KDM Geram Sampai ‘Semprot’ Guru BK SMKN 2 Garut Usai Siswi Menangis karena Rambut Dipotong Paksa: Anak Rajin Kok Dihukum Begitu?
- instagram Dedimulyadi71
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) geram soal hukuman yang diberikan guru Bimbingan Konseling (BK), paksa potong rambut siswinya cuma gegara ini.
Media sosial kembali dihebohkan dengan viralnya video sejumlah siswi SMKN 2 Garut yang menangis histeris usai rambut mereka dipotong paksa oleh oknum guru BK.
Aksi pendisiplinan di lingkungan sekolah itu memicu gelombang kritik publik karena dianggap terlalu berlebihan, terlebih sebagian besar siswi yang dihukum diketahui mengenakan hijab dan tidak memiliki catatan pelanggaran berat.
Kasus tersebut langsung menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Tanpa menunggu polemik semakin meluas, Dedi memanggil guru BK yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.
Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi melontarkan sederet pertanyaan tajam terkait alasan hukuman fisik diberikan kepada murid yang justru dikenal rajin sekolah dan memiliki prestasi akademik baik.
Respons tegas Dedi pun ramai mendapat sorotan publik dan memunculkan kembali perdebatan soal batas disiplin dalam dunia pendidikan.
Peristiwa yang disebut terjadi pada 30 April 2026 itu bermula dari razia penampilan di lingkungan sekolah. Dalam video yang beredar luas, sejumlah siswi terlihat menangis setelah rambut mereka dipotong paksa oleh guru BK dengan alasan penggunaan kosmetik berlebihan.
Dedi Mulyadi Heran: Siswi Rajin dan Berprestasi Kok Dihukum?
Dalam pertemuan klarifikasi tersebut, Dedi Mulyadi tampak heran ketika mengetahui para siswi yang dihukum sebenarnya tidak memiliki masalah kedisiplinan serius.
“Suka masuk sekolah?” tanya Dedi kepada sang guru, melansir dari Instagram Dedi Mulyadi.
“Masuk,” jawab guru tersebut.
“Tidak pernah bolos?” lanjut Dedi.
“Tidak,” jawab guru itu lagi.
- instagram Dedimulyadi71
Mendengar jawaban tersebut, Dedi langsung mempertanyakan alasan mendasar pemberian hukuman fisik terhadap murid yang dinilai baik secara akademik maupun perilaku.
“Terus yang jadi problem apa? Dia kan berperilaku baik, secara akademis tidak bermasalah, rajin, terus masalahnya apa?” kata Dedi Mulyadi.
Guru BK tersebut kemudian menjelaskan bahwa pihak sekolah merasa resah terhadap penampilan para siswi. Menurutnya, para murid menggunakan kosmetik yang dianggap terlalu berlebihan meskipun memakai hijab.
Load more