Kakak Yuvita Tolak Permintaan Maaf Taufik Hidayat: Biar Saya yang Menghakimi
- Kolase tvOnenews.com / YouTube CYRHAT BANG Denny Sumargo / tvOneNews
tvOnenews.com - Kakak kandung Yuvita Tri Rezeki, Afif Shandi, dengan tegas menolak permintaan maaf yang disampaikan tersangka Taufik Hidayat usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap adiknya. Afif bahkan meminta agar Taufik Hidayat diserahkan langsung kepada keluarga korban untuk dihakimi sendiri.
Pernyataan keras Afif Shandi ini disampaikan dalam tayangan Kabar Pagi tvOneNews pada Minggu, 28 Juni 2026. Ia mewakili suara keluarga yang selama ini memendam duka mendalam atas penderitaan yang dialami Yuvita selama hampir tiga tahun dalam penyekapan tersangka Taufik Hidayat.
Keluarga korban Yuvita Tri Rezeki menegaskan tidak ada kata maaf yang bisa diberikan kepada tersangka Taufik Hidayat. Perbuatan keji yang dilakukan tersangka dinilai telah menghancurkan masa depan Yuvita dan menyebabkan korban mengalami cacat seumur hidup akibat penganiayaan berat yang diterimanya.
Afif Shandi mengungkapkan bahwa dirinya justru tidak menginginkan hukuman mati bagi tersangka. Baginya, ada hal yang lebih berat dari sekadar hukuman mati, yaitu merasakan sendiri penderitaan yang sama seperti yang telah dialami adiknya selama bertahun-tahun.
"Harapannya kalau saya pribadi untuk pelaku, saya enggak mau pelaku dihukum mati," ujar Afif Shandi.
Afif Shandi kemudian mengungkapkan keinginan terdalamnya sebagai seorang kakak yang menyaksikan adik yang ia banggakan hancur di tangan tersangka. Ia meminta agar pihak kepolisian memberikan kesempatan kepada keluarga untuk menghakimi Taufik Hidayat secara langsung.
"Saya pengin dia diserahkan kepada keluarga, biar saya yang menghakimi dia sebagai apa yang dia perbuat kepada adik saya gitu," kata Afif Shandi.
Rasa sakit Afif Shandi semakin terasa ketika ia mengingat sosok adiknya sebelum kasus ini terjadi. Yuvita adalah sosok yang ia banggakan, namun kini kondisinya jauh berbeda akibat perbuatan tersangka yang tidak berperikemanusiaan.
"Adik yang saya bangga-banggakan dihancurkan sama dia," ucap Afif Shandi dengan penuh kepedihan.
Saat awak media menyampaikan bahwa Taufik Hidayat telah meminta maaf secara terbuka di hadapan publik, Afif Shandi langsung memberikan respons yang tegas. Menurutnya, permintaan maaf tersebut terasa terlalu ringan dibandingkan dengan penderitaan luar biasa yang telah dialami adiknya.
"Kalau saya dari pihak keluarga, enggak ada kata maaf. Dia enteng mau kata maaf, sedangkan adik saya sudah kayak gini, dia bilang minta maaf," tegas Afif Shandi.
Afif Shandi menutup pernyataannya dengan penegasan singkat namun penuh makna yang mencerminkan sikap bulat seluruh keluarga korban terhadap permintaan maaf tersangka Taufik Hidayat.
"Nggak ada sih kata maaf," pungkas Afif Shandi.
Selain menolak permintaan maaf, pihak keluarga Yuvita juga berharap agar tersangka Taufik Hidayat dijatuhi hukuman semaksimal mungkin oleh pengadilan.
Keluarga menilai hukuman seberat-beratnya adalah satu-satunya bentuk keadilan yang bisa sedikit meringankan beban penderitaan yang telah mereka tanggung.
Kasus ini sendiri telah menarik perhatian luas dari masyarakat dan berbagai tokoh publik sejak pertama kali mencuat.
Tersangka Taufik Hidayat kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat dengan sangkaan pasal berlapis, sebuah langkah yang diapresiasi oleh pihak keluarga korban YTR.
Sementara itu, kondisi Yuvita Tri Rezeki sendiri kini dikabarkan terus berangsur membaik.
Ia saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dengan didampingi 40 tenaga kesehatan termasuk dokter spesialis yang siap mendampingi proses pemulihan hingga jadwal operasi dilaksanakan.
Keluarga korban kini hanya bisa berharap agar Yuvita segera pulih sepenuhnya, baik secara fisik maupun mental, dan bisa kembali menjalani kehidupan normalnya.
Sementara proses hukum terhadap tersangka Taufik Hidayat terus berjalan demi memastikan keadilan yang sesungguhnya bagi korban Yuvita Tri Rezeki dan keluarganya.
(anf)
Load more