News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap! Pengasuh Daycare Little Aresha Diduga Ambil Jatah Makan Anak hingga Korban Dibiarkan Kelaparan

Fakta mengejutkan terungkap dari kasus Daycare Little Aresha di Yogyakarta. Anak diduga kelaparan karena jatah makanan dari orang tua dimakan pengasuh.
Minggu, 26 April 2026 - 19:54 WIB
Awal Mula Kasus Little Aresha di Yogyakarta Terungkap, Sebanyak 53 Anak Diduga Alami Kekerasan Fisik
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan dan kelalaian di daycare Little Aresha yang berlokasi di Umbulharjo terus menjadi sorotan publik.

Setelah sebelumnya muncul laporan terkait kondisi kesehatan anak yang menurun, kini terungkap fakta baru yang semakin membuat masyarakat geram, yakni dugaan bahwa pengasuh mengambil jatah makanan anak hingga korban mengalami kelaparan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa ini mencuat setelah seorang mantan karyawan daycare tersebut berani melapor ke pihak kepolisian.

Ia mengaku tidak tahan melihat perlakuan yang dinilai tidak manusiawi terhadap anak-anak yang dititipkan.

Proses pengunduran dirinya pun disebut tidak berjalan mulus karena ijazahnya sempat ditahan oleh pihak daycare, hingga akhirnya kasus ini dilaporkan dan mulai ditindaklanjuti.

Salah satu orang tua korban, Choirunisa, mengungkapkan pengalaman pahit yang dialami anaknya sejak dititipkan di daycare tersebut pada awal April 2026.

Ia menyebut, dalam waktu singkat, kondisi anaknya berubah drastis baik secara fisik maupun perilaku.

“Kalau untuk penitipan anaknya itu baru bulan ini, sekitar tanggal 2 atau 3 April,” ujarnya.

Dalam satu hingga dua minggu pertama, ia sudah melihat adanya luka pada tubuh anaknya.

Penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha Yogyakarta
Penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha Yogyakarta
Sumber :
  • Threads/tittaa555

Tak hanya itu, anaknya juga mengalami pilek berkepanjangan, batuk hebat hingga muntah, serta penurunan berat badan dari hampir 9 kilogram menjadi sekitar 8 kilogram.

Namun yang paling mengejutkan adalah dugaan bahwa anaknya tidak mendapatkan asupan makanan yang layak selama berada di daycare tersebut.

Choirunisa mengaku selalu membekali anaknya dengan berbagai makanan ringan sebelum berangkat.

“Saya selalu bawakan snack, jajanan pasar. Tapi setiap pulang itu selalu habis, dan dia lihat langsung yang makan itu miss-nya,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi anaknya setiap pulang dari daycare selalu dalam keadaan lapar, bahkan kerap menangis dan menunjukkan tanda-tanda ketakutan.

Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa anak tidak mendapatkan haknya secara layak, termasuk dalam hal konsumsi makanan.

Lebih lanjut, Choirunisa juga mengungkap dampak psikologis yang mulai terlihat pada anaknya.

Sang anak disebut mengalami perubahan perilaku yang cukup signifikan, seperti rasa takut berlebihan hingga kesulitan tidur.

“Setiap pulang dia selalu kelaparan, nangis, ketakutan. Bahkan tadi malam dia tidur enggak mau di kasur tanpa ada bantal,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya menyangkut kesehatan fisik, tetapi juga perkembangan mental dan emosional anak.

Dalam usia dini, pengalaman buruk seperti ini dapat meninggalkan trauma yang berpotensi berdampak jangka panjang.

Kasus daycare Little Aresha ini semakin meluas setelah diketahui bahwa sebanyak 53 anak diduga menjadi korban penganiayaan dan kelalaian oleh pengurus serta pengasuh.

Jumlah ini tentu menambah kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan tempat penitipan anak, khususnya di wilayah Yogyakarta.

Selain dugaan pengambilan jatah makanan, berbagai laporan lain juga mengindikasikan adanya pola perlakuan yang tidak layak terhadap anak-anak.

Hal ini memicu desakan dari masyarakat agar pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam memilih daycare.

Tidak hanya fasilitas dan lokasi, tetapi juga kredibilitas, pengawasan, serta rekam jejak pengelola harus menjadi pertimbangan utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dari pemerintah terhadap lembaga penitipan anak.

Standar operasional, izin resmi, serta sistem pengawasan yang ketat menjadi hal yang tidak bisa diabaikan demi memastikan keselamatan dan kesejahteraan anak-anak. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

1 Permintaan Terakhir Fajar Sahrudin yang Tak Terkabulkan usai Diduga Mengakhiri Hidupnya Sendiri di GBK

1 Permintaan Terakhir Fajar Sahrudin yang Tak Terkabulkan usai Diduga Mengakhiri Hidupnya Sendiri di GBK

Di balik perencanaan matang yang ia abadikan, ternyata terdapat satu permintaan terakhir Fajar Sahrudin yang tak terkabulkan hingga jenazahnya resmi dimakamkan.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 12 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 12 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Sabtu, 12 September 2026, membawa energi yang sangat dinamis untuk urusan hati. Beberapa zodiak diprediksi
Pesantren Baitul Arqom Garap Pertanian, Bidik Kemandirian Pangan untuk Dukung Asta Cita Prabowo

Pesantren Baitul Arqom Garap Pertanian, Bidik Kemandirian Pangan untuk Dukung Asta Cita Prabowo

Pondok Pesantren Baitul Arqom di Balung, Jember, Jawa Timur, mulai memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan unit usaha mandiri sebagai bagian dari upaya
Ko Hee-jin Sampai Kena Mental? Media Korea Buka-bukaan Penyebab Sebenarnya Pelatih Red Sparks Itu Mundur

Ko Hee-jin Sampai Kena Mental? Media Korea Buka-bukaan Penyebab Sebenarnya Pelatih Red Sparks Itu Mundur

Red Sparks secara resmi telah mengumumkan jika Ko Hee-jin memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi pelatih jelang Liga Voli Korea 2026/2027.
Kapolri Apresiasi Buruh dan Pengusaha Duduk Bersama Bahas RUU Ciptaker

Kapolri Apresiasi Buruh dan Pengusaha Duduk Bersama Bahas RUU Ciptaker

Kapolri mengapresiasi langkah serikat buruh dan asosiasi pengusaha yang mulai duduk bersama membahas RUU Cipta Kerja. Menurutnya, dialog sejak awal menjadi cara terbaik untuk mencari titik temu di tengah berbagai kepentingan buruh dan dunia usaha.
Gubernur Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur

Gubernur Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur

Gubernur Khofifah beri Kuliah Umum pada acara Stadium Generale Mahasiswa/Mahasantri Baru Penerima Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026

Trending

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Kolaborasi Polsek Bantan bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika membuahkan hasil. Sebanyak 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polsek Bantan, Rabu(9/9/2026).
Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Tepat pada Kamis, 10 September 2026 seharusnya menjadi hari ulang tahun Fajar Sahrudin yang ke-31 tahun. Unggahan terbaru FS muncul dan mengundang perhatian
AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

Upaya diplomatik untuk mendesak sekutu-sekutu NATO agar membantu membubarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendiriannya, sedang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Soal Jasad Fajar Sahrudin di GBK, Pengelola: Kita Kumpulkan Bukti Termasuk CCTV

Soal Jasad Fajar Sahrudin di GBK, Pengelola: Kita Kumpulkan Bukti Termasuk CCTV

Kematian Fajar Sahrudin di area Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, masih menjadi perhatian. Pengelola GBK kini mengumpulkan bukti dan rekaman CCTV.
Doan Van Hau Bikin Ulah Lagi, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Buat Pelanggaran Keras dan Rugikan Vietnam Jelang FIFA ASEAN Cup

Doan Van Hau Bikin Ulah Lagi, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Buat Pelanggaran Keras dan Rugikan Vietnam Jelang FIFA ASEAN Cup

Doan Van Hau kembali menjadi sorotan setelah melakukan pelanggaran keras di V.League 26/27. Bek Vietnam itu menerima kartu merah usai bikin lawan cedera parah.
Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan penyidik masih mengusut kasus tersebut dan melakukan pencarian terhadap keempat pelaku.
Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT