News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bakal Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil: Ini Bukan Modernisasi

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos berkomitmen Pemprov Malut akan melakukan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat adat Suku Togutil.
Jumat, 8 Mei 2026 - 02:18 WIB
Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos menyapa masyarakat adat Suku Togutil
Sumber :
  • Instagram/@s_tjo

Tidore, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menyapa masyarakat Suku Togutil. Momen ini terjadi saat berkunjung ke Desa Koli, Oba, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (6/5/2026).

Kedatangan Sherly Tjoanda untuk menjalani kegiatan penyerahan bantuan sosial. Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut juga melihat langsung kondisi terkini kehidupan masyarakat adat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di momen ini, Sherly Tjoanda berdialog dengan warga dari Suku Togutil. Percakapan itu menyinggung tentang kondisi keluarga, pola hidup sehari-hari hingga kebutuhan dasar.

Sherly Tjoanda melihat masih banyak warga tinggal di hunian sederhana. Hal ini membawa Pemprov Malut komitmen berencana menyiapkan program pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat Suku Togutil.

"Nanti kalau sudah di pemukiman diberikan bantuan beras bulanan," ujar Sherly Tjoanda saat berdialog dengan warga diabadikan melalui media sosial pribadinya dikutip, Jumat (8/5/2026).

Alasan Sherly Tjoanda Buat Program Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil

Sherly melihat kesederhanaan dari warga. Tak sedikit mereka menggunakan hasil buruan. Selain itu, mereka juga mengandalkan hasil tanaman hutan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Untuk itu, Sherly Tjoanda menginginkan Suku Togutil bisa merasakan hidup yang lebih layak. Selain itu, warga juga mudah mendapat akses pelayanan dari pemerintah.

Gubernur terkaya itu menjelaskan, niat tulus ini bukan berarti mengubah kehidupan mereka. Ia juga mempertegas kehadiran program ini juga tidak menghilangkan kearifan Suku Togutil.

"Bukan untuk memutus tradisi, tapi untuk memberikan pilihan agar mereka bisa tinggal lebih aman, tidak harus terus berpindah, bisa mulai berkebun, beternak, dan memastikan anak-anak mereka tumbuh dengan gizi dan akses yang lebih baik," terangnya.

Soroti Kondisi Kesehatan Masyarakat Suku Togutil

Lebih lanjut, Sherly juga memperhatikan dari segi aspek kondisi kesehatan. Saat menyapa masyarakat Suku Togutil, ia kedapatan beberapa anak yang menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wanita berusia 43 tahun ini memperintahkan pemerintah daerah. Ia menginginkan mereka menurunkan tim kesehatan.

Nantinya, tim kesehatan dari pemerintah daerah langsung melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Mereka harus memberikan susu hingga vitamin sebagai upaya memastikan kesehatan anak-anak terjaga dengan baik.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Garuda Calling! Bintang Abroad Eropa Segera Berkumpul, Ini Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Garuda Calling! Bintang Abroad Eropa Segera Berkumpul, Ini Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia mulai mengalihkan perhatian ke FIFA ASEAN Cup 2026 setelah gagal di Piala AFF. Skuad Garuda kini punya peluang bangkit dengan kekuatan terbaik.
Jukir di Tambora Ditangkap, Paksa Pemotor Bayar Rp5 Ribu Pakai Karcis Kadaluwarsa Berujung Cekcok

Jukir di Tambora Ditangkap, Paksa Pemotor Bayar Rp5 Ribu Pakai Karcis Kadaluwarsa Berujung Cekcok

Pelaku yang merupakan juru parkir memaksa dan membentak-bentak korban untuk membayar parkir Rp5 ribu. Pelaku dalam aksinya menggunakan karcis kadaluwarsa.
Rupiah Menguat ke Rp17.810 per Dolar AS, Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

Rupiah Menguat ke Rp17.810 per Dolar AS, Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

Rupiah menguat ke Rp17.810 per dolar AS dipengaruhi cadangan devisa Juli dan ketegangan Iran-AS di Timur Tengah. 
Awal Mula Saepul Mutilasi Pria di Depok, Ternyata Korban Emosi Tolak Berhubungan Badan

Awal Mula Saepul Mutilasi Pria di Depok, Ternyata Korban Emosi Tolak Berhubungan Badan

Saepul atau Saepullah (26) tega menghabisi nyawa Kunaefi (51) dilatarbelakangi ekonomi dan hubungan sesama jenis Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT)
Tindakan yang Dilakukan PSSI Setelah Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Berbenah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Tindakan yang Dilakukan PSSI Setelah Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Berbenah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

PSSI langsung bergerak usai Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Evaluasi menyeluruh disiapkan untuk membenahi kekurangan Skuad Garuda.
Meski Gagal di Piala AFF 2026, PSSI Minta Suporter Tetap Apresiasi Timnas Indonesia: Mereka Telah Berjuang

Meski Gagal di Piala AFF 2026, PSSI Minta Suporter Tetap Apresiasi Timnas Indonesia: Mereka Telah Berjuang

PSSI minta suporter tetap berikan apresiasi kepada Timnas Indonesia meski gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Pemain dan pelatih dinilai telah berjuang.

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Drama Mees Hilgers di FC Twente Belum Usai, Rekan Satu Tim Bek Timnas Indonesia Buka Suara: Kedua Pihak Saling Kecewa

Drama Mees Hilgers di FC Twente Belum Usai, Rekan Satu Tim Bek Timnas Indonesia Buka Suara: Kedua Pihak Saling Kecewa

Kompetisi Liga Belanda dimulai, namun ujung hidung Mees Hilgers tak kunjung terlihat bersama FC Twente. Situasi tersebut tidak lepas dari persoalan kontrak yang membuat hubungan Hilgers dan klub asal Belanda itu memanas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT