News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dampaknya Tak Main-main, Habib Usman Ingatkan Penyebar Hoaks Bisa Kena Hukuman Dunia dan Akhirat

​​​​​​​Habib Usman ingatkan bahaya hoaks di media sosial. Penyebar hoaks bisa kena hukuman dunia dan akhirat, bahkan terancam pidana jika merugikan orang lain.
Selasa, 21 April 2026 - 23:21 WIB
Habib Usman bin Yahya
Sumber :
  • YouTube The Sungkars

tvOnenews.com - Fenomena hoaks yang semakin liar di media sosial kini tak lagi bisa dianggap sepele. Sekali klik dan satu kali “share”, dampaknya bisa berantai dan menghancurkan banyak pihak. Inilah yang membuat Habib Usman angkat suara dan memberi peringatan tegas.

Dalam pandangan Islam, Habib Usman menekankan bahwa menyebarkan informasi palsu bukan sekadar kesalahan biasa, tetapi bisa berujung dosa hingga konsekuensi hukum di dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nah, hati-hatilah. Janganlah jari kita ini nanti akan diperhitungkan di dalam akhiratnya Allah Subhanahu wa ta'ala. Benarnya aja ghibah, salahnya fitnah. Apalagi kalian menyebarkan berita hoaks sehingga menimbulkan gaduh atau menimbulkan masalah di kemudian-kemudian hari dan apalagi sampai berurusan sama kepolisian,” ujar Habib Usman dalam tayangan YouTube Insertlive (21/4/2026).

habib usman
Habib Usman bin Yahya. (Sumber: YouTube The Sungkars)

Ia juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam bermedia sosial karena dampaknya tidak main-main.

“Jadi harus hati-hati, berbijaklah di dalam bermedia sosial karena dampaknya fatal. Dampaknya fatal. Ada yang namanya hablum minannas, hubungan kita kepada manusia,” lanjutnya.

Menurut Habib Usman, setiap unggahan yang tidak benar, baik berupa hoaks, ghibah, maupun fitnah, akan memiliki konsekuensi serius, bahkan bisa berbalik kepada pelakunya.

“Jadi ketika kalian posting atau kalian buat status atau kalian masukin di reels ternyata itu adalah beritanya enggak benar atau itu beritanya hoaks atau beritanya ghibah atau bahkan sampai fitnah, kalian akan mendapatkan hukuman dari Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam dunia ini,” tegasnya.

“Kan setiap perbuatan baik akan dibalas kebaikan. Perbuatan buruk akan dibalas keburukan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Habib Usman menyoroti kebiasaan sebagian orang yang mudah tergoda untuk menyebarkan informasi hanya karena ingin viral atau menarik perhatian.

“Jadi gini, poin terpenting adalah kita tuh harus hati-hati. Jangan sampai ada satu berita masuk di kita terus, ‘Wah, ini beritanya menarik nih, langsung disebarin aja.’ Jangan, jangan, jangan cari yang menarik, jangan cari yang viral-viral,” katanya.

“Jangan cari yang misalkan seleb siapa atau siapa biar lebih buatin engagement atau buat algoritma yang bagus dan lain sebagainya. Jangan. Kalian ingat, takutlah sama Allah, jangan berbuat dosa. Berbuat baiklah sama manusia yang lain,” lanjutnya.

Tak hanya soal dosa, Habib Usman juga mengingatkan bahwa tindakan manipulasi konten di era digital bisa berujung pidana, terutama jika menyangkut perubahan suara atau wajah seseorang.

“Nah, paling bahaya lagi adalah kalian harus berhati-hatilah di dalam kalian jago IT misalkan, terus kalian merubah suara orang atau kalian merubah wajah orang itu bisa pidana. Itu ada unsur pidananya di Undang-Undang IT yang baru. Dan jangan sampai kalian dilaporkan sama orang yang kalian buat suaranya berubah atau mukanya berubah atau tampilannya berubah. Jangan,” ujarnya.

Ia pun berharap ada peran aktif dari pemerintah dan aparat untuk menekan penyebaran hoaks yang semakin masif.

“Bermedia sosial harus pintar, hati-hati. Dan juga saya minta kepada Komdigi untuk menindaklanjuti hal-hal yang seperti itu dan bisa meng-cover karena banyak berita hoaks yang terjadi, dan juga Kepolisian Republik Indonesia untuk bisa memantau perkembangan IT zaman sekarang,” katanya.

Meski sering memberikan peringatan, Habib Usman mengaku dirinya belum pernah mengalami langsung dampak buruk dari hoaks.

“Enggak ada. Alhamdulillah enggak ada. Alhamdulillah enggak ada. Terima kasih,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa di era digital, setiap jari yang mengetik dan membagikan informasi memiliki tanggung jawab besar. Bukan hanya soal benar atau salah, tetapi juga soal dampak yang bisa dirasakan di dunia hingga akhirat.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Skandal mesum yang melibatkan oknum Kepala Sekolah dan seorang Guru Sekolah Dasar (SD) di Desa Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, akhirnya berbuntut ...
Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Kabar Haji Isam mengakuisisi saham BBCA beredar santer beredar. Pihak BCA angkat bicara dan menjelaskan struktur kepemilikan serta perubahan pengendali terakhir.
Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun 2026

Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun 2026

Direktorat Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan, Direktorat Jenderal Imigrasi, menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun
Bukan Sekadar Tawuran, Ketua Geng Motor Makassar Diduga Terlibat Penculikan dan Penganiayaan Sadis

Bukan Sekadar Tawuran, Ketua Geng Motor Makassar Diduga Terlibat Penculikan dan Penganiayaan Sadis

Ketua geng motor Waser, Al Kaisar (19), ditangkap polisi di Makassar. Ia diduga terlibat penculikan dan penganiayaan korban yang ditebas parang hingga dipanah.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Viral Nyala Biru Keunguan Muncul di Gunung Papandayan Garut, Ini Penjelasan Badan Geologi

Viral Nyala Biru Keunguan Muncul di Gunung Papandayan Garut, Ini Penjelasan Badan Geologi

Sehari berikutnya, pada 24 September 2026, nyala yang terlihat dilaporkan lebih sedikit dan cenderung terkonsentrasi. Warna nyala juga tampak biru keputihan.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT