Sebelum Dicurangi Juri, Ocha dan SMAN 1 Pontianak Pernah Juara 1 hingga Lolos ke LCC Empat Pilar Tingkat Nasional
- YouTube/MPRGOID
tvOnenews.com - Pelaksanaan final Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026 akhir-akhir ini mendadak jadi perbincangan.
Dalam sebuah potongan video yang tersebar luas di media sosial, tampak salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra atau yang disapa Ocha, memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri.
Kronologi polemik ini mencuat saat jawaban yang disampaikan Ocha dianulir atau dianggap salah oleh dewan juri, bahkan poin yang didapat grupnya pun dikurangi.
Namun, dewan juri kemudian menilai benar dan memberikan tambahan 10 poin untuk grup lain dari SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban sama seperti yang disampaikan Ocha.
- dok.kolase tvOnenews.com /YouTube MPR
Netizen yang menyaksikan video tersebut merasa adanya ketidakadilan dan menilai bahwa SMAN 1 Pontianak telah "dicurangi" oleh keputusan juri yang dianggap tidak konsisten.
Namun, di balik hiruk-pikuk kontroversi tersebut, ternyata Josepha Alexandra bukanlah sosok baru dalam dunia adu kecerdasan yang diselenggarakan oleh MPR RI itu.
Berdasarkan penelusuran tvOnenews.com, Ocha merupakan "pemain lama" yang memiliki rekam jejak impresif. Sebelum dirinya menjadi perbincangan hangat karena insiden penilaian juri, Ocha bersama teman-temannya yang lain telah membuktikan kualitasnya dengan membawa SMAN 1 Pontianak meraih gelar juara 1 LCC tingkat Kalimantan Barat pada tahun 2025 lalu.
Kemenangan gemilang di tahun sebelumnya itu tidak hanya membuahkan kebanggaan tersendiri, tapi juga hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta.
Keberhasilan itu juga sekaligus mengantarkan Ocha dan rekan setimnya untuk mewakili Kalimantan Barat di ajang LCC tingkat nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada 18 November 2025 lalu.
- YouTube/MPRGOID
Melalui dokumentasi video lomba yang diunggah oleh akun YouTube resmi MPR RI, terlihat bagaimana Ocha dan kawan-kawan berjuang membawa nama baik Kalimantan Barat di ibu kota.
SMAN 1 Pontianak saat itu tergabung dalam Grup C pada babak penyisihan pertama. Persaingan di grup ini terbilang sangat ketat, karena mereka harus berhadapan dengan sekolah unggulan dari provinsi lain.
Dalam babak tersebut, Grup C yang dihuni oleh SMAN 1 Pontianak berhasil mengumpulkan total 120 poin. Sayangnya, langkah Ocha dan tim harus terhenti di babak penyisihan pertama ini dan gagal melaju ke babak penyisihan kedua.
Sebagai perbandingan, lawan-lawan mereka, yakni MAN 2 Kota Malang (Jawa Timur) yang berada di Grup A sukses mendominasi dengan raihan 170 poin. Sementara itu, SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh) di Grup B mengantongi total 120 poin.
- YouTube/MPRGOID
Meskipun belum berhasil membawa pulang gelar juara nasional di tahun 2025, pengalaman tersebut membuktikan bahwa Josepha Alexandra adalah seorang petarung yang tangguh.
Hal itu bisa dilihat bagaimana ia kembali berjuang pada tahun berikutnya hingga masuk babak final, meski harus ada polemik yang menyertainya.
Meski demikian, rekam jejaknya telah menunjukkan bahwa ia adalah salah satu siswa terbaik yang pernah dimiliki Kalimantan Barat dalam ajang LCC. (ism)
Load more