Dapat Aduan dari Ibunya, Dedi Mulyadi Bikin Bocah SD di Tasikmalaya Nangis Gegara Malas Menulis: Jangan Ngambek
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Tasikmalaya, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan kunjungan ke Tasikmalaya. Di tengah momen itu, ia dihampiri oleh seorang ibu.
Momen tersebut terjadi saat Dedi Mulyadi beristirahat di sebuah warung. Kala itu ia baru saja melintasi Jembatan Cirahong, area penghubung Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.
Di momen ini, Dedi Mulyadi mendapat aduan. Ibu tersebut yang berasal dari Cilangkap curhat soal kebiasaan sang anak yang sudah kelas 1 SD.
Ibu tersebut mengaku merasa resah. Kepada KDM, ia mengatakan bahwa sang anak tetap malas menulis baik saat diminta belajar di rumah maupun di sekolah.
"Bapak, maaf ya Pak, ini anak saya tidak mau menulis. Setiap disuruh menulis malah tidak mau," ungkap ibu tersebut kepada Dedi Mulyadi dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Minggu (10/5/2026).
Momen Dedi Mulyadi Bikin Bocah SD Menangis Akibat Malas Menulis
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dedi Mulyadi dengan senang hati menerima aduan tersebut. Menariknya, ia yang belum berbicara langsung membuat bocah SD itu menangis meraung-raung.
Kehadirannya tentu membuat bocah tersebut takut. Bahkan, anak kelas 1 SD itu mendesak sang ibu agar segera balik ke rumah.
"Hayang (mau) balik, mau balik!," ucap bocah tersebut di pangkuan sang ibu.
Tangisan tersebut bukannya mereda justru semakin kencang. KDM pun langsung memberikan teguran kepada bocah SD itu.
"Hey, hey kok menangis? Mau balik? Nanti mau menulis di sekolah ya," tegur KDM kepada bocah tersebut.
Sang ibu justru meminta maaf kepada KDM. Tak ayal, anaknya tidak mau berhenti menangis karena ketakutan melihat sosok Gubernur Jabar.
Dedi Mulyadi tidak mempermasalahkan hal itu. Ia justru menekankan agar anak tersebut wajib membiasakan diri untuk menulis.
"Enggak apa-apa, dia harus menulis," tegasnya.
Di momen itu, sang ibu mengaku kehadiran KDM menjadi kesempatan untuk dirinya. Ia mengadu agar anaknya dinasehati betapa pentingnya menulis.
Ia mengaku dirinya sudah selalu memperintahkan anaknya menulis. Akan tetapi, upaya tersebut tampak gagal karena buah hatinya tak pernah memegang alat tulis.
KDM pun memberikan ancaman kepada bocah tersebut. Meski bocah kelas 1 SD itu tak mau menoleh, ia menginformasikan bahwa dirinya akan mendatangi rumahnya.
"Nanti, kalau enggak mau menulis, Pak Dedi datang ke rumah. Nanti saya datang ke rumah! Mau menulis enggak?," tanya KDM sambil mengancam bocah tersebut.
Mantan Bupati Purwakarta itu langsung bertanya alamat rumah bocah tersebut. Sang ibu mengungkapkan bahwa dirinya tinggal di Dusun Cikadu, Desa Cilangkap, Manonjaya, Tasikmalaya.
"Pulang, Pulang, Ibu," sebut bocah tersebut sambil menangis meronta-ronta kepada ibunya.
KDM coba menghampiri bocah tersebut. Bocah kelas 1 SD itu semakin ketakutan dan menghindari Gubernur Jabar.
Namun upaya tersebut ditahan oleh sang ibu. Dedi Mulyadi kembali mendesak agar bocah itu wajib rajib menulis.
"Mau menulis, tidak?," tegas Gubernur Jabar itu.
Desakan itu membuat bocah tersebut akhirnya menganggukkan kepala. Sementara, Dedi Mulyadi langsung memberikan sejumlah uang ratusan ribu rupiah kepada bocah kelas 1 SD itu.
Bukan tanpa alasan, KDM memberikan uang untuk keperluan alat tulis selama proses belajar. Ia menginginkan bocah tersebut segera menggunakan uang itu guna kebutuhan rajin menulis ke depannya.
"Nih saya kasih duit buat beli pulpen, beli buku, beli tasnya. Nih tambahan lagi, nih jangan ngambek lagi," ucapnya.
Bocah SD tersebut sempat berhenti menangis. Namun ia kembali membuang wajahnya seusai diberikan uang oleh KDM.
"Nanti dicek. Kalau tidak mau menulis juga harus membayar Rp2 juta. Pulangkan juga duit saya," kelakarnya.
Momen KDM Minta Bocah SD di Tasikmalaya Menulis
Selepas itu, KDM memperintahkan stafnya segera memberikan sebuah buku dan pensil. Di momen inilah, ia menginginkan bocah tersebut menulis di hadapannya.
Menariknya, bocah SD tersebut menerima permintaan KDM. Bocah itu langsung fokus menulis kata "Adit" dan "Hayang Dahar" dalam secarik kertas di sebuah buku.
KDM terkejut bocah SD itu bisa memenuhi permintaannya. Ia berharap bocah tersebut rajin belajar dan menulis ke depannya.
(hap)
Load more