Misteri Kasus Kematian dr. Siti Zahra Maghfira Terjawab, Begini Penjelasan Lengkapnya
- dok.kolase tvOnenews.com / akun @asosiasi.pidi.pidgi/@rumpi_gosip
Jakarta, tvOnenews.com- Misteri kasus kematian dokter internship, dr. Siti Zahra Maghfira akhirnya terjawab. Ini sebagaimana keterangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hari ini (29/7) diumumkan.
Dalam hasil investigasi Kemenkes, dijelaskan telah melakukan serangkaian aspek-aspek yang berkaitan dengan dr Siti Zahra Maghfira yang tewas terjatuh dari Apartemen di Kalibata, Jakarta. Salah satunya adanya pemeriksaan dengan melihat riwayat hasil pemeriksaan kesehatan atau MCU dan Lingkungan Kerja.
Seperti diketahui, dokter Siti Zahra alias dokter SZM itu mengikuti program internship dokter Indonesia (PIDI) di RS Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat kurang lebih 3 bulan. Peristiwa ini pun memicu tanda tanya besar, mengapa?.
- tvOnenews.com - ANF
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, Kemenkes menjelaskan setiap dokter sebelum masuk ke Wahana (istilah tempat Internship), tempatnya bisa Klinik atau Rumah Sakit. Diawal prosesnya ada skrining kesehatan dengan MCU.
Namun melihat adanya dokter internship tutup usia selama proses PIDI, ternyata memiliki penyakit atau gangguan kesehatan. Hal inilah yang disentil Kemenkes agar setiap pembimbing dari setiap dokter internship bisa melakukan pendekatan yang baik, dan memastikan kondisi rekan sehat.
"penyebab dari keenam dokter itu semua karena sakit, karena ada sakit yang diderita. Hanya ada satu kasus terkait karena tata kelola jam kerja atau overtime dalam penyelenggaraan internship program," kata dr Yuli, dalam Konferensi di Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu (29/7).
Setalah dilakukan pemeriksaan ada beberapa mengalami sakit yang diminta pihak keluarga untuk tidak dipublikasikan. Sementara dalam kasus kematian dr. Siti Zahra ternyata ada gangguan kesehatan jiwa.
Diketahui adanya obat-obatan yang dikonsumsi. Namun kemenkes tidak mejelaskan secara rinci apa saja obatnya, dan spesifik gangguan kesehatan seperti apa.
Bahkan dari hasil penelusuran juga disebutkan tempat kerja almarhum tidak bermasalah. Justru terbilang suportif, atau tidak ada dugaan miring yang beredar tetapi ada konsumsi obat terapi.
"Ternyata setelah dicek, rupanya kita tidak tahu mereka punya riwayat sakit. Oh, semenjak koas dia mengonsumsi obat itu. Itu menjadi catatan yang harus clear," jelas Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes RI, Yuli Farianti dalam konferensi.
Load more