Calon Jemaah Umrah Jombang Desak Kepastian Refund Usai PT Annisa Ahmada Travelindo Diblokir Kemenhaj RI
- tim tvone - rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Harapan berangkat ke Tanah Suci pada Oktober 2026 kini berubah menjadi penantian kepastian bagi sejumlah calon jemaah umrah asal Jombang.
Mereka sebelumnya telah mendaftarkan diri dan melunasi biaya perjalanan melalui PT Annisa Ahmada Travelindo. Namun, setelah akses travel tersebut ke Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) diblokir Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), calon jemaah mulai mempertanyakan nasib uang yang telah mereka setorkan.
Sejumlah calon jemaah bahkan mendatangi Kantor Kemenhaj Kabupaten Jombang pada Senin (21/9). Mereka berharap pemerintah dapat membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan, termasuk kemungkinan pengembalian dana atau refund.
Salah satunya Abi Yasin (61), warga Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, Jombang. Abi mengaku telah mendaftarkan diri untuk umrah pada awal Agustus 2026 dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 15 Oktober mendatang.
Untuk pendaftaran tersebut, Abi telah membayar Rp25,9 juta kepada PT Annisa Ahmada Travelindo. Ia juga mendapat informasi adanya tambahan biaya avtur sekitar Rp3 juta, tetapi biaya tambahan tersebut belum dibayarkannya.
“Sudah bayar Rp25.900.000. Belum lagi ditambah biaya tambahan avtur, Rp3 juta katanya. Saya belum bayar itu,” kata Abi saat ditemui di Kantor Kemenhaj Jombang, Rabu (24/9).
Persoalan semakin membuat Abi khawatir setelah dirinya kesulitan menghubungi pihak travel. Kantor PT Annisa Ahmada Travelindo yang didatanginya disebut dalam kondisi tertutup dan terkunci.
“Selama ini belum bisa komunikasi dengan travel, sama sekali belum bisa. Kantornya tutup, dikunci,” ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, Abi kini berharap dana yang telah disetorkannya dapat dikembalikan.
“Melihat travel-nya sudah diblokir, sudah enggak bisa berangkat, maka pilihan kami adalah refund, kembali lagi uangnya semuanya,” katanya.
Abi datang ke Kemenhaj Jombang bersama calon jemaah lainnya untuk meminta bantuan pemerintah mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
“Barangkali bisa memfasilitasi atau membantu biar teman-teman bisa mendapatkan apa yang diharapkan,” ujarnya.
Abi mengatakan dirinya sebelumnya mengikuti manasik bersama ratusan calon jemaah yang dijadwalkan berangkat pada 15 Oktober 2026. Dari kelompok tersebut, ia memperkirakan terdapat sekitar 40 calon jemaah asal Jombang.
“Kalau barengan saya kemarin yang ikut manasik dan berangkat pada tanggal 15 Oktober itu ada 300 sekian. Khusus Jombang saja, saya melihat yang daftar itu ada 40-an,” katanya.
Load more