Harta Gono-gini Ruben Onsu dan Sarwendah Disebut Belum Tuntas, Kuasa Hukum Klaim Sederet Kesepakatan Tak Dijalani
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenews.com - Proses penyelesaian harta bersama pascacerai antara Ruben Onsu dan Sarwendah disebut masih menyisakan persoalan.
Meski kesepakatan pembagian aset diklaim telah tertuang di atas dokumen, pihak Ruben menilai masih ada sejumlah poin yang hingga kini belum terealisasi.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menjelaskan bahwa secara administratif pembagian harta gono-gini memang telah disepakati. Namun, menurutnya, pelaksanaan isi kesepakatan tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya.
- Youtube Nanda Persada dan Reyben Entertainment
"Jadi, harta gono-gini itu belum selesai, ya sampai hari ini belum selesai. Di atas kertas sudah selesai sebenarnya," ujar Minola, dikutip dari YouTube Cumicumicom.
Minola menerangkan bahwa kesepakatan tersebut tidak hanya mengatur pembagian aset, tetapi juga mencakup mekanisme hak bertemu anak serta pembiayaan kebutuhan anak.
"Nah, di sini kan sudah dijelaskan termasuk mengenai masalah jadwal bertemu anak itu 2-3 hari dalam seminggu tuh ada, termasuk tentang nafkah dan pendidikan anak itu bagaimana mekanismenya wajib disampaikan terlebih dahulu kemudian dari diskusi baru diputuskan kan begitu," jelas kuasa hukum Ruben Onsu itu.
Selain itu, Minola mengungkapkan bahwa aset yang diperoleh selama masa pernikahan telah dibagi sesuai kesepakatan.
- YouTube Intens Investigasi
Ia menyebut beberapa properti, termasuk rumah di kawasan Bintaro dan Cilandak, menjadi bagian yang diminta oleh Sarwendah. Namun, menurutnya, rumah-rumah tersebut masih dijaminkan ke bank sehingga kewajiban kreditnya belum sepenuhnya berakhir.
Ia menegaskan bahwa Ruben tetap bersedia melanjutkan pembayaran cicilan sesuai komitmen yang telah dibuat.
Meski demikian, jika di kemudian hari muncul persoalan terkait aset tersebut, Minola menilai tanggung jawabnya seharusnya tetap dipikul bersama.
Pihak Ruben juga mengaku telah beberapa kali meminta dokumen kepemilikan aset yang berdasarkan kesepakatan menjadi hak kliennya.
Namun hingga kini, menurut Minola, dokumen tersebut belum diterima sehingga proses penyelesaian harta bersama dinilai belum benar-benar rampung.
- YouTube TRANS TV Official
Menurut Minola, Ruben tidak mempermasalahkan apabila rumah nantinya dipertahankan untuk ditempati anak-anak. Ia mengklaim kliennya lebih mengutamakan kepentingan buah hati dibanding memperdebatkan pembagian aset.
"Yang pertama enggak ditepatin, anak, enggak pernah dikasih jadwal. Oke, Ruben masih ngalah. Yang kedua tidak pernah disampaikan dan didiskusikan tentang kegiatan nafkah anak. Ruben masih ngalah. Yang ketiga, Ruben bilang, "Mana surat-surat yang menjadi yang tanahnya menjadi bagian kami, hartanya menjadi bagian kami."
Di sisi lain, Minola juga menanggapi kabar mengenai rumah yang belakangan menjadi sorotan publik.
Ia mengaku mendengar informasi bahwa rumah tersebut kini tidak lagi ditempati, namun menegaskan hal itu masih sebatas kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Jadi oleh karena itu ini belum selesai. Makanya kita kasih tahu harusnya yang sudah tidak dibebani kewajiban bagi berdua. Yang masih ada kewajibannya selesaikan berdua juga. Kalau memang mau dijual, jual bersama-sama lagi. Kalau misalnya yang satu ingin memiliki aset itu, ya yang ingin memiliki itu harus membayar 50%," tegasnya.
Ia pun mengingatkan agar berbagai spekulasi yang berkembang tidak langsung dianggap sebagai fakta.
Menurutnya, seluruh persoalan terkait aset dan harta bersama sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme hukum maupun kesepakatan kedua belah pihak, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (asl)
Load more