Tak Terima Rekaman Video Call Ruben Onsu Disebarkan Sarwendah, Firdaus Oiwobo: Kenapa Baru Upload?
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 @ruben_onsu
Firdaus pun memilih menjaga batasan agar tidak mencampuri pekerjaan pengacara yang telah ditunjuk Ruben.
"Jadi menurut gue, biarkan aja itu bergulir, gua enggak bisa masuk dalam ranah itu karena itu urusan pengacara-pengacaranya, karena gua menjaga etika ya," tuturnya.
Firdaus kembali menegaskan kesediaannya memberikan bantuan apabila Ruben membutuhkannya. Ia bahkan menggunakan istilah khasnya untuk menggambarkan kesiapan tersebut.
"Tapi yang jelas kalau dia butuh bantuan gua, gua siap nge-bulldozer semuanya gitu," kata Firdaus.
Polemik rekaman video call Ruben Onsu sebelumnya memang telah berujung pada langkah hukum.
Berdasarkan pemberitaan detikcom dan tvOnenews.com pada 13 Oktober 2026, Ruben membuat dua laporan polisi dengan pokok perkara yang berbeda.
Laporan pertama berkaitan dengan dugaan akses ilegal terhadap akun atau data pribadi Betrand Peto.
Sementara itu, laporan lainnya menyangkut dugaan pencemaran nama baik yang berkaitan dengan rekaman video call Ruben.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyampaikan bahwa pihaknya mempersoalkan dugaan perekaman tanpa izin serta penyebaran rekaman yang dinilai merugikan kliennya.
Dugaan tersebut masih harus ditelusuri melalui proses hukum.
Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Pablo Benoa, menyatakan bahwa kliennya memperoleh izin dari pria berinisial Y, yang disebut sebagai lawan bicara Ruben dalam rekaman tersebut, untuk mengunggah video. Pernyataan itu menjadi bagian dari tanggapan pihak Sarwendah terhadap polemik yang berkembang.
Di tengah ramainya perbincangan warganet, Firdaus juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat sisi negatif seseorang. Ia mengajak publik untuk menyikapi persoalan tersebut secara lebih bijak.
"Hal yang positifnya diambil, hal yang negatifnya dibuang, itu aja," ujar Firdaus.
Ia kemudian menegaskan pentingnya mengedepankan sikap bijaksana ketika menilai orang lain.
"Orang yang bijak ngapain lu pusing sama hal negatif orang," pungkasnya.
(tsy)
Load more