Pernyataan Resmi RSUD Ruteng usai Dokter Beni Hina Yurizal Tri Chaerawan Pasien BPJS yang Meninggal Dunia
- Instagram/@rsudrutengofficial
"Pelayanan yang humanis dan profesional akan terus kami jaga. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat. Mari bersama-sama kita membangun pelayanan kesehatan yang lebih baik."
Sebelumnya, seorang pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan membuat sebuah utas pada 22 Juli 2026. Ia mengeluh tidak kunjung mendapat layanan rumah sakit setelah menunggu delapan jam.
Almarhum menduga penyebab dirinya tidak mendapat ruang rawat inap selama berjam-jam. Hal ini tak lepas sebagai pasien pengguna BPJS Kesehatan.
"8 jam belum dapat ruangan. Enggak mau spill RS-nya, soalnya gue pakai BPJS," tulis Yurizal.
Unggahan itu justru mengundang sejumlah komentar nirempati diduga dari dokter, tenaga medis, serta nakes. Salah satu cuitan mengguncang publik datang dari akun @bennychrstn milik dokter Beni.
"Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Enggak ada hubungannya sama BPJS atau enggak BPJS yang pakai banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, enggak cuma lu sendiri," kata dokter Beni.
Dokter RSUD Ruteng itu semakin memberikan komentar menohok. Ia tidak habis pikir dengan cara berpikir Yurizal Tri Chaerawan.
"Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," ucapnya.
(hap)
Load more