News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Kasus Femas Yani Arianto WNI yang Hilang di Korea Selatan, Pihak Travel: Sengaja 'Memisahkan Diri'

Fakta-fakta Femas Yani Arianto, WNI asal Madiun yang hilang di Korea Selatan: Pihak travel menduga ia sengaja kabur untuk bekerja secara ilegal.
Selasa, 21 Juli 2026 - 17:08 WIB
Femas Yani Arianto WNI yang Hilang di Korea Selatan
Sumber :
  • X @LambeSahamjja

Perwakilan Berani Backpacker, Wiky Arian, mengatakan dugaan tersebut muncul setelah mereka menelusuri berbagai informasi yang diperoleh selama proses pencarian.

"Awalnya kita menduga tidak senegatif itu sih, tetapi akhirnya kita menduga kuat dia ingin kerja secara ilegal," ujar Wiky.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, Femas diduga sengaja memanfaatkan visa wisata sebagai jalan masuk ke Korea Selatan.

Pihak travel juga menyebut daerah asal Femas termasuk wilayah yang cukup sering dikaitkan dengan kasus peserta wisata yang kemudian memilih bekerja secara ilegal di luar negeri.

Meski demikian, dugaan tersebut hingga kini belum dikonfirmasi secara resmi oleh aparat penegak hukum maupun otoritas imigrasi Korea Selatan.

Sempat Terlacak di Sebuah Masjid

Di tengah proses pencarian, pihak travel sempat memperoleh petunjuk baru.

Mereka menerima video yang menunjukkan Femas berada di sebuah masjid di wilayah Gyeonggi-do pada Kamis hingga Jumat pekan lalu.

Sayangnya, ketika tim hendak melakukan penjemputan, Femas sudah tidak lagi berada di lokasi tersebut.

Hingga kini, keberadaan Femas masih belum diketahui.

Fakta Keluarga Mulai Terungkap

Di tengah ramainya pemberitaan, ibu Femas, MT, mengaku tidak mengetahui bahwa putranya berangkat ke Korea Selatan.

Menurut pengakuannya, Femas hanya berpamitan hendak pergi ke Surabaya.

Ia mengaku baru mengetahui kabar tersebut setelah anak bungsunya melihat unggahan di media sosial mengenai peserta wisata asal Madiun yang menghilang di Korea Selatan.

Kabar tersebut membuat MT mengalami syok hingga jatuh sakit selama beberapa hari.

MT diketahui merupakan seorang janda yang kini membesarkan tiga anak seorang diri setelah suaminya meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Travel Temukan Sejumlah Kejanggalan

Di sisi lain, hasil penelusuran Berani Backpacker mengungkap sejumlah fakta yang menurut mereka berbeda dengan keterangan awal keluarga.

Pihak travel menyebut ibu Femas ternyata menjadi sponsor perjalanan dengan menandatangani dokumen serta mencetak rekening koran yang digunakan dalam proses pengajuan visa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, mereka mengaku menemukan riwayat komunikasi antara Femas dan ibunya yang diduga telah dihapus.

Tak hanya itu, Femas juga diketahui pernah mengikuti pendidikan bahasa di sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang berorientasi pada penempatan tenaga kerja ke Korea Selatan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Live-Action Karya Junji Ito Siap Tayang, Bloody Smart Hadir dengan Teror Psikologis Mencekam

Live-Action Karya Junji Ito Siap Tayang, Bloody Smart Hadir dengan Teror Psikologis Mencekam

Salah satu tayangan yang paling dinantikan adalah Bloody Smart, serial live-action yang diadaptasi dari karya maestro horor Jepang, Junji Ito.
Tegas! KPK Sebut Parsel Hari Raya untuk ASN termasuk Kategori Gratifikasi

Tegas! KPK Sebut Parsel Hari Raya untuk ASN termasuk Kategori Gratifikasi

KPK menegaskan pemberian parsel hari raya kepada aparatur sipil negara (ASN) maupun penyelenggara negara yang berkaitan dengan jabatan termasuk kategori gratifikasi.
Persib Terbebas dari FIFA Registration Ban, Halal Daftarkan Peralta Cs untuk Tatap Piala Presiden

Persib Terbebas dari FIFA Registration Ban, Halal Daftarkan Peralta Cs untuk Tatap Piala Presiden

Dengan dicabutnya nama Persib dari daftar tersebut, maka Maung Bandung halal untuk mendaftarkan pemain baru termasuk Peralta yang akan merasakan debut di turnamen Piala Presiden. 
Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh Dua Tahun Lamanya, Pramono: Mohon Maaf Saya Tidak Tahu pada Waktu Itu

Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh Dua Tahun Lamanya, Pramono: Mohon Maaf Saya Tidak Tahu pada Waktu Itu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta maaf karena baru mengetahui bahwa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, telah roboh selama dua tahun lamanya atau sejak 2024 lalu.
Laba Bersih Jasa Raharja Melonjak 138,54 Persen, Tembus Rp2,3 Triliun pada 2025

Laba Bersih Jasa Raharja Melonjak 138,54 Persen, Tembus Rp2,3 Triliun pada 2025

PT Jasa Raharja (Persero) melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat signifikan sepanjang tahun buku 2025.
Meski Ekonomi Global Bergejolak Minat Liburan Warga ASEAN Tetap Tinggi, Ini Polanya

Meski Ekonomi Global Bergejolak Minat Liburan Warga ASEAN Tetap Tinggi, Ini Polanya

Meski dinamika ekonomi global masih membayangi berbagai sektor, minat masyarakat di kawasan Asia Tenggara untuk bepergian tetap tinggi.

Trending

Erick Thohir Apresiasi Keberhasilan Timnas Indonesia Putri Back To Back Juara Piala AFF, Bukti Sepak Bola Putri di Jalur Tepat

Erick Thohir Apresiasi Keberhasilan Timnas Indonesia Putri Back To Back Juara Piala AFF, Bukti Sepak Bola Putri di Jalur Tepat

Erick Thohir menyebut kesuksesan Timnas Indonesia Putri sebagai bukti nyata perkembangan sepak bola putri berada di jalur yang tepat.
Jasaraharja Putera Umumkan Laba Bersih Tahun Buku 2025

Jasaraharja Putera Umumkan Laba Bersih Tahun Buku 2025

BUMN yang bergerak di bidang asuransi umum yakni PT Jasaraharja Putera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Laporan Keuangan (RUPS LK) Tahun Buku 2025.
Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh Dua Tahun Lamanya, Pramono: Mohon Maaf Saya Tidak Tahu pada Waktu Itu

Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh Dua Tahun Lamanya, Pramono: Mohon Maaf Saya Tidak Tahu pada Waktu Itu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta maaf karena baru mengetahui bahwa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, telah roboh selama dua tahun lamanya atau sejak 2024 lalu.
Tegas! KPK Sebut Parsel Hari Raya untuk ASN termasuk Kategori Gratifikasi

Tegas! KPK Sebut Parsel Hari Raya untuk ASN termasuk Kategori Gratifikasi

KPK menegaskan pemberian parsel hari raya kepada aparatur sipil negara (ASN) maupun penyelenggara negara yang berkaitan dengan jabatan termasuk kategori gratifikasi.
Laba Bersih Jasa Raharja Melonjak 138,54 Persen, Tembus Rp2,3 Triliun pada 2025

Laba Bersih Jasa Raharja Melonjak 138,54 Persen, Tembus Rp2,3 Triliun pada 2025

PT Jasa Raharja (Persero) melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat signifikan sepanjang tahun buku 2025.
Persib Terbebas dari FIFA Registration Ban, Halal Daftarkan Peralta Cs untuk Tatap Piala Presiden

Persib Terbebas dari FIFA Registration Ban, Halal Daftarkan Peralta Cs untuk Tatap Piala Presiden

Dengan dicabutnya nama Persib dari daftar tersebut, maka Maung Bandung halal untuk mendaftarkan pemain baru termasuk Peralta yang akan merasakan debut di turnamen Piala Presiden. 
Meski Ekonomi Global Bergejolak Minat Liburan Warga ASEAN Tetap Tinggi, Ini Polanya

Meski Ekonomi Global Bergejolak Minat Liburan Warga ASEAN Tetap Tinggi, Ini Polanya

Meski dinamika ekonomi global masih membayangi berbagai sektor, minat masyarakat di kawasan Asia Tenggara untuk bepergian tetap tinggi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT