Di Hadapan Akademisi Jayapura, Dedi Mulyadi Tegas: Jangan Bilang Orang Papua Malas
- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
“Tanah terbentang, gunungnya tinggi menjulang, lautnya terhampar, nanam apa pun jadi ya. Kalau orang di lingkungannya sudah serba ada, kekayaannya melimpah, ngapain harus capek-capek?” lanjutnya.
Salah satu akademisi kemudian menimpali bahwa kondisi tersebut juga sangat mirip dengan Papua.
“Sama, Kang, di Papua juga begitu,” ujar salah satu akademisi lainnya.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung menegaskan bahwa masyarakat Papua tidak pantas diberi stigma malas.
“Maksud saya itu gitu loh. Jadi jangan dibilang orang Papua malas. Kenapa loh bukan malas, ngapain dia harus capek? Ngambil ikan di sungai ikan nilanya gede-gede. Iya kan ikan nila ya di Papua kan sama dengan di kita gede-gede kan ikan nilainya kan,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia kembali mencontohkan betapa kayanya alam Papua hingga masyarakatnya bisa hidup berdampingan dengan alam tanpa harus bekerja terlalu keras seperti di daerah lain.
“Kalau di sini ikan nila gede-gede harus dikasih makan. Di sana tidak perlu. Mau ngambil buaya, buayanya banyak. Itu apalagi kan, mau enggak usah piknik orang Papua karena seluruh wilayahnya sudah indah. Enggak usah pakai AC sudah dingin. Jadi dia melihat bahwa saya kan tinggal di tanah yang sudah serba ada, serba punya,” katanya.
“Ya, kita kalau hidupnya terlahir sudah serba ada, serba punya itu ya sudah tinggal tiduran nikmat. Ngapain capek? Gitu kan,” tutup Dedi Mulyadi.
Pertemuan itu kemudian ditutup dengan diskusi santai mengenai karakter masyarakat Papua dan Sunda yang dinilai saling melengkapi. Dedi Mulyadi juga menyatakan kesiapannya hadir di Jayapura apabila tidak ada agenda mendesak lainnya.
(anf)
Load more