Lengkap! 8 Pernyataan Sikap SMAN 1 Pontianak, Buntut Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI di Kalbar
- Antara
Pertanyaan tersebut kemudian digeser ke Regu B dari SMAN 1 Sambas. Perwakilannya menyampaikan jawaban serupa yang diucap oleh peserta C2 dan diberi tambahan 10 poin.
Ocha langsung menunjukkan langkah keberaniannya. Ia mempertanyakan aspek penilaian dilakukan dewan juri lantaran jawaban yang dilontarkan Regu B serupa dengannya.
Dewan juri tetap berpegang teguh pada keputusannya. Sementara, juri lainnya selaku Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, Indri Wahyuni menyinggung kebutuhan artikulasi.
Indang selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak menegaskan, upaya dilakukan muridnya sudah tepat. Ocha hanya ingin mengetahui kesalahan dari jawaban tersebut.
"Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," bebernya.
Dalam pernyataan kelima, Indang menyinggung hasil akhir juara setelah babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar selesai. Hasil ini sempat membawa SMAN 1 Sambas ke tingkat nasional.
"SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan," kata Kepsek SMAN 1 Pontianak tersebut.
Kepsek SMAN 1 Pontianak itu merilis pernyataan sikap keenam. Ia mengetahui final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar akan digelar ulang oleh MPR RI.
Kendati demikian, Indang menegaskan, pihak sekolah memutuskan tidak akan mengirim perwakilan meski acara Lomba Cerdas akan diulang.
"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," sebutnya.
Adapun sikap ketujuh, SMAN 1 Pontianak menyampaikan permohonan maaf. Polemik penilaian juri terus menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
"SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan," ucap Indang.
Kemudian, Indang menyampaikan pernyataan sikap yang terakhir. SMAN 1 Pontianak membutuhkan dukungan agar sistem pendidikan di Indonesia berlangsung lancar.
"SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari seluruh pihak ke depan, dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua," harapnya.
Load more