News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Hadapan Dedi Mulyadi, Guru SMAN 1 Purwakarta Ungkap Sikap Tak Terduga dari Orang Tua 9 Siswa yang Bully Gurunya

Kepada Dedi Mulyadi, Guru SMAN 1 Purwakarta mengungkapkan sikap dari orang tua 9 siswa yang viral gara-gara mem-bully gurunya sendiri. Bagamana sikap mereka?
Rabu, 22 April 2026 - 14:10 WIB
Dedi Mulyadi di SMAN 1 Purwakarta
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), datang langsung ke SMAN 1 Purwakarta untuk meninjau pelaksanaan sanksi terhadap 9 siswa yang viral karena berani menghina gurunya.

Kesembilan murid SMAN 1 Purwakarta tersebut mendapatkan sanksi sebagai bentuk pembinaan terhadap apa yang telah mereka lakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Dedi Mulyadi turut menyoroti kasus viral yang seharusnya tidak terjadi di lingkungan pendidikan.

Dedi Mulyadi juga menyarankan beberapa sanksi yang diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi siswa tersebut sehingga tidak mengulangi kesalahan serupa.

Sesampainya di SMAN 1 Purwakarta, Dedi Mulyadi langsung meninjau pelaksanaan sanksi terhadap kesembilan siswa tersebut.

Menurut keterangan guru di SMAN 1 Purwakarta, 9 siswa tersebut sudah menjalani sanksi sejak hari Senin.

Untuk sanksi yang diberikan berupa penugasan untuk kegiatan sosial dan juga pembelajaran secara mandiri.

Adapun kegiatan sosial berupa aksi bersih-bersih lingkungan dan juga penyambutan siswa di depan sekolah setiap pagi.

Pembinaan secara religi juga dilakukan dengan mengaji bersama untuk siswa yang muslim, sementara yang nonmuslim membawa Al Kitab. 

"Dari pagi mereka datang bersih-bersih dulu, setelah bersih-bersih mereka lalu ngaji untuk yang pertama bareng temen-temennya, setelah ngaji bareng temen-temennya mereka bertadarus, tadarus satu hari satu juz," ungkap guru SMAN 1 Purwakarta, seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi kemudian mengonfirmasi apakah ada keluhan dari orang tua terkait sanksi yang diterapkan.

"Tapi intinya orang tuanya tidak komplain?" tanya Dedi Mulyadi.

Ternyata, orang tua 9 siswa tersebut tidak protes dan justru menerima sanksi yang diberikan.

Begitu pula dengan 9 siswa itu sendiri yang juga bersedia menjalani sanksi atas kesalahan yang mereka lakukan.

"Sama sekali tidak Pak, menerima," ungkap guru SMAN 1 Purwakarta.

Tentunya ini kabar baik bagi Dedi Mulyadi karena sanksi yang diterapkan bisa berguna untuk membina siswa tersebut.

"Bahkan merasa menyesali dan mereka mengikuti aturan, bersedia bersih-bersih," ujar Dedi Mulyadi.

Bahkan menurut guru SMAN 1 Purwakarta, 9 siswa tersebut justru sangat bersyukur terhadap sanksi yang diberikan.

"Sangat bersyukur dengan aturan yang ada di sini," ungkap guru SMAN 1 Purwakarta.

Dedi Mulyadi kembali mengonfirmasi apakah sanksi yang diterapkan membuat 9 siswa tadi merasa senang atau tidak.

"Jadi kalau saya menyampaikan hukumannya bersih-bersih deh, senang?" tanya Dedi Mulyadi.

Ternyata, justru sangat bersyukur atas sanksi yang dianjurkan oleh Dedi Mulyadi tersebut.

"Sangat bersyukur sekali Pak, mereka senang sekali karena buat kebiasaan mereka juga," ungkap guru SMAN 1 Purwakarta.

Dedi Mulyadi pun menyambut baik respon dari 9 siswa tadi terhadap sanksi yang diberikan.

"Oke, hukumannya bersihin toilet deh, mereka enggak ada problem?" ujar Dedi Mulyadi.

"Enggak ada Pak, enggak ada problem, sudah disampaikan," jawab guru SMAN 1 Purwakarta.

Dedi Mulyadi memastikan bahwa sanksi ini bertujuan untuk membina sikap para siswa agar bisa berubah jadi lebih baik dan bukan justru membuat mereka tertekan.

"Mereka dalam keadaan happy, tidak ada dalam keadaan tertekan," kata Dedi Mulyadi.

"Tugas kita untuk mengajar dari yang tidak baik menjadi baik, memang fungsi pendidikan tuh merubah, jadi kalau di tempat pendidikan ada sesuatu yang berbeda, ya tugas kita untuk segera memperbaiki," lanjutnya.

Kemudian Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa 9 siswa tadi akan dikirim ke barak militer di bulan Juni nanti.

"Dan nanti mereka bulan Juni ikut program barak militer, nanti bareng para Ketua OSIS yang sekarang, kita berangkatkan," ungkap Dedi Mulyadi.

Di sisi lain, sosok guru yang sebelumnya di-bully sudah menyatakan bahwa dirinya telah memaafkan perilaku siswanya tersebut.

Walau begitu, sanksi tetap harus dijalankan agar menjadi pembelajaran ke depannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(far)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT