Ditemui Dedi Mulyadi, Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta Ceritakan Kronologi Diolok-olok oleh 9 Siswa: Kenapa Begini?
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Di momen itu, Bu Atun sendiri tidak menyadari dirinya telah difoto dan direkam oleh seorang siswa. Posisinya juga kebetulan dari belakang.
"Oh, jadi ibu sendiri tidak menyadari?," tanya Dedi Mulyadi.
"Tidak tahu, Pak. Ya Allah," tegas Bu Atun.
Guru bernama Syamsiah itu menegaskan, dirinya sendiri baru mengetahui video tersebut telah viral di media sosial. Ia mendapatkan kabar sudah diolok-olok siswa dari para alumni sekolah.
"Saya dapat info juga dari ribuan alumni WA saya," ucapnya.
Ia berpendapat video tersebut membuat sejumlah siswa khawatir. Pasalnya, rekaman mengolok-olok guru viral sehingga menuai kecaman di ruang publik.
"Setelah ada info itu, bahkan siswa itu sendiri menginformasikan kepada saya, 'Ibu minta maaf, saya yang melakukan ini'," terangnya.
Bu Atun justru terkejut setelah melihat video tersebut. Dalam rekamnnya, terdapat sejumlah siswa melecehkan dirinya.
Dari sinilah, Bu Atun tidak percaya anak didiknya melakukan hal ini. Ia justru menganggap bahwa peristiwa itu terjadi di luar dugaannya.
"Saya langsung aja mendoakan karena ini salah melangkah ini anak, ini kenapa begini?," katanya.
Sementara, KDM mendukung adanya video viral tersebut. Menurut Gubernur Jabar itu, rekaman yang merebak di media sosial sebagai tamparan untuk sembilan siswa kelas XI IPS tersebut.
"Kalau nggak ada video, itu anak-anak juga sama ibu bapaknya suka begitu di belakang," ucapnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini juga mengaku dirinya mendapatkan video sembilan siswa mengejek Bu Atun seusai viral di media sosial. Hal ini yang menggerakkan dirinya merespons cepat.
Di momen inilah, Dedi Mulyadi memberikan saran kepada sekolah. Ia justru tidak mendukung pihak sekolah hanya menghukum sembilan siswa berupa skorsing.
Dedi Mulyadi menyarankan agar mereka membersihkan lingkungan sekolah. Pihak SMAN 1 Purwakarta pun menjalankan saran ini, mulai dari membersihkan toilet, menyapu, dan sebagainya selama tiga bulan ke depan.
Dalam kunjungannya ke SMAN 1 Purwakarta, KDM juga melihat mereka menjalani proses refleksi diri. Siswa kelas XI IPS itu melakukan kegiataan keagamaan.
Load more