2 'Kado Istimewa' DPR untuk Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak usai Viral karena Ikut Cerdas Cermat MPR
- dok.kolase tvOnenews.com /Instagram jsphalxndra/ Youtube MPR
Jakarta, tvonenews.com- Sosok siswi SMAN 1 Pontianak yang disapa Ocha menjadi perhatian publik. Setelah dirinya mengikuti cerdas cermat empat pilar MPR.
Ocha yang bernama lengkap Josepha Alexandra itu, saat mengikuti cerdas cermat membantah keputusan juri. Videonya pun menjadi viral di media sosial (Medsos).
Ditengah polemik cerdas cermat ini, tidak diduga Ocha mendapatkan 'kado istimewa' dari dewan perwakilan rakyar atau DPR.
- dok.kolase tvOnenews.com /antara/Gemini AI
Kado itu disampaikan langsung oleh Ketua Komisi II, Rifqinizamy Karsayuda yang mengajak langsung siswi SMAN 1 Pontianak tersebut untuk bertemu.
Ternyata ia mendapatkan langsung beasiswa untuk kuliah sarjana di Cina. Kedua, mendapatkan ikatan kerja langsung setelah lulus sebagai bentuk apresiasi.
"Sebagai bentuk apresiasi, Saya juga menawarkan kepada Josepha beasiswa S1 ke Tiongkok dan mendapatkan ikatan kerja setelah selesai kuliah disana," katanya dikutip dari Instagram, Rabu (13/5).
Rifqinizamy juga menyebutkan bahwa sosok Ocha menjadi cermin anak muda yang jadi contoh baik.
Pasalnya berani dalam menyuarakan pendapatnya dan soal kebenaran. Dia juga meminta maaf atas kejadian dalam cerdas cermat yang kini viral.
"Saya sampaikan permohonan maaf kepada Josepha atas nama Anggota MPR RI. Hari ini Josepha akan terbang ke Jakarta diundang oleh MPR RI," jelas Rifqinizamy.
- dok.kolase tvOnenews.com /Instagram jsphalxndra/ Youtube MPR
"Josepha adalah contoh anak didik kita yang berani menyuarakan dan mempertahankan kebenaran, kita harus mendukungnya," sambung alumni SMAN 1 Pontianak tersebut.
Sebagaimana diketahui, Ocha viral setelah dirinya mengikuti Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026, Sabtu (9/5) tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Awalnya berjalan biasa-biasa saja dengan total 3 sekolah berpartisipas.
Berujung dengan pengurangan poin untuk Ocha, yang dinilai juri tidak menjawab dengan benar atas pertanyaan soal prosedur pemilihan anggota BPK dilemparkan oleh juri.
Situasinya diawal ada Regu C dari SMAN 1 Pontianak yang menjawab, "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."
Namun sayangnya pihak juri kemudian memberikan pengurangan lima poin untuk jawaban regu C tersebut. Pertanyaan yang sama lantas dilempar kepada regu yang lain.
Regu B yang berasal dari SMAN 2 Sambas lalu menjawab, "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."
Setelah itu juri kemudian menyatakan jawaban regu B adalah benar. "Ya, inti jawabannya sudah benar. Nilai sepuluh," kata dewan juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B.
Regu C lantas menyampaikan keberatan atas penilaian dewan juri. "Dewan juri, izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," kata perwakilan regu.
Menanggapi hal itu, Dyastasita mengatakan, "Tadi disebutkan regu C, ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi."
"Tadi saya mengatakan seperti ini, anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," katanya Ocha mengulang jawaban sebelumnya.
"Dewan juri tadi berpendapat enggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," kata Dyastasita menimpali.
"Pak, maaf, mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain juga? Mungkin dari penonton apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?" jawab siswi regu C lagi.
"Keputusan saya kira di dewan juri, ya," ucap Dyastasita. Kemudian jadi sorotan dari sisi MC, sebelum pembawa acara melanjutkan perlombaan ke pertanyaan selanjutnya, dewan juri yang lain, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, menyampaikan respons tambahan.(klw)
Load more