GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Santriwati Korban Kiai Ashari Beri Pengakuan Lengkap: dari Suasana di Ponpes Pati hingga Jadi Target Siasat Pencabulan

Seorang santriwati memberi pengakuan lengkap menjadi korban kasus pencabulan AS (51) alias Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati.
Selasa, 12 Mei 2026 - 23:32 WIB
Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Pati menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap santriwati
Sumber :
  • Kolase YouTube FHI Multimedia & X/@neVerAl0nely___

Kiai Ashari jadi Tersangka
Kiai Ashari jadi Tersangka
Sumber :
  • Facebook/I Love Pati

Ia tidak mempermasalahkan hal itu. Seiring berjalannya waktu, tersangka mulai melancarkan siasat liciknya sehingga membuat ia resah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Santriwati tersebut menjelaskan sang kiai coba melakukan aksi bejatnya secara bertahap. Hal itu terjadi saat dirinya mengalami tindakan pelecehan.

Tari mengaku awal mulanya tidak menyadari perlakuan yang diberikan kiai itu. Ia yang masih polos tak mengetahui aksi pemilik ponpes tersebut merupakan bagian pelecehan.

Kata dia, kiai cabul itu melakukannya secara perlahan. Bahkan, oknum kiai tersebut coba membungkus aksi bejatnya menggunakan dalih kedekatan antara guru dan santri.

"Awal mula itu bertahap, memang tidak separah itu," terangnya.

Ia menuturkan kedekatan yang coba dibangun sang kiai. Mulanya, ia sering mendapat perintah untuk memijit AS.

"Terus dicium. Kalau sudah selesai kan pamitan, terus dicium kanan kiri. Di situ biasa kalau santri biasa cium tangan," lanjutnya.

Karena kedekatan itu, ia berpendapat bahwa, kiai tersebut semakin memberikan perlakuan yang mengarah tindakan tak senonoh kepada dirinya.

Ia menjelaskan, dirinya kerap diajak agar bisa mengikuti kegiatan dengan embel-embel ziarah dan sholawatan. Momen itu sering terjadi hanya berdua dan bersama rombongan lain.

Tari mendapat permintaan agar dirinya melakukan hal yang aneh. Perintah-perintah itu membawa ketidaknyamanan bagi dirinya, salah satunya agar bisa tidur bersama pemilik pesantren tersebut.

"Di sana kan ada guru tarikah, bilangnya disuruh guru tarikah, bagian dari menyembuhkan sakit," jelasnya.

Diminta Menjalani Pengobatan

Lebih lanjut, ia menjelaskan dirinya sering dikasih sugesti. Kiai itu menggunakan siasat liciknya yang mengatakan bahwa Tari mempunyai banyak penyakit batin.

Kata dia, kiai itu menyebut penyakit tersebut berupa iri dan dengki. Ia pun diarahkan agar melakukan pengobatan secara tertentu guna bisa tidur bersama kiai cabul itu.

"Kamu itu banyak penyakitnya, obatnya harus gini," ucapnya sambil mengulas perkataan kiai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tari tentu terkejut dengan permintaan tersangka. Ia bahkan tidak menyangka kalau kepribadiannya sangat buruk.

"Waktu itu aku enggak menangkap kayak gimana-gimana, cuma dalam hati, kok aku seburuk itu. Kadang (merasa) mau, kadang (merasa) menolak," heran dia.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan kebijakan penghapusan tenaga honorer tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terutama terhadap guru honorer yang masih aktif mengajar.
Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi C tengah memfinalisasi pembahasan Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir yang diarahkan untuk mengubah pola penanganan banjir dari sporadis menjadi sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ketua AFI Beri Update Bidding Piala Dunia Futsal 2028, Singgung Fasilitas di Indonesia

Ketua AFI Beri Update Bidding Piala Dunia Futsal 2028, Singgung Fasilitas di Indonesia

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa Indonesia resmi masuk dalam proses awal bidding Piala Dunia Futsal 2028 untuk menjadi tuan rumah ajang futsal dunia yang berada di bawah naungan FIFA.
Diam-diam Orang Indonesia Kebanyakan Gula, Gigi Jadi Korban Pertama? Ini Solusi Proteksinya

Diam-diam Orang Indonesia Kebanyakan Gula, Gigi Jadi Korban Pertama? Ini Solusi Proteksinya

Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman manis, bakteri di mulut dengan cepat mengubah sisa gula menjadi asam yang dapat merusak enamel gigi. Tingginya

Trending

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan kebijakan penghapusan tenaga honorer tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terutama terhadap guru honorer yang masih aktif mengajar.
Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi C tengah memfinalisasi pembahasan Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir yang diarahkan untuk mengubah pola penanganan banjir dari sporadis menjadi sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Khamzat Chimaev gagal mempertahankan gelar sabuk di UFC 328 setelah dikalahkan Sean Strickland, hasil yang sekaligus membuktikan peringatan Khabib Nurmagomedov.
Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung juga mendapatkan julukan baru dari volimania Indonesia usai resmi mendatangkan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT