung, Sigit Ari Widodo Akui Materi Pemain Samator...

Final Four Proliga 2026: Babak Belur Dihajar LavAni Tiga Set Langsung, Sigit Ari Widodo Akui Materi Pemain Samator...

Surabaya Samator dipastikan gagal melaju ke babak grand final musim ini setelah mereka menelan kekalahan kelimanya di final four Proliga 2026.
Harga Minyakita Naik, Mendag Tegaskan Tidak Ada Kelangkaan Stok

Harga Minyakita Naik, Mendag Tegaskan Tidak Ada Kelangkaan Stok

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa saat ini memang ada kenaikan harga Minyakita buntut dari harga plastik yang naik.
Sempat Gagal Konferensi Pers di Sumenep, Hari Ini Kapolda Jatim Rilis Temuan 22 Kilogram Kokain

Sempat Gagal Konferensi Pers di Sumenep, Hari Ini Kapolda Jatim Rilis Temuan 22 Kilogram Kokain

Polda Jawa Timur mengusut temuan barang mencurigakan yang diduga narkotika dengan berat total 27,83 kilogram di pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan, Sumenep.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026 pada 16 April, di mana Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia hari ini berpeluang menikung Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro untuk lolos ke babak grand final.
Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengharapkan Iran tetap mengikuti Piala Dunia 2026. Isu pencoretan Iran memunculkan potensi playoff darurat yang bisa diikuti oleh Timnas Indonesia hingga Italia.
Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku tetap terbuka menerima tawaran melatih, termasuk dari klub Liga Indonesia, setelah dua kali dipecat.
Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Menilik hitung-hitungan tim voli putri Jakarta Electric PLN lolos ke babak grand final Proliga 2026. Ersandrina Devega dkk masih punya asa, namun peluangnya kecil.
Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Meski tak diramaikan oleh Megawati Hangestri hingga Kim Yeon-koung, namun nyatanya ajang Liga Voli Korea 2025-2026 telah mencatatkan rekor jumlah penonton.
16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

Kampus menyebut kebijakan tersebut murni langkah administratif agar proses pemeriksaan berjalan maksimal.
Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kondisi perekonomian masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Pacitan semakin dirasakan sulit. Setelah lebih dari sepekan, BBM jenis Pertalite mengalami kelangkaan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT