Sherly Tjoanda Geram Harga Minyak dan Beras di Pasar Melonjak, Gubernur Malut Perintahkan Bulog Turun Tangan
- TikTok @sherlytjoanda
tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dibuat terkejut saat menemukan harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Galala Sofifi melambung jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).
Dalam kunjungannya ke pasar pada bulan Maret 2026 lalu, Sherly langsung berdialog dengan sejumlah pedagang untuk mengecek harga bahan pokok, mulai dari Minyak Kita hingga beras SPHP.
Saat menanyakan harga Minyak Kita, salah satu pedagang mengaku menjual minyak goreng subsidi tersebut seharga Rp20 ribu per liter.
- TikTok @sherlytjoanda
Temuan itu langsung membuat Sherly bereaksi keras karena harga resmi Minyak Kita seharusnya berada di angka Rp15.700 per liter.
“Sekarang bagaimana caranya semua yang ada di pasar itu HET-nya Rp15.700 untuk Minyak Kita,” tegas Sherly, dilansir TikTok pribadinya.
Tak hanya minyak goreng, Sherly juga menemukan harga beras SPHP dijual lebih mahal dari ketentuan pemerintah.
Di pasar, beras SPHP disebut dijual sekitar Rp73 ribu, padahal harga seharusnya hanya Rp67 ribu.
- TikTok @sherlytjoanda
Menurut Sherly, tingginya harga di lapangan terjadi karena distribusi barang tidak langsung dari Perum Bulog ke pedagang pasar.
- TikTok @sherlytjoanda
Akibatnya, barang melewati beberapa tangan terlebih dahulu sebelum sampai ke pedagang, sehingga harga terus naik.
Karena itu, Sherly langsung meminta agar Bulog turun langsung ke pasar dan menyalurkan Minyak Kita serta beras SPHP tanpa perantara.
“Nggak boleh dari pedagang sekarang, langsung dari Bulog ke penjual ya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pedagang yang kedapatan menjual di atas harga ketentuan bisa dicoret dari daftar penyalur.
Usai melakukan sidak pasar, Sherly kemudian melanjutkan kunjungan ke Gudang Bulog Ternate untuk memastikan ketersediaan stok pangan menjelang Lebaran.
- TikTok @sherlytjoanda
Dalam rapat bersama pihak Bulog dan instansi terkait, Sherly meminta distribusi Minyak Kita segera dirapikan mulai minggu depan.
Menurutnya, Maluku Utara saat ini termasuk daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia Timur, terutama dipicu kenaikan harga beras dan minyak goreng.
Karena itu, ia meminta distribusi Minyak Kita ke 10 kabupaten/kota dilakukan lebih merata dan proporsional agar harga di pasaran segera turun.
Sherly juga meminta Bank Indonesia ikut membantu proses penyaluran menjelang Lebaran.
“Pokoknya semua pedagang harus jual Minyak Kita Rp15.700,” tegasnya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Bulog memastikan stok masih tersedia. Namun Sherly meminta data kebutuhan di seluruh wilayah segera dihitung ulang.
Ia mengungkapkan kebutuhan Minyak Kita di Maluku Utara mencapai sekitar 1.000 ton atau satu juta liter per bulan.
Sementara stok yang tersedia saat ini dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Karena itu, Sherly berencana mengirim surat permintaan tambahan kuota ke pemerintah pusat apabila stok nasional memungkinkan untuk ditambah.
Selain Minyak Kita dan beras SPHP, Sherly juga menyoroti distribusi beras premium yang dinilai masih belum merata di sejumlah daerah. (asl)
Load more