News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rieke Diah Pitaloka Dijodoh-jodohkan Warga Jabar dengan Dedi Mulyadi, Tak Disangka Begini Jawaban Oneng

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka (Oneng) dijodohkan warga Jabar setelah sesumbar berbagi video dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Jumat, 17 April 2026 - 22:00 WIB
Rieke Diah Pitaloka & Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Kolase Istimewa & YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Bandung, tvOnenews.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka mencuri perhatian. Oneng sapaan akrabnya, membagikan pertemuan dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Pertemuan Rieke Diah Pitaloka dan Dedi Mulyadi terjadi setelah forum Musrenbang Jawa Barat dalam rangka penyusunan rencana kerja Pemerintah Provinsi tahun 2027 di Gedung Pakuan Bandung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rieke mulanya menemui Dedi Mulyadi di luar Gedung Pakuan Bandung. Tujuannya membicarakan Rancangan Undang-Undang tentang Satu Data Indonesia (RUU SDI).

Kehadiran Rieke dalam Musrenbang Jawa Barat menyuarakan RUU Satu Data Indonesia. Tujuan adanya RUU SDI sebagai fondasi bagi sistem data nasional yang terintegrasi, akurat, dan berdaulat.

"Nyi Iroh sudah sama Haji Udin, gimana? Siap?," tanya Rieke dilansir tvOnenews.com dari unggahan video dalam Instagram pribadinya, Jumat (17/4/2026).

Rieke Diah Pitaloka Ajak Dedi Mulyadi Bicara RUU Satu Data Indonesia

Dedi Mulyadi & Rieke Diah Pitaloka
Dedi Mulyadi & Rieke Diah Pitaloka
Sumber :
  • Instagram/@riekediahp

Dalam momen itu, KDM sapaan akrabnya, justru langsung memuji RUU SDI. Menurutnya, langkah ini sangat tepat untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan berbasis data yang presisi.

"Pokoknya mah sistem data nasional tuh sangat bagus," kata Dedi Mulyadi.

Belakangan ini, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyepakati RUU SDI. Rancangan tersebut menjadi prioritas utama dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026.

Baleg DPR RI menegaskan penyelenggaran Satu Data Indonesia harus terpusat, terencana, dan terintegrasi. Hal ini melalui penetapan standar data, metadata, serta kode referensi.

Nantinya, data dari hasil Satu Data Indonesia diharapkan sebagai rujukan utama, terkhusus dalam mendukung perencanaan pembangunan nasional.

Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jabar tentu mendukung RUU tersebut. Hanya saja, ia menyampaikan dua pesan agar sebagai kehati-hatian pada data.

"Pertama, hati-hati dalam mendata jangan sampai salah dalam menginput data. Yang kedua, hati-hati menjaga data jangan sampai datanya lari ke orang lain," jelas KDM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rieke berharap RUU SDI dapat melibatkan pihak desa. Penyelenggaraan ini dinilai sebagai fondasi utama mencerminkan kondisi riil masyarakat khususnya di desa.

"Jadi, datanya berbasis desa, kelurahan, orang desa dilibatkan," kata Oneng.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT