News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

8 Fakta Kasus Pengeroyokan Pria Diduga Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Ternyata Tinggalkan 3 Anak

Fakta-fakta di balik kasus pria diduga maling ayam yang tewas dikeroyok massa di Bali. Korban tinggalkan tiga anak, polisi masih menyelidiki kasus ini.
Minggu, 26 Juli 2026 - 21:18 WIB
Ilustrasi aksi pengeroyokan
Sumber :
  • ChatGPT.com

tvOnenews.com - Kasus tewasnya seorang pria berinisial KD yang diduga maling ayam aduan di Kabupaten Tabanan, Bali, menjadi perhatian luas publik.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/7/2026) dini hari itu tidak hanya memicu perbincangan karena aksi main hakim sendiri, tetapi juga menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, terutama tiga anak yang ditinggalkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), hingga tokoh politik turut angkat bicara.

Berikut sederet fakta yang terungkap dari kasus tersebut.

1. Berawal dari Dugaan Maling Ayam Aduan

Peristiwa tragis ini terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, sekitar pukul 01.30 WITA.

Berdasarkan keterangan kepolisian, KD diduga hendak mencuri seekor ayam aduan milik warga berinisial IWS.

Saat aksinya diketahui, ia berusaha melarikan diri, namun berhasil ditangkap warga.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan bahwa kemarahan warga dipicu oleh keresahan yang telah berlangsung cukup lama akibat maraknya kasus kehilangan ayam di kawasan tersebut.

"Warga sudah cukup lama mengeluhkan kasus kehilangan ternak ayam di wilayah tersebut sehingga saat pelaku tertangkap tangan situasi langsung memanas," ungkapnya.

2. Tewas Dikeroyok Sebelum Polisi Tiba

Emosi massa yang memuncak berujung pada aksi pengeroyokan terhadap KD hingga korban tidak sadarkan diri.

Saat petugas Polsek Baturiti tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WITA, korban sudah meninggal dunia sehingga tidak sempat mendapat pertolongan medis.

Selain menganiaya korban, massa juga membakar sepeda motor yang diduga digunakan KD hingga hangus sebelum diamankan polisi.

Hingga kini penyidik masih mendalami siapa saja yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

3. Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti

Dalam olah tempat kejadian perkara, Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain:

- seekor ayam aduan milik korban pencurian;

- sebilah golok;

- sebuah tas berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai.

Sementara itu, sepeda motor yang digunakan KD tidak dapat dijadikan barang bukti karena telah dibakar massa sebelum polisi datang ke lokasi.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Semara Ratih untuk kepentingan identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.

4. Korban Tinggalkan Tiga Anak

Di balik kasus yang menjadi perhatian nasional ini, terdapat kisah pilu yang menyelimuti keluarga korban.

Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengungkapkan bahwa KD merupakan warga desanya yang telah berkeluarga dan memiliki tiga orang anak.

Anak sulung korban diketahui telah menikah. Sementara anak kedua masih duduk di bangku SMA dan anak bungsunya baru menginjak kelas 1 sekolah dasar.

Sutama mengaku sangat terpukul ketika menjemput jenazah korban.

"Yang membuat saya sedih ketika menjemput jenazah, melihat anak-anaknya menangis kehilangan bapaknya."

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang."

Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana seharusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum, bukan diselesaikan melalui aksi kekerasan.

5. Bupati Tabanan Sampaikan Belasungkawa

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya KD.

Menurutnya, hilangnya satu nyawa merupakan duka yang harus menjadi pembelajaran bersama.

"Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini."

Ia mengingatkan masyarakat agar menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Indonesia adalah negara hukum. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, etika, dan nilai-nilai susila, mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan."

6. Kementerian HAM Turun Tangan

Kasus ini juga mendapat perhatian dari Kementerian Hak Asasi Manusia Wilayah Kerja Provinsi Bali.

Koordinator Kementerian HAM Wilayah Bali, Anak Agung Gede Ngurah Dalem, menegaskan bahwa aksi main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia.

"Kami mengecam keras. Di sisi lain, kami juga mendorong agar proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel."

Selain mengawasi jalannya penyelidikan, Kementerian HAM juga menaruh perhatian terhadap kondisi psikologis keluarga korban, terutama anak korban yang disebut menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Lembaga tersebut mendorong agar aparat tidak hanya memproses para pelaku pengeroyokan, tetapi juga memastikan adanya pendampingan bagi keluarga yang terdampak.

7. Penyelidikan Polisi Masih Berjalan

Kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan belum selesai.

Selain mendalami dugaan maling ayam, penyidik juga memeriksa seluruh rangkaian kejadian yang menyebabkan KD meninggal dunia.

Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah saksi, hasil olah TKP, identifikasi forensik, serta berbagai alat bukti lain untuk memastikan kronologi secara utuh.

Dalam hukum pidana Indonesia, dugaan pencurian maupun pengeroyokan merupakan dua perkara yang berbeda.

Dugaan pencurian tetap harus dibuktikan melalui proses hukum, sementara tindakan main hakim sendiri yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang juga dapat menimbulkan konsekuensi pidana bagi para pelakunya apabila terbukti memenuhi unsur tindak pidana.

8. Desa Gelar Upacara Mecaru untuk Pulihkan Keharmonisan

Selain proses hukum, masyarakat Desa Batunya juga menempuh langkah adat sebagai bentuk pemulihan kondisi pascainsiden.

Pemerintah Desa Batunya bersama desa adat setempat berencana menggelar upacara mecaru, yakni ritual dalam tradisi Hindu Bali yang bertujuan memulihkan keseimbangan dan keharmonisan alam secara niskala setelah terjadi peristiwa yang dianggap membawa ketidakharmonisan.

Perbekel Desa Batunya, I Made Riasa, mengatakan waktu pelaksanaan masih dikoordinasikan dengan desa adat dan diperkirakan digelar bertepatan dengan Hari Purnama.

Di sisi lain, pengamanan di wilayah tersebut juga diperketat melalui peningkatan patroli pecalang agar situasi tetap kondusif.

"Kejadian sudah terjadi. Mari kita berpikir bijak bagaimana ke depan supaya hal seperti ini tidak terulang lagi," ajak Riasa.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keresahan masyarakat akibat maraknya tindak kriminal tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan aksi main hakim sendiri.

Hingga kini, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi guna mengungkap secara utuh peristiwa yang menyebabkan meninggalnya KD.

(tsy)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BGN Ungkap Terima Banyak Permintaan dari Sekolah yang Belum Dapat MBG

BGN Ungkap Terima Banyak Permintaan dari Sekolah yang Belum Dapat MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan pihaknya menerima banyak permintaan dari sekolah yang belum mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Profil 3 ASN Dinas Pertanian Jayawijaya yang Tewas Jadi Korban Penembakan KKB

Profil 3 ASN Dinas Pertanian Jayawijaya yang Tewas Jadi Korban Penembakan KKB

Berikut profil singkat tiga ASN pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melakukan pemutakhiran data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan pihaknya
Kejar Ekonomi 8 Persen, Pemerintah Kirim 32 Aparatur ke China untuk Belajar Negosiasi

Kejar Ekonomi 8 Persen, Pemerintah Kirim 32 Aparatur ke China untuk Belajar Negosiasi

Sebanyak 32 aparatur Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dikirim ke RRT untuk memperkuat kemampuan negosiasi ekonomi internasional agar dapat mencapai
Rekomendasi 5 Drama Korea Pesisir Pantai yang Cocok untuk Healing

Rekomendasi 5 Drama Korea Pesisir Pantai yang Cocok untuk Healing

Rekomendasi 5 drama Korea berlatar pantai yang cocok untuk healing, mulai dari Hometown Cha-Cha-Cha hingga Azure Spring dengan kisah hangat dan menenangkan.
Spoiler Terikat Janji Episode 160: Penyamaran Terbongkar, Dipa Mencoba Celakai Reza?

Spoiler Terikat Janji Episode 160: Penyamaran Terbongkar, Dipa Mencoba Celakai Reza?

Spoiler Terikat Janji episode 160: Penyamaran terbongkar, Dipa menjebak dan mencoba mencelakai Reza? Akankah Sena dkk berhasil menyelamatkannya?

Trending

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Kolaborasi Polsek Bantan bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika membuahkan hasil. Sebanyak 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polsek Bantan, Rabu(9/9/2026).
Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Tepat pada Kamis, 10 September 2026 seharusnya menjadi hari ulang tahun Fajar Sahrudin yang ke-31 tahun. Unggahan terbaru FS muncul dan mengundang perhatian
AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

Upaya diplomatik untuk mendesak sekutu-sekutu NATO agar membantu membubarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendiriannya, sedang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 12 September 2026: Rezeki dan Kabar Baik Menghampiri

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 12 September 2026: Rezeki dan Kabar Baik Menghampiri

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 12 September 2026: Ada rezeki dan kabar baik menyertai.
Soal Jasad Fajar Sahrudin di GBK, Pengelola: Kita Kumpulkan Bukti Termasuk CCTV

Soal Jasad Fajar Sahrudin di GBK, Pengelola: Kita Kumpulkan Bukti Termasuk CCTV

Kematian Fajar Sahrudin di area Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, masih menjadi perhatian. Pengelola GBK kini mengumpulkan bukti dan rekaman CCTV.
Doan Van Hau Bikin Ulah Lagi, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Buat Pelanggaran Keras dan Rugikan Vietnam Jelang FIFA ASEAN Cup

Doan Van Hau Bikin Ulah Lagi, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Buat Pelanggaran Keras dan Rugikan Vietnam Jelang FIFA ASEAN Cup

Doan Van Hau kembali menjadi sorotan setelah melakukan pelanggaran keras di V.League 26/27. Bek Vietnam itu menerima kartu merah usai bikin lawan cedera parah.
Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT