Siapa Pemilik Green SM? Taksi Listrik yang Terseret Tragedi Maut Kereta Api di Bekasi Timur
- Instagram @id.greensm
tvOnenews.com - Insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada akhir April 2026 membuat satu nama mendadak ramai dibicarakan: Green SM.
Taksi berwarna hijau kebiruan ini menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam rangkaian awal kecelakaan yang menewaskan dan melukai puluhan orang.
Berdasarkan kronologi awal, sebuah unit taksi Green SM berada di perlintasan rel dekat Bulak Kapal. Kendaraan tersebut kemudian tertemper KRL yang melintas, sehingga membuat rangkaian commuter line berhenti.
Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari belakang tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak KRL di area stasiun.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik sebelum tabrakan terjadi, termasuk posisi kendaraan di tengah rel.
Peristiwa ini pun langsung memicu pertanyaan publik, tidak hanya soal penyebab kecelakaan, tetapi juga tentang siapa sebenarnya pemilik Green SM.
Siapa Sosok di Balik Green SM?
Green SM merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan transportasi berbasis kendaraan listrik asal Vietnam.
Di balik perusahaan ini berdiri sosok miliarder ternama, Phạm Nhật Vượng.
Ia adalah pendiri sekaligus pimpinan Vingroup, grup bisnis terbesar di Vietnam yang memiliki berbagai lini usaha mulai dari properti, teknologi, kesehatan, hingga otomotif melalui brand mobil listrik VinFast.
Green SM sendiri diluncurkan pada 6 Maret 2023 sebagai bagian dari ekspansi Vingroup di sektor transportasi ramah lingkungan.
Perusahaan ini fokus pada layanan taksi listrik, pemesanan kendaraan, serta penyewaan mobil dan sepeda motor listrik berbasis energi bersih.
Pada awal pendiriannya, Phạm Nhật Vượng disebut menyuntikkan sebagian besar modal perusahaan, menjadikannya pemegang kendali utama dalam pengembangan bisnis ini.
Kesuksesan Vingroup dan Green SM tidak lepas dari perjalanan panjang sang pendiri. Bersama istrinya, Phạm Thu Hương, Vuong memulai bisnis dari nol di Ukraina pada awal 1990-an.
Mereka merintis usaha restoran sebelum akhirnya sukses besar melalui produk mi instan “Mivina”.
Dari situlah modal bisnis berkembang hingga membangun kerajaan Vingroup seperti saat ini.
Load more