Sherly Tjoanda Protes Porsi Makanan di Sekolah Rakyat Cuma Sedikit, Gubernur Malut: Tidak Cukup, Mereka Makan Banyak
- YouTube/GubSherly (dikolase menggunakan Gemini)
tvOnenews.com -Â Ada momen menarik dan menyentuh saat Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat (SR) Akekolano.
Di tengah agenda pemantauan fasilitas, Sherly mendapati keluhan jujur dari para siswa mengenai porsi makanan harian mereka yang dirasa kurang mencukupi kebutuhan energi para remaja tersebut.
Dalam sesi dialog yang berlangsung hangat, Sherly bertanya langsung kepada para siswa apakah makanan yang disediakan sekolah sudah cukup.
Meskipun para siswi menjawab cukup, sorot mata dan senyuman malu-malu dari para siswa memberikan jawaban berbeda.
- YouTube/GubSherly
"Makanannya cukup tidak? Betul cukup? Kok senyumnya kayak kurang itu ikannya ya?" tanya Sherly, dikutip dari YouTube GubSherly pada Kamis (7/5/2026).
"Kurang!" ujar salah satu siswa yang duduk paling depan.
"Ah, masih kurang ya? Lapar ya? Ikannya kurang pak kepala sekolah, ini lagi masa pertumbuhan. Nasi kurang, ikan kurang."
"Yang cowok-cowok kurang. Saya membantu menyuarakan hati," kata Sherly.
Â
Mendengar aspirasi tersebut, Sherly Tjoanda tidak tinggal diam. Setelah selesai memberikan pidatonya, wanita kelahiran tahun 1982 tersebut segera beranjak untuk mengecek langsung isi makanan yang disiapkan oleh pihak penyedia jasa katering.
Dalam sebuah wadah ompreng, Sherly meneliti komposisi menu yang terdiri dari nasi, satu ekor ikan, tumis sayur, tempe, dan sepotong semangka.
Secara detail, Sherly menyoroti bahwa porsi nasi dan lauk, khususnya untuk siswa laki-laki yang sedang aktif-aktifnya. Ia merasa bahwa porsi makanannya sudah sesuai standar, tapi porsinya masih di bawah kebutuhan mereka.
"Emang standarnya gini, tapi anak cowoknya kurang (porsinya)."
"Iya, nasinya sampai di sini (tambah porsinya), lalu ikan satu ekor, kan anak cowoknya ndak sampai 25 juga," ujar Sherly.
"Ini (nasi) kasih sedikit lagi ... Karena mereka ini sedang dalam usia makan, berbeda dengan kita," kata Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe, yang ikut mendampingi Sherly.
- YouTube/GubSherly
"Bayangkan, bapak ketika usia mereka mana cukup, biasanya nasi sampai tumpah-tumpah. Dan mereka makan di rumah mereka lebih banyak daripada ini," sambung Sherly diakhiri dengan sedikit tawa.
Tidak hanya meninjau fasilitas hingga makanan yang tersedia di sekolah rakyat tersebut, Sherly juga berbincang-bincang dengan para siswa dan siswi.
Ia bahkan melakukan tes matematika kecil-kecilan dengan menanyakan jumlah perkalian kepada sejumlah murid.
Meski ada yang menjawab benar, tapi ada juga yang kebingungan karena tak hafal perkalian. Sherly pun memberi nasihat kepada para siswa untuk menghafal perkalian di luar kepala, agar bisa mengerjakan soal-soal matematika saat ujian.
"Pada akhirnya ketika kalian mau masuk di universitas bagus mana pun se-Indonesia itu dibutuhkan matematika yang bagus."
- YouTube/GubSherly
"Matematika yang bagus itu harus dimulai dengan menghafal perkalian dengan benar. Kalau tidak dihafal, tidak sering (dipelajari), bagaimana kalian mau menyelesaikan soal dengan waktu yang dibatasi."
"Anak sekolah rakyat itu akan diberikan beasiswa, tetapi keinginan saja tidak cukup dan sekolah bagus, guru bagus diberikan pun tidak cukup, fasilitas bagus diberikan pun tidak cukup, kalau dari kalian sendiri tidak ada disiplin."
"Waktu kalian yang begitu banyak dipakai untuk menghafal minimal perkalian itu ada di luar kepala."
"Dikasih gratis kuliah nanti, tapi harus lulus tesnya. Untuk lulus tesnya salah satunya adalah tes matematika. Untuk bisa tes matematika minimal kalian hafal itu perkalian," tegas Sherly menasihati. (ism)
Load more