Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC
- Facebook/SMA Negeri 1 Sambas
Jakarta, tvOnenews.com - Pihak SMAN 1 Sambas resmi merilis pernyataan sikapnya. Hal itu menanggapi kontroversi final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026.
SMAN 1 Sambas menyampaikan sikapnya tak lepas dari hasil akhir final Lomba Cerdas Cermat diinisiasi MPR RI yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026).
Di Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), SMAN 1 Sambas keluar sebagai juara I. Hasil itu didapatkan usai mengalahkan SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sanggau.
Hasil final LCC di Kalbar menimbulkan kontroversi yang dinilai menguntungkan sepihak. Lewat Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas, pernyataan sikap dikeluarkan melalui Instagram resminya, Jumat (15/5/2026).
"Pernyataan sikap SMAN 1 Sambas," tulis SMAN 1 Sambas dikutip tvOnenews.com, Sabtu (16/5/2026).
Penyebab SMAN 1 Sambas Keluarkan Pernyataan Sikap Resminya
- YouTube/MPRGOID
SMAN 1 Sambas menjelaskan bahwa, keputusan merilis pernyataan sikap atas hasil diskusi dari beberapa pihak dalam sekolah.
Mereka berkomitmen untuk menjaga masa depan pendidikan. Tak hanya itu, kontroversi tersebut sangat berdampak pada kondisi siswa, terutama yang menjadi bagian Regu B LCC Empat Pilar MPR RI.
"Berdasarkan komitmen bersama dewan guru beserta staf TU SMAN 1 Sambas dan peserta LCC 4 Pilar MPR RI 2026 beserta orang tua mereka untuk menjaga marwah pendidikan dan kesehatan mental atau psikis murid dalam lingkungan yang sehat dan bermartabat," terang SMAN 1 Sambas.
SMAN 1 Sambas mengeluarkan delapan poin sebagai pernyataan sikapnya, salah satu di antaranya menyikapi hasil final Lomba Cerdas Cermat dari MPR RI tersebut.
SMAN 1 Sambas Hargai Hasil Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tingkat Kalbar
Dalam pernyatan sikapnya, sekolah yang beralamat di Tumuk Manggis, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalbar itu menghormati keputusan hasil penyelenggaraan LCC tingkat Kalbar.
Kepala sekolah meyakini keputusan juara sudah ditentukan secara mutlak. Hasil lomba ini tidak hanya membuat Regu B menerima piala dan uang tunai, tetapi juga akan membawa perwakilan dari Kalbar tampil di tingkat nasional.
LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat nasional akan berlangsung di Jakarta. MPR telah menentukan gelaran ini dilaksanakan pada Agustus 2026 mendatang.
Sementara, SMAN 1 Sambas sebagai peserta sekolah yang menjadi juara I. Hal ini membawa nama sekolah akan berduel kecerdasan dengan sekolah dari seluruh wilayah Indonesia.
"Menghormati setiap keputusan resmi yang telah ditetapkan sebagai bagian dari mekanisme penyelenggaraan lomba," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas.
Soal Tata Tertib
Kemudian, SMAN 1 Sambas berbicara tentang tata tertib. Pihak sekolah tidak menyangka tak sedikit publik memberikan kritik terhadap SMAN 1 Sambas.
Peserta dari Regu B yang mewakili SMAN 1 Sambas tak melanggar aturan. Mereka telah mengikuti sesuai tata tertib sebagaimana dalam mekanisme penyelenggaraan final LCC.
Tata tertib tersebut berdasarkan dari hasil keputusan bersama. Terkait polemik jawaban, pihaknya telah mengikuti ketentuan yang berlaku.
Dalam video yang beredar, muridnya dari Regu B menjawab seusai menekan tombol membawa Regu B mendapatkan tambahan 10 poin.
"Meyakini bahwa peserta LCC 4 Pilar dari SMAN 1 Sambas telah berkompetisi sesuai tata tertib yang telah ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta lomba," tegas SMAN 1 Sambas.
SMAN 1 Sambas mengapresiasi MPR RI, terutama dalam urusan menyelesaikan kontroversi hasil kegiatan LCC tingkat Kalbar. Namun, pihak sekolah menyayangkan pihak penyelenggaran telat menuntaskan polemik tersebut.
Akibatnya, SMAN 1 Sambas menjadi sasaran amukan publik. Salah satu faktor hujatan yang menghantam citra sekolah akibat unggahan merayakan kemenangan di tengah kontroversi ajang ini.
Kepala sekolah menyesali dampak dari kontroversi ini. Untuk mempertahankan marwah pendidikan, sekolah mengecam tindakan hingga opini yang dapat merusak citra sekolah, dewan guru, staf TU, murid hingga alumni.
"Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana," katanya.
SMAN 1 Sambas juga menolak keras terkait tuduhan adanya dugaan unsur kecurangan. Pasalnya, opini liar ini muncul akibat kontroversi dari keputusan dewan juri.
Pihak sekolah juga menepis tuduhan penyuapan, tindak nepotisme hingga prasangka bahwa SMAN 1 Sambas sudah diatur menjadi pihak yang layak mewakili Kalbar ke tingkat nasional.
"SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat," tukas Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas.
(hap)
Load more