News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Datangi Dedi Mulyadi, Ahmad Khotibul Bongkar Awal Mula Jadi Kuasa Hukum yang Mencairkan Dana Pensiun Aman Yani

Ahmad Khotibul datangi Dedi Mulyadi dan bongkar awal mula dirinya jadi kuasa hukum pencairan dana pensiun milik Aman Yani. Simak pengakuan selengkapnya!
Rabu, 20 Mei 2026 - 10:20 WIB
Dedi Mulyadi dan Ahmad Khotibal
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Kasus Aman Yani terus memunculkan fakta-fakta baru yang membuat publik penasaran. Kali ini, sosok Ahmad Khotibul muncul langsung di hadapan Dedi Mulyadi untuk memberikan penjelasan rinci soal bagaimana dirinya bisa terlibat hingga menjadi pihak yang membantu proses pencairan dana pensiun Aman Yani.

Dalam tayangan YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 19 Mei 2026, Ahmad Khotibul mengungkap kronologi panjang yang selama ini ramai dibicarakan publik. Ia datang karena namanya ikut disebut dalam podcast sebelumnya terkait aliran dana dan urusan utang-piutang Aman Yani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suasana pertemuan itu sempat cair ketika Dedi Mulyadi membuka percakapan dengan nada bercanda.

dedi mulyadi
Dedi Mulyadi dan Ahmad Khotibul. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

“Jadi Bapak itu sebenarnya siapa?” tanya Dedi Mulyadi sambil tertawa.

Ahmad Khotibul lalu mulai menjelaskan bahwa semua bermula pada Oktober 2017. Ia mengaku dikenalkan kepada Ririn melalui seorang teman bernama Eman Suryana yang tinggal di kawasan Perumahan Pepabri.

“Ya kalau saya pengin cerita gini, Pak. Sebelum Oktober itu ya tanggal 14 Oktober 2017. Ada seorang teman. Dia itu aslinya dari Pepabri. Pepabri itu rumahnya Ririn tuh,” ujar Ahmad Khotibul.

Mendengar penjelasan itu, Dedi Mulyadi langsung menimpali sambil tertawa kecil.

“Oh iya. Katanya Ririn itu suka nongkrong di Pepabri,” kata Dedi Mulyadi.

Ahmad Khotibul kemudian menjelaskan bahwa Eman Suryana datang kepadanya membawa permintaan bantuan terkait persoalan utang-piutang.

“Ngomongnya gini, Pak KDM, ‘Mas Khotib. Ada orang mau minta bantuan,’” ungkap Ahmad Khotibul.

Saat itu, Ahmad Khotibul mengaku tidak langsung percaya. Ia meminta agar pihak yang membutuhkan bantuan datang langsung untuk menjelaskan persoalannya.

“‘Ada enggak buktinya?’ Saya bilang kan gitu. Ya, ada katanya. Nanti aja kalau bisa saya suruh ketemu saja sama Mas Khotib. ‘Oh, silakan,’ saya bilang ketemu aja. Silakan datang ke saya nanti saya akan cross check bentar,” tuturnya.

Beberapa hari kemudian, dua orang datang menemuinya, yakni Ririn dan Dudu. Dari situlah Ahmad Khotibul mulai mengenal sosok yang selama ini ramai dibicarakan.

“Nah, selama beberapa hari itu datanglah tamu yang dikehendaki oleh tetangga saya tuh. Ya, itu dua orang. Ririn sama Dudu,” kata Ahmad Khotibul.

Saat berbincang, Ahmad Khotibul sempat penasaran dengan hubungan Dudu dan Ririn. Ia pun langsung menanyakannya.

“Apa hubungan Dudu sama Ririn? Saya nanyakan, bapak angkatnya katanya,” ujar Ahmad Khotibul.

Jawaban tersebut langsung membuat Dedi Mulyadi tertawa sambil menggebrak meja.

“Si Dudu. Beda lagi ngomong situ,” ucap Dedi Mulyadi sambil tertawa.

Ahmad Khotibul mengaku saat itu dirinya tidak memperdalam hubungan keduanya. Fokus pembicaraan justru mengarah pada persoalan utang yang disebut melibatkan Aman Yani.

“Mas Khatib saya bilang ‘saya mau minta bantuan katanya gitu kan. Saya itu punya sangkutan hutang piutang katanya,’” ujar Ahmad Khotibul menirukan ucapan Ririn.

Ketika ditanya siapa yang memiliki utang tersebut, Ririn menyebut nama Aman Yani.

“Dia bilang paman saya yang namanya Aman Yani,” kata Ahmad Khotibul.

Ahmad Khotibul lalu meminta bukti agar dirinya yakin persoalan tersebut memang benar adanya. Ririn kemudian menunjukkan kuitansi pinjaman bernilai ratusan juta rupiah.

“Disodorilah kwitansi itu ya sebesar Rp300 juta. Aman Yani pinjam ke Ririn. Saya lihat, oh iya benar. Ada kwitansinya bermaterai gitu kan,” ungkap Ahmad Khotibul.

Tak hanya utang pokok, Ahmad Khotibul juga mendengar adanya bunga tambahan yang membuat nominal tagihan semakin besar.

“Katanya itu bunganya menurut pengakuan Ririn nih. Ini bunganya Rp50 juta katanya. Jadi kan Rp350 juta tuh. Yang tertulis di situ mah Rp300 juta. Cuman dia bilang bunganya Rp50 juta. Itu sudah disepakati dengan Aman Yaninya gitu,” jelasnya.

Karena merasa persoalan ini cukup serius, Ahmad Khotibul mencoba memastikan langsung keberadaan Aman Yani sebelum memutuskan membantu.

“Lantas saya tanya loh Aman Yaninya ada di mana? Saya perlu berkomunikasi dulu dengan Aman Yani. Saya bilang kan. Dia bilang saat itu Aman Yani ada di Kalimantan,” tutur Ahmad Khotibul.

Ia bahkan meminta agar bisa berkomunikasi langsung dengan Aman Yani untuk memastikan semua keterangan tersebut benar.

“Bisa enggak saya telepon atau berhubungan komunikasi dengan beliau? Dia bilang begini, ‘Bisa aja, Pak. Nanti saya kasih tahu dulu biasanya melalui email saya kasih tahu dia,’” lanjutnya.

Dari situ, Ahmad Khotibul mulai memahami bahwa Ririn ingin menagih utang menggunakan dana pensiun Aman Yani yang disebut tersimpan di bank swasta.

“Nah, dia bilang gini Pak KDM katanya ‘dia itu mau bayar hutang uangnya ada di bank. Dapen gitu dana pensiun itu. Loh kenapa saya bilang karena dia pensiun dini tuh bahasanya begitu,’” kata Ahmad Khotibul.

Meski mengaku sempat merasa persoalan tersebut cukup rumit, Ahmad Khotibul akhirnya tetap bersedia membantu prosesnya.

“Waduh, agak repot juga saya bilang kalau gini mah. Tapi okelah nanti saya pikirkan saya bantu ya. Punya biaya enggak kan perus operasional,” ujar Ahmad Khotibul.

Dalam penjelasannya, Ahmad Khotibul juga mengungkap adanya kesepakatan soal success fee. Ia menyebut mendapat bagian 30 persen dari total utang Rp350 juta yang dibebankan kepada Ririn, ditambah 5 persen dari Aman Yani sehingga totalnya mencapai 35 persen.

Sementara itu, Dedi Mulyadi dalam kasus ini bertindak sebagai investigator independen sekaligus pejabat publik yang ikut mengawal berbagai kejanggalan terkait kasus Aman Yani yang menyita perhatian masyarakat luas.

(anf)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober: Misi Marc Marquez Akhiri Mimpi Buruk di Sirkuit Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober: Misi Marc Marquez Akhiri Mimpi Buruk di Sirkuit Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026 yang kini memasuki hari kedua di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/2026) dimana akan tersaji sesi kualifikasi dan juga Sprint Race.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT