News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ruben Onsu Hentikan Nafkah Anak karena Sulit Bertemu, 2 Praktisi Hukum Ingatkan Risikonya

Ruben Onsu menghentikan nafkah anak sejak Desember karena sulit bertemu. Simak penilaian 2 praktisi hukum soal dampaknya bagi Sarwendah dan hak asuh.
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:29 WIB
Ruben Onsu, Sarwendah, dan Anak-anak
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Just Ruben / Instagram @sarwendah29

tvOnenews.com - Ruben Onsu menghentikan nafkah anak sejak Desember 2025 karena merasa kesulitan bertemu dengan anak-anaknya setelah berpisah dari Sarwendah. Keputusan tersebut kemudian mendapat sorotan dua praktisi hukum yang menilai penghentian nafkah anak dapat berdampak terhadap posisi Ruben dalam perkara hak asuh.

Ruben Onsu diketahui menghentikan pengiriman uang nafkah bulanan untuk anak-anaknya sejak Desember 2025. Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan keberatannya terhadap akses untuk bertemu dengan anak-anak setelah perpisahannya dengan Sarwendah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain persoalan akses, pihak kuasa hukum Ruben Onsu juga pernah menjelaskan bahwa penghentian nafkah anak berkaitan dengan tidak adanya rincian biaya yang transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, keputusan tersebut tidak semata-mata dikaitkan dengan persoalan pertemuan Ruben dengan anak-anaknya.

Selama nafkah anak dihentikan, Sarwendah menyatakan tetap memenuhi berbagai kebutuhan ketiga anaknya. Kebutuhan tersebut mencakup biaya hidup sehari-hari, pendidikan, hingga kesehatan yang disebut ditanggung menggunakan tabungan pribadi Sarwendah.

Di tengah persoalan tersebut, Ruben Onsu juga mengajukan gugatan hak asuh anak. Gugatan itu dilatarbelakangi perasaan Ruben bahwa aksesnya untuk bertemu dengan anak-anak dipersulit setelah dirinya dan Sarwendah berpisah.

Selain persoalan akses bertemu anak, terdapat pula persoalan mengenai kehadiran pihak asing di rumah yang masih berstatus sebagai harta bersama. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Ruben mengambil langkah hukum untuk meminta agar kesepakatan sebelumnya mengenai hak asuh yang diberikan kepada Sarwendah dibatalkan.

Ruben kemudian berharap hak asuh anak dapat beralih kepadanya melalui proses hukum. Namun, keputusan menghentikan nafkah anak justru mendapat perhatian dari praktisi hukum karena kewajiban orang tua terhadap kebutuhan anak dinilai tetap harus dipenuhi terlepas dari persoalan yang terjadi antara kedua orang tua.

1. Agustinus Nahak 

Praktisi hukum Agustinus Nahak turut menyoroti keputusan Ruben Onsu menghentikan nafkah anak. Menurutnya, jika benar penghentian tersebut dilakukan karena Ruben merasa tidak diberikan kesempatan bertemu anak-anak, keputusan itu justru dapat menjadi persoalan dalam proses hukum hak asuh.

Dalam tayangan Intens Investigasi, Agustinus Nahak menyebut informasi mengenai penghentian nafkah anak perlu dilihat secara lebih lanjut. Ia menilai keputusan tersebut tidak seharusnya diambil hanya karena persoalan hubungan Ruben dengan Sarwendah.

“Tapi, saya dengar bahwa informasi itu benar salah bahwa Ruben juga karena tidak diberikan kesempatan untuk bertemu sama anak-anak, Ruben juga menghentikan nafkah kepada anak-anaknya sudah berapa bulan,” ucap Agustinus Nahak dalam tayangan Intens Investigasi.

Agustinus kemudian menilai Ruben sebaiknya tidak menghentikan nafkah anak meskipun sedang menghadapi persoalan dengan mantan istrinya. Menurutnya, keputusan tersebut justru dapat membuka peluang bagi Sarwendah untuk kembali mendapatkan posisi yang lebih kuat dalam pengasuhan anak.

“Nah, ini yang menurut saya kepada Pak Ruben itu tidak boleh kamu lakukan. Apa pun masalah sama mantan istrimu, kamu tidak ada hubungan hukum lagi. Yang mana ketika kamu tidak memberikan nafkah kepada anak-anak, sudah kesepakatan itu peluang besar untuk Sarwendah kembali mengasuh anak-anak itu,” tuturnya.

2. Jajang Junius

Pandangan serupa disampaikan praktisi hukum Jajang Junius. Ia menilai seorang ayah tidak seharusnya menunda atau menghentikan pemberian nafkah kepada anak hanya karena mengalami kendala dalam bertemu dengan anak.

Menurut Jajang, hak anak untuk memperoleh nafkah tidak semestinya dikaitkan dengan persoalan pribadi antara ayah dan ibu. Kebutuhan anak tetap menjadi tanggung jawab orang tua sehingga masalah antara mantan suami dan istri tidak seharusnya membuat kebutuhan anak ikut terdampak.

Saat ditanya apakah alasan sulit bertemu anak dapat diterima secara logika untuk menunda nafkah, Jajang memberikan jawaban tegas. Ia menilai apa pun persoalan yang terjadi, anak tetap memiliki hak untuk mendapatkan nafkah dari orang tuanya.

“Enggak. Apa pun alasannya, anak itu berhak mendapat nafkah. Lah, masa sih gara-gara mantan istri enggak baik sama dia lalu anak dikorbankan, enggak dikasih makan, lah. You sayang sama anak apa enggak? Kok jadi alasan karena istri enggak baik sama mantan suami. Mantan suami terus enggak peduli masalah nafkah itu. Itu kan enggak masuk di logika dan hati nurani, gitu loh,” ucap Jajang dalam tayangan Seleb Oncam News.

Jajang juga menekankan bahwa persoalan akses bertemu anak seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menghentikan pemberian nafkah. Menurutnya, masih terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan seorang ayah untuk memenuhi kebutuhan anak meskipun komunikasi dengan mantan pasangan sedang bermasalah.

“Apa pun masalah mereka, anak tuh tetap menjadi prioritas mereka. Ya kan, kalau masalah kami bisa transfer. Iya, toh? Atau bisa kirim lewat orang lain. Jangan menjadi masalah gara-gara enggak dikasih kesempatan bertemu. Lalu anaknya menjadi kayak tempat tumbal balas dendam. Ini kan jadi balas dendam, anaknya korban,” kata Jajang.

Ia menilai kebutuhan anak tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan materi, tetapi juga mencakup perlindungan serta kesejahteraan secara menyeluruh. Karena itu, penghentian nafkah dinilai tidak tepat jika dijadikan bentuk protes atas persoalan yang terjadi antara kedua orang tua.

“Menurut saya, itu enggak dapat diterimalah cara sebagai seorang ayah, gitu. Anak yang masih butuh perlindungan, perlu nafkah, baik jasmani, rohani, kesehatan mental, gitu. Enggak bisa gitu,” pungkas Jajang.

Lebih lanjut, Jajang menyebut penghentian pemberian nafkah kepada anak dapat menimbulkan konsekuensi hukum apabila kewajiban tersebut memang seharusnya tetap dijalankan. Ia bahkan menilai kondisi tersebut berpotensi masuk dalam kategori penelantaran anak apabila unsur-unsurnya terpenuhi.

“Itu bisa masuk kategori melakukan perbuatan melawan hukum, loh. Si Ruben kalau tidak menafkahi anaknya itu Ruben bisa dikategori menjadi penelantaran anak, loh,” ujar Jajang.

Sementara itu, dalam perkara hak asuh, posisi orang tua tetap akan dinilai berdasarkan kepentingan terbaik bagi anak. Anak yang masih berusia di bawah 12 tahun pada umumnya cenderung berada dalam pengasuhan ibu, meskipun kondisi tersebut bukan berarti hak asuh tidak dapat berubah apabila terdapat alasan dan bukti hukum yang kuat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian, penghentian nafkah anak menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam persoalan Ruben Onsu dan Sarwendah. Dua praktisi hukum sama-sama menilai kewajiban terhadap anak seharusnya tetap dipisahkan dari konflik antara orang tua, terlebih ketika Ruben saat ini tengah memperjuangkan hak asuh anak melalui jalur hukum.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BGN Hentikan Permanen Operasional 4 SPPG, 10.112 Penerima MBG Dialihkan

BGN Hentikan Permanen Operasional 4 SPPG, 10.112 Penerima MBG Dialihkan

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan secara permanen operasional empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
RDTR Wilayah Perencanaan Miangas-Marampit Dibahas, BNPP RI dan ATR/BPN Perkuat Penataan Kawasan Perbatasan

RDTR Wilayah Perencanaan Miangas-Marampit Dibahas, BNPP RI dan ATR/BPN Perkuat Penataan Kawasan Perbatasan

BNPP dan ATR/BPN bahasa sinkronisasi tata ruang pulau-pulau kecil terluar, pengembangan ekonomi, hingga rencana pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan.
Mengapa Koneksi Internet Stabil Penting Saat Puluhan Perangkat Terhubung Bersamaan?

Mengapa Koneksi Internet Stabil Penting Saat Puluhan Perangkat Terhubung Bersamaan?

Ketika puluhan perangkat terhubung bersamaan, WiFi menjadi bagian penting dari operasional cafe. Ini faktor yang perlu diperhatikan sebelum memilih internet
Ruangan Terlihat Bersih, Tapi Bagaimana dengan Kualitas Udaranya? Perubahan Udara Ruang Pasien Kini Diprediksi AI

Ruangan Terlihat Bersih, Tapi Bagaimana dengan Kualitas Udaranya? Perubahan Udara Ruang Pasien Kini Diprediksi AI

Kualitas udara ruang pasien dapat berubah tanpa terlihat. Teknologi IoT dan AI kini digunakan untuk memantau NO2, CO2, dan TVOC sekaligus memprediksi kondisinya.
Industri Arsitektur Tak Lagi Sekadar Soal Desain, Kolaborasi Jadi Kunci di Tengah Perubahan Properti

Industri Arsitektur Tak Lagi Sekadar Soal Desain, Kolaborasi Jadi Kunci di Tengah Perubahan Properti

Industri arsitektur dan konstruksi global menghadapi tuntutan digitalisasi, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor. Bagaimana peluangnya di Indonesia?
5 Anime Isekai Action Terbaik yang Karakter Utamanya Overpowered

5 Anime Isekai Action Terbaik yang Karakter Utamanya Overpowered

5 rekomendasi Anime isekai action dengan karakter utama overpower, mulai dari Rudeus, Ainz, Cid, Subaru hingga Rimuru yang punya kekuatan unik.

Trending

BGN Hentikan Permanen Operasional 4 SPPG, 10.112 Penerima MBG Dialihkan

BGN Hentikan Permanen Operasional 4 SPPG, 10.112 Penerima MBG Dialihkan

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan secara permanen operasional empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Pevoli China, Zhong Hui yang menggantikan Megawati Hangestri sebagai pemain Asia di Red Sparks, mendapatkan banyak dukungan dari volimania jelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026-2027.
Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Video mesum a day in my life berseliweran di medsos, dengan banyak potongan pendek video. Namun hal ini masih menunggu keterangan selanjutnya dari Kepolisian.
Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Kurang lebih setahun dijaga oleh Ko Hee-jin, kini nomor punggung 8 milik Megawati Hangestri di Red Sparks secara resmi diberikan kepada pemain lain musim depan.
Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Inilah kumpulan fakta dari kasus Savanna Azzahra atau Anne, gadis yang kakaknya akui berselingkuh dengan calon suaminya hanya H-3 sebelum prosesi pernikahan.
Deretan Calon Bestie Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, 4 Nama Ini Paling Sering Jadi Sorotan

Deretan Calon Bestie Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, 4 Nama Ini Paling Sering Jadi Sorotan

Megawati Hangestri kini menjalani petualangan baru bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea. Mengenal empat pemain yang bisa menjadi calon bestie Megatron.
Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, merasa cukup beruntung dengan kembalinya para pemain diaspora ke skuadnya. Meski begitu, Jay Idzes dan Dony Tri Pamungkas gagal tampil akibat cedera.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT