5 Game Android Berbahaya untuk Anak, Ada yang Bisa Merenggut Nyawa
- Pixabay
Jakarta - Game atau permainan diciptakan sebagai sarana hiburan, terlebih game pada ponsel. Semakin berkembangnya teknologi smartphone Android, membuat jenis game ikut berkembang, sehingga banyak game yang memberikan pengalaman interaksi yang seru dan juga memiliki tampilan grafis yang bagus.
Namun dibalik perkembangan tersebut, ada juga dampak berbahaya terlebih jika dimainkan oleh anak-anak. Beberapa game perlu didampingi oleh orang tua untuk menghindari dampak negatif dari permainan tersebut.
Dirangkum dari laman Viva Digital, berikut beberapa game Android yang berbahaya jika dimainkan oleh anak-anak tanpa adanya pengawasan orang tua.
1. Roblox
Roblox memberikan banyak tantangan dalam setiap game onlinenya. Namun, anak diharuskan untuk membeli voucher jika ingin membeli item atau tools jika ingin terus bermain. Hal tersebut membuat mereka kecanduan dan berpotensi menguras kantong orang tuanya.
Hal tersebut dinilai membawa dampak negatif bagi anak-anak, bahkan ada orang tua yang melaporkan game di Roblox karena memiliki unsur pornografi. Inti platform Roblox adalah semua orang dapat membuat dan memainkan game mereka sendiri.
Game ini memang sangat populer di kalangan anak-anak, karena memiliki tampilan dengan warna cerah dan karakter kartun. Namun ada beberapa room atau area game yang tak aman untuk anak-anak dan bisa mereka masuki tanpa sadar.
2. My Friend Cayla
My Friend Cayla merupakan boneka yang cukup populer di Jerman. Boneka ini bisa terkoneksi dengan smartphone android untuk menjalankan beberapa fiturnya. Namun belakangan ini, boneka tersebut dikabarkan menjadi perangkat mata-mata hacker yang memanfaatkan teknologi transmisi radio.
Seperti yang dikutip dari laman Viva, ada laporan Federal Network Agency yang dilansir Mashable para hacker ternyata telah mengakses, mencuri email dan password pengguna dari database My Friend Cayla sejak awal 2017.
Hal tersebut, boneka ini telah dilarang dijual di Jerman, karena dianggap melanggar privasi. Pelarangan itu juga didorong oleh banyaknya komplain yang dilakukan oleh kelompok konsumen kepada US Federal Trade Commission karena boneka itu bisa melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-Anak.
Load more