Santriwati Korban Kiai Ashari Beri Pengakuan Lengkap: dari Suasana di Ponpes Pati hingga Jadi Target Siasat Pencabulan
- Kolase YouTube FHI Multimedia & X/@neVerAl0nely___
- Facebook/I Love Pati
Ia tidak mempermasalahkan hal itu. Seiring berjalannya waktu, tersangka mulai melancarkan siasat liciknya sehingga membuat ia resah.
Santriwati tersebut menjelaskan sang kiai coba melakukan aksi bejatnya secara bertahap. Hal itu terjadi saat dirinya mengalami tindakan pelecehan.
Tari mengaku awal mulanya tidak menyadari perlakuan yang diberikan kiai itu. Ia yang masih polos tak mengetahui aksi pemilik ponpes tersebut merupakan bagian pelecehan.
Kata dia, kiai cabul itu melakukannya secara perlahan. Bahkan, oknum kiai tersebut coba membungkus aksi bejatnya menggunakan dalih kedekatan antara guru dan santri.
"Awal mula itu bertahap, memang tidak separah itu," terangnya.
Ia menuturkan kedekatan yang coba dibangun sang kiai. Mulanya, ia sering mendapat perintah untuk memijit AS.
"Terus dicium. Kalau sudah selesai kan pamitan, terus dicium kanan kiri. Di situ biasa kalau santri biasa cium tangan," lanjutnya.
Karena kedekatan itu, ia berpendapat bahwa, kiai tersebut semakin memberikan perlakuan yang mengarah tindakan tak senonoh kepada dirinya.
Ia menjelaskan, dirinya kerap diajak agar bisa mengikuti kegiatan dengan embel-embel ziarah dan sholawatan. Momen itu sering terjadi hanya berdua dan bersama rombongan lain.
Tari mendapat permintaan agar dirinya melakukan hal yang aneh. Perintah-perintah itu membawa ketidaknyamanan bagi dirinya, salah satunya agar bisa tidur bersama pemilik pesantren tersebut.
"Di sana kan ada guru tarikah, bilangnya disuruh guru tarikah, bagian dari menyembuhkan sakit," jelasnya.
Diminta Menjalani Pengobatan
Lebih lanjut, ia menjelaskan dirinya sering dikasih sugesti. Kiai itu menggunakan siasat liciknya yang mengatakan bahwa Tari mempunyai banyak penyakit batin.
Kata dia, kiai itu menyebut penyakit tersebut berupa iri dan dengki. Ia pun diarahkan agar melakukan pengobatan secara tertentu guna bisa tidur bersama kiai cabul itu.
"Kamu itu banyak penyakitnya, obatnya harus gini," ucapnya sambil mengulas perkataan kiai.
Tari tentu terkejut dengan permintaan tersangka. Ia bahkan tidak menyangka kalau kepribadiannya sangat buruk.
"Waktu itu aku enggak menangkap kayak gimana-gimana, cuma dalam hati, kok aku seburuk itu. Kadang (merasa) mau, kadang (merasa) menolak," heran dia.
Load more