Karhutla Masih Terjadi, Andrew Kalaweit Ungkap Lokasi di Kalteng, Ada Tambang Emas Ilegal
- Kolase tvOnenews.com / Threads @andrewkalaweit / Instagram @andrewkalaweit
tvOnenews.com - Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan hingga September 2026. Andrew Kalaweit kembali membagikan kondisi titik api yang ditemukan di Kalteng, tepatnya di kawasan Simpang 4 Betapah, jalur Palangkaraya-Muarateweh, dan menyebut adanya Tambang Emas Ilegal di sekitar lokasi.
Andrew Kalaweit mengungkap foto tersebut diambil pada Rabu, 9 September 2026. Dalam unggahannya sehari kemudian, aktivis lingkungan itu menunjukkan kondisi kebakaran hutan serta hasil pengamatan menggunakan drone di lokasi yang disebut berada di Kalteng.
Melalui unggahan tersebut, Andrew Kalaweit juga memberikan keterangan mengenai foto yang dibagikannya. Ia menyebut masih terdapat titik api di Kalimantan dan salah satu lokasi yang dipotretnya berada di kawasan Simpang 4 Betapah, jalur Palangkaraya-Muarateweh.
Andrew Kalaweit Ungkap Titik Api di Kalteng
Andrew mengatakan foto tersebut diambil pada 9 September 2026. Ia kemudian mengunggahnya pada Kamis, 10 September 2026, sembari memberikan keterangan mengenai kondisi Karhutla yang masih ditemukan di wilayah Kalimantan.
“9 September 2026 masih ada titik api di Kalimantan,” tulis Andrew Kalaweit, 10 September 2026.
Andrew kemudian menjelaskan isi foto pertama dan kedua yang dibagikannya. Menurutnya, setelah lokasi didekati menggunakan drone, terlihat adanya aktivitas yang disebut sebagai tambang emas ilegal di sekitar kawasan kebakaran.
“Foto 1-2: Kebakaran hutan dan setelah didekati pakai drone kebetulan ada tambang emas ilegal…,” tulis Andrew.
![]()
Andrew Kalaweit Ungkap Lokasi Karhutla Kalteng. (Sumber: Threads @andrewkalaweit)
Sementara itu, Andrew tidak memberikan penjelasan mengenai foto ketiga yang turut diunggahnya. Ia hanya menuliskan keterangan singkat pada foto tersebut tanpa menjelaskan kondisi atau objek yang terlihat di dalamnya.
“Foto 3:……” tulis Andrew.
![]()
Andrew Kalaweit Ungkap Lokasi Karhutla Kalteng. (Sumber: Threads @andrewkalaweit)
Berdasarkan foto ketiga yang dibagikan, terlihat area yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit. Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian dari warganet yang ikut menyoroti kondisi lokasi dan mempertanyakan sejumlah hal terkait area perkebunan yang terlihat berdekatan dengan titik Karhutla.
Lokasi Karhutla Disebut di Jalur Palangkaraya-Muarateweh
Andrew turut memberikan keterangan mengenai lokasi foto yang dibagikannya. Ia menyebut titik tersebut berada di Simpang 4 Betapah, tepatnya di jalur antara Palangkaraya dan Muarateweh, Kalimantan Tengah.
“Lokasi: Simpang 4 Betapah / jalan Palangkaraya-Muarateweh. Kalteng,” tulis Andrew Kalaweit.
Unggahan tersebut menjadi perhatian karena Andrew tidak hanya memperlihatkan kondisi kebakaran hutan, tetapi juga menyebut adanya tambang emas ilegal yang terlihat setelah lokasi didekati menggunakan drone. Temuan tersebut disampaikan Andrew dalam konteks dokumentasi kondisi lapangan.
Andrew bersama ayahnya, Chanee Kalaweit, sebelumnya juga aktif membagikan perkembangan Karhutla di Kalimantan. Melalui divisi ANUA atau Aksi Nyata Untuk Alam dari Yayasan Kalaweit Indonesia, mereka turut melaporkan kondisi kebakaran yang mengancam kawasan hutan yang mereka jaga.
Kebakaran disebut telah mendekati kawasan hutan lindung privat yang dijaga Yayasan Kalaweit Indonesia, termasuk kawasan Hutan Ruji. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan pada Agustus hingga September 2026.
Dinas Kehutanan Kalteng Lakukan Pemadaman
Di sisi lain, Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng juga melaporkan penanganan Karhutla pada Rabu, 9 September 2026. Berdasarkan informasi Posko Dalkarhutla, pemadaman lanjutan dilakukan di Jalan Datu Mangku, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya.
Petugas melaporkan adanya area yang terbakar dan melakukan pemadaman serta pembatasan penjalaran api. Luas area yang berhasil dipadamkan tercatat sekitar 0,28 hektare. Tim juga melakukan pendinginan setelah proses pemadaman berlangsung di lokasi.
Dalam penanganan tersebut, personel yang terlibat antara lain petugas Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, petugas pemadaman darat, BPBD Provinsi Kalteng, BPK Al Khairat, BPK Bimaraya, dan BPK Berkat Usaha.
Kondisi lapangan dilaporkan berupa semak belukar serta sejumlah jenis vegetasi seperti pohon geronggang, pohon tumih, pohon kakatang, kalakai, pakis-pakisan, purun danau, dan tanaman penjalar. Api juga dilaporkan mendekati kebun sawit warga serta kolam pemancingan.
Petugas menggunakan sejumlah sarana untuk menangani kebakaran, termasuk mobil tangki berkapasitas 4.000 liter dan 10.000 liter, mobil Slip On dan Rescue, mesin pompa, selang tembak, konektor, nozzle, alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Sumber air untuk pemadaman berasal dari mobil tangki berkapasitas 4.000 liter dan 10.000 liter serta kolam terdekat. Lokasi juga memiliki akses jalan dengan jarak sekitar 15 meter dan tanah kosong sekitar 20 meter dari area penanganan.
Fungsi kawasan tempat pemadaman tersebut tercatat sebagai Area Penggunaan Lain. Tim melakukan pemadaman, pembatasan penjalaran api, serta pendinginan untuk mencegah api kembali menyebar.
Proses pemadaman di lokasi tersebut berakhir pada pukul 18.37 WIB. Sementara itu, unggahan Andrew Kalaweit mengenai titik api di jalur Palangkaraya-Muarateweh kembali menjadi perhatian warganet, terutama setelah ia menyebut adanya tambang emas ilegal yang terlihat dari pengamatan menggunakan drone.
(anf)
Load more