GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Senin, 11 Mei 2026 - 05:37 WIB
Ilustrasi Santriwati Korban Pelecehan Ponpes di Pati
Sumber :
  • tvOnenews.com - Angelia Nafriana

tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah, terus memunculkan fakta baru yang mengejutkan. Setelah kasus ini viral dan menjadi sorotan publik, kini muncul pengakuan dari seorang ayah santriwati korban yang mengaku sudah melaporkan dugaan kasus tersebut sejak tahun 2024.

Ayah korban yang menggunakan nama samaran Pak Di itu bahkan mengungkap adanya kejanggalan di Ponpes tersebut. Ia menyebut anaknya dikeluarkan dari pesantren setelah diduga menolak permintaan untuk menemani tidur pelaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus Ponpes di Pati ini menyeret pendiri sekaligus pengasuh ponpes berinisial AS alias Ashari. Ia diduga melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati. Perkara ini menjadi perhatian luas pada awal Mei 2026 setelah tersangka sempat dikabarkan berupaya melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap.

Setelah kasus Ponpes tersebut viral, Pak Di bersama putrinya yang memakai nama samaran Tari dan kuasa hukumnya, Ali Yusron, hadir dalam Podcast Curhat Bang milik Denny Sumargo yang tayang pada 7 Mei 2026.

Dalam podcast itu, Pak Di mengungkap bahwa dirinya sudah membuat laporan sejak dua tahun lalu. Namun, ia heran karena kasus tersebut seperti tidak memiliki kelanjutan.

“Ini aku dengar katanya kasus ini laporannya sudah ada dari tahun 2024, itu benar enggak?” tanya Denny Sumargo.

“Betul, saya yang lapor,” jawab Pak Di, ayah Tari, santriwati korban di Ponpes Pati.

“Oh, Bapak yang lapor. Oke. Terus apa yang terjadi?” tanya Denny Sumargo lagi.

“Pada saat itu 2024 saya mulai membuat laporan berkaitan dengan kasus ini. Di situ sudah ada penanganan dari kepolisian, tapi entah kenapa lama-kelamaan kok enggak ada kelanjutan,” ungkap Pak Di.

Denny Sumargo kemudian menanyakan awal mula Pak Di mengetahui dugaan kejadian yang dialami anaknya di Ponpes tersebut.

“Oh, kayak senyap begitu. Waktu itu akhirnya melaporkan tahunya dari mana?” tanya Denny Sumargo.

“Dari keterangan anak saya,” jawab Pak Di.

Saat diminta menceritakan kronologi, Pak Di mengaku awalnya anaknya dikeluarkan dari Ponpes dengan alasan melakukan kesalahan. Namun menurutnya, sang anak tidak melakukan pelanggaran serius.

“Kronologinya gini, mulai anak saya itu keluar dari pondok. Yang dulunya katanya kiai, anak saya membuat kesalahan, tapi enggak kesalahan. Lah wong itu anak saya di rumah satu hari karena saya mengikuti acara warga,” ujar Pak Di.

Denny Sumargo lalu mencoba memperjelas alasan santriwati tersebut dikeluarkan dari Ponpes di Pati.

“Jadi intinya waktu itu anak dikeluarin ya dari pesantren karena menurut keterangannya katanya bikin kesalahan begitu. Tapi menurut Bapak dia enggak melakukan kesalahan. Kesalahan apa waktu itu dibilangnya?” tanya Denny Sumargo.

“Kesalahan waktu itu di desa saya ada kegiatan desa. Anak saya saya suruh pulang untuk mengikuti kegiatan desa. Satu hari terus dia kembali ke pondok. Waktu kegiatan itu ada yang bilang kalau anak saya ikut barisan upacara kegiatan desa itu disalahkan,” jelas Pak Di.

Menurut pengakuannya, setelah kejadian tersebut pihak Ponpes memutuskan anaknya tidak boleh kembali mondok.

“Terus akhirnya Pak Kiai untuk anak saya enggak boleh di pondok lagi gitu,” kata Pak Di.

“Oh, jadi dikeluarkan. Nah, setelah itu?” tanya Denny Sumargo.

“Kemudian setelah itu di rumah dia cerita,” lanjut Pak Di.

Dalam kesempatan yang sama, Tari kemudian mengungkap percakapan yang sempat membuat kedua orang tuanya curiga.

“Bapak nanyain dulu,” ucap Tari.

“Nanyain gimana?” tanya Denny Sumargo.

“Kan pernah beberapa waktu itu Bapak sering dipanggil ke pesantren. Terus bilangnya kan dikon turu ae, enggak mau gitu kan. Pak Kiai bilangnya gitu,” ungkap Tari.

Saat ditanya arti ucapan tersebut, Tari menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah menemani tidur.

“Apa artinya?” tanya Denny Sumargo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nemeni tidur. Terus kan Bapak sama ibu tanya maksudnya baturi tidur itu gimana. Terus tak jelasin semua kejadian yang saya alami,” ujar Tari.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Tegas Menteri Agama soal Kasus Pelecehan di Ponpes Ndolo Kusumo, Nasaruddin Umar: Tidak Ada Toleransi

Respons Tegas Menteri Agama soal Kasus Pelecehan di Ponpes Ndolo Kusumo, Nasaruddin Umar: Tidak Ada Toleransi

Tengah heboh kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo. Menteri Agama beri respons tegas
Dikenal sebagai Penyayang Binatang, Dedi Mulyadi Berkelakar Siap Tampung Jika Ada Kelebihan Populasi Satwa di Istana Cipanas

Dikenal sebagai Penyayang Binatang, Dedi Mulyadi Berkelakar Siap Tampung Jika Ada Kelebihan Populasi Satwa di Istana Cipanas

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dikenal sebagai sosok penyayang binatang. 
Tak Hanya Tumbangkan Khamzat Chimaev, Sean Strickland Juga Cetak Rekor Baru di UFC 328

Tak Hanya Tumbangkan Khamzat Chimaev, Sean Strickland Juga Cetak Rekor Baru di UFC 328

Sean Strickland tampil dominan saat menaklukkan Khamzat Chimaev di UFC 328, sekaligus merebut kembali sabuk juara kelas menengah. Tak hanya itu, rekor baru.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Bukan Sekadar Brace ke Gawang Persija: Adam Alis Buktikan Keputusan Gabung Persib Bandung Tak Salah

Bukan Sekadar Brace ke Gawang Persija: Adam Alis Buktikan Keputusan Gabung Persib Bandung Tak Salah

Brace ke gawang Persija Jakarta tak hanya memastikan kemenangan Persib Bandung, tetapi juga menjadi pembuktian Adam Alis atas keputusan besar dalam kariernya.
Dipicu Dendam Keluarga, Perempuan di Bandung Tewas Ditusuk Mantan Kakak Ipar

Dipicu Dendam Keluarga, Perempuan di Bandung Tewas Ditusuk Mantan Kakak Ipar

Seorang perempuan bernama Nanda Tritami meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan oleh mantan kakak iparnya berinisial CMM. 

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT