Kisah 10 Geng Motor Paling Berbahaya di Dunia: Dari Hells Angels hingga Satudarah
- Gambar ilustrasi AI
Sementara itu, Australia memiliki sejarah panjang dengan geng motor luar hukum seperti Finks. Organisasi yang berdiri di Adelaide pada 1960-an ini pernah disebut pemerintah Australia Selatan sebagai ancaman kriminal nomor satu pada 2009 setelah sejumlah anggotanya terseret kasus perdagangan narkoba, penyerangan, hingga dugaan rencana pembunuhan terhadap aparat kepolisian.
3. Satudarah, Geng Motor Berdarah Indonesia yang Mendunia
Di tengah dominasi geng motor asal Amerika dan Australia, terdapat satu nama yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia, yakni Satudarah Motorcycle Club.
Kelompok ini didirikan pada 1990 di Moordrecht, Belanda, oleh komunitas keturunan Maluku. Nama Satudarah berasal dari ungkapan "Katong Satu Dara" yang berarti "kita satu darah" atau satu persaudaraan.
Berbeda dengan sebagian geng motor lain yang membatasi keanggotaan berdasarkan ras tertentu, Satudarah dikenal lebih terbuka terhadap berbagai latar belakang etnis. Faktor tersebut membuat organisasi ini berkembang pesat di sejumlah negara Eropa.
Dalam perkembangannya, Satudarah memiliki chapter di puluhan negara, termasuk Belanda, Belgia, Jerman, Prancis, Spanyol, Malaysia, Thailand, Australia, Kanada, hingga Indonesia.
Meski mengusung semangat persaudaraan, nama Satudarah beberapa kali muncul dalam laporan aparat keamanan Eropa terkait dugaan keterlibatan sejumlah anggotanya dalam perdagangan narkotika, pencucian uang, pemerasan, dan kejahatan terorganisir lainnya.Â
Presiden Satudarah, Angelo Manuhutu, bahkan pernah dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan Belanda dalam kasus pencucian uang.
Selain Satudarah, Selandia Baru juga memiliki sejumlah geng motor besar seperti Mongrel Mob, Black Power, Tribesmen, Head Hunters, Road Knights, Highway 61 MC, hingga Rebels MC.Â
Beberapa di antaranya berkembang menjadi organisasi besar dengan ribuan anggota dan kerap terlibat bentrokan berdarah dalam perebutan wilayah kekuasaan.
Meski demikian, penting dipahami bahwa tidak semua komunitas motor identik dengan kriminalitas. Sebagian besar klub motor di dunia justru bergerak dalam kegiatan sosial, bakti masyarakat, penggalangan dana kemanusiaan, hingga kampanye keselamatan berkendara.Â
Pernyataan American Motorcycle Association puluhan tahun lalu masih relevan hingga kini: mayoritas pengendara motor adalah warga biasa yang taat hukum.
Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara klub motor legal yang berorientasi pada hobi dan persaudaraan dengan geng motor kriminal yang menjadikan identitas komunitas sebagai kedok aktivitas kejahatan terorganisir.Â
Load more