Buntut Diduga Hina Nabi Muhammad SAW, Abah Setu di Bekasi Digeruduk Massa hingga Dipanggil Polisi
- Facebook/Sastrawan Tarigan
Bekasi, tvOnenews.com - Sosok Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi mendadak viral di media sosial. Perhatian publik tak lepas bahwa ia diduga telah menghina Nabi Muhammad SAW.
Abah Setu diduga menghina Nabi Muhammad SAW dalam sebuah siaran langsung. Potongan video tersebut menuai gelombang amarah publik di ruang media sosial.
Bahkan Majelis Dzikir Nurul Hikam juga digeruduk oleh massa pada Senin, 7 September 2026 malam. Warga berdalih aksi itu menyusul pernyataan Abah Setu diduga telah menghina Nabi Muhammad SAW.
Dilihat tvOnenews.com dari video yang beredar di media sosial, Kamis (10/9/2026), warga tampak berkumpul di depan majelis. Salah seorang warga menghadirkan aparat penegak hukum agar kasus dugaan penghinaan Nabi Muhammad SAW oleh Abah Setu diproses secara hukum.
"Personel Polres Metro Bekasi dan Polsek Cikarang Barat hadir di lokasi saat kejadian untuk meminta klarifikasi terkait video yang mereka nilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (9/9/2026).
Awal Mula Abah Setu Diduga Menghina Nabi Muhammad SAW
- Istimewa
Polemik Abah Setu diduga menghina Nabi berawal dari rekaman siaran langsung di media sosial yang berujung viral di media sosial. Dalam video tersebut, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam itu sedang berbicara dengan jemaahnya.
Di tengah-tengah itu, Abah Setu menyinggung soal Nabi Muhammad SAW. Ia bahkan menyebut bahwa pengikutnya 'terjebak syariat dan melontarkan pernyataan kontroversi diduga mengandung unsur penghinaan terhadap Nabi SAW.
Lebih lanjut, Abah Setu memperintahkan pengikutnya tidak perlu ikut mengaji di Majelis Dzikir Nurul Hikam. Seruan itu menjadi cikal bakal mengundang reaksi publik dan warga berbentuk massa menggeruduk majelisnya.
Polisi Redam Amukan Massa
Kombes Budi menyampaikan bahwa personel Polres Metro Bekasi dan Polsek Cikarang Barat turun tangan di tengah ketegangan tersebut. Hal ini bertujuan untuk meredam amarah massa yang mendesak agar Abah Setu diproses secara hukum atas video viral tersebut.
Kehadiran pihak kepolisian pada malam itu, kata Budi, untuk mencegah terjadinya gesekan. Ia mengetahui warga mendatangi majelis tersebut untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan Abah Setu yang beredar di media sosial.
"Petugas mengimbau warga tetap tenang, tidak main hakim sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui laporan kepolisian," ucap Budi.
Abah Setu Beri Pengakuan
Imbauan dari pihak kepolisian membuat warga akhirnya membubarkan diri pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Mereka meninggalkan lokasi majelis dengan situasi aman dan kondusif.
Di momen itu, polisi langsung memintai keterangan Abah Setu. Dalam hasil pemeriksaan awal pada Selasa (8/9/2026), pria bernama Asep Setiawan itu mengklaim dirinya tidak merasa menghina Nabi SAW.
Abah Setu menyebut video yang beredar merupakan hasil dari akal imitasi atau teknologi artificial intelligence (AI). Pasalnya rekaman tersebut yang merebak berupa potongan video.
"Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI," ungkap Budi.
Lanjut Budi, pimpinan majelis tersebut juga telah bersedia untuk berdialog. Abah Setu bahkan juga ingin memberikan klarifikasi sehingga meminta polisi menggelar mediasi dan telah dijadwalkan pada hari ini, Kamis, 10 September 2026.
"Mediasi di Polres Metro Bekasi," tukas Budi.
(hap)
Load more