YE Live di GBK 24 Oktober, Jakarta Bidik Peluang Ekonomi dari Puluhan Ribu Pengunjung
tvOnenews.com - Konser musik internasional tidak hanya mendatangkan penonton ke stadion. Ketika puluhan ribu orang datang dari berbagai daerah dan negara, kebutuhan transportasi, penginapan, makanan, hingga belanja juga berpotensi meningkat.
Peluang inilah yang mengiringi penyelenggaraan YE Live in Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Penyelenggara memproyeksikan lebih dari 30.000 pengunjung dari luar Jakarta akan datang untuk menyaksikan konser tersebut.
Dari jumlah itu, lebih dari 20.000 orang diperkirakan berasal dari luar negeri. Jika proyeksi tersebut terealisasi, dampak kegiatan tidak hanya dirasakan oleh industri pertunjukan, tetapi juga sektor usaha yang melayani kebutuhan pengunjung selama berada di Jakarta.
Konser ini menghadirkan Ye, nama panggung yang digunakan rapper dan produser musik asal Amerika Serikat, Kanye West. Sosok yang dikenal melalui karya hip-hop, eksplorasi produksi musik, serta pendekatan visual yang eksperimental itu memiliki basis penggemar internasional.
Menurut catatan resmi Grammy, Kanye West telah meraih 24 kemenangan Grammy dari 76 nominasi. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu konteks yang menjelaskan daya tariknya di industri musik global.
Puluhan Ribu Pengunjung Jadi Peluang bagi Bisnis Lokal
Konser YE di GBK menjadi momentum untuk melihat bagaimana acara hiburan berskala besar dapat menciptakan aktivitas ekonomi di luar lokasi pertunjukan. Pengunjung dari luar kota dan luar negeri membutuhkan transportasi menuju Jakarta, tempat menginap, makanan, serta berbagai layanan selama kunjungan mereka.
Kebutuhan tersebut membuka peluang bagi beragam usaha, mulai dari hotel dan guest house, restoran, kafe, pusat perbelanjaan, toko ritel, hingga pedagang makanan di sekitar kawasan kegiatan. Pengemudi taksi dan transportasi daring juga berpotensi memperoleh tambahan permintaan perjalanan, terutama dari dan menuju bandara, hotel, serta kawasan GBK.
Meski demikian, besarnya manfaat ekonomi tidak dapat ditentukan hanya dari jumlah penonton. Pengeluaran pengunjung, lama mereka tinggal, lokasi menginap, serta pilihan aktivitas di luar konser turut memengaruhi seberapa luas dampak yang dirasakan pelaku usaha lokal. Konser ini diharapkan turut memperkuat posisi Jakarta sebagai tujuan pertunjukan internasional.
“Bagi kami, YE Live in Jakarta bukan hanya tentang satu malam pertunjukan, tetapi juga tentang menunjukkan kesiapan Jakarta untuk menjadi destinasi pilihan bagi artis-artis internasional dalam menggelar konser tunggal,” ujar Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja.
Ia juga berharap kedatangan pengunjung dari berbagai daerah dan negara dapat membuka peluang bagi UMKM dan sektor bisnis lainnya. Dengan demikian, manfaat acara tidak hanya terpusat pada penjualan tiket, tetapi juga berpotensi menyebar ke berbagai layanan yang mendukung kebutuhan penonton.
Siapa Ye? Rapper Peraih Grammy yang Punya Pengaruh Global
Ye, yang sebelumnya dikenal luas dengan nama Kanye West, merupakan rapper, penulis lagu, dan produser musik yang berpengaruh dalam perkembangan hip-hop modern.
Ia mulai mendapat perhatian besar melalui album The College Dropout pada 2004, yang memperkenalkan pendekatan produksi dan penulisan lagu berbeda dari arus utama rap pada masa itu.
Kariernya berlanjut melalui album seperti Late Registration, Graduation, 808s & Heartbreak, dan My Beautiful Dark Twisted Fantasy. Karya-karya tersebut memperlihatkan eksplorasi yang melampaui pola hip-hop konvensional, termasuk penggunaan sampel musik, melodi, vokal dengan efek elektronik, serta perpaduan unsur pop dan musik eksperimental.
Penghargaan Grammy menjadi salah satu penanda pencapaian kariernya. Berdasarkan profil resmi [The Recording Academy](https://www.grammy.com/artists/kanye-west/6900/), West telah memperoleh penghargaan di sejumlah kategori, termasuk Best Rap Album dan Best Rap Song. Ia juga dikenal sebagai produser yang terlibat dalam pengerjaan musik untuk sejumlah musisi lain.
Namun, profil Ye tidak hanya berkaitan dengan musik. Ia juga memiliki pengaruh dalam ranah mode dan budaya populer, sehingga audiensnya dapat berasal dari komunitas yang beragam. Kombinasi tersebut membantu menjelaskan mengapa konsernya berpotensi menarik penonton lintas negara.
Kementerian Ekonomi Kreatif sebelumnya menyebut konser YE di Jakarta sebagai peluang untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Dalam keterangannya pada 14 September 2026, kementerian menyoroti kesempatan bagi pekerja, vendor, kreator, desainer, musisi, dan talenta kreatif Indonesia untuk terlibat dalam produksi berskala internasional.
Sekitar 5.000 Pekerja Terlibat, Dampak Ekonomi Perlu Diukur
Selain potensi belanja pengunjung, penyelenggara memperkirakan sekitar 5.000 tenaga kerja Indonesia terlibat dalam berbagai fungsi produksi dan operasional konser. Pekerjaan tersebut mencakup instalasi panggung, teknisi suara dan tata cahaya, kru LED dan video, logistik, pengemudi truk, petugas keamanan, layanan medis, usher, hingga kebersihan.
Keterlibatan tenaga kerja ini menunjukkan bahwa konser berskala stadion membutuhkan rantai produksi yang luas. Di balik pertunjukan yang disaksikan penonton, ada pekerjaan teknis dan layanan yang harus disiapkan sejak tahap pembangunan panggung hingga kegiatan selesai.
Karen menggambarkan pekerja dan pelaku usaha lokal sebagai bagian penting dari penyelenggaraan acara. “Mereka semua adalah bagian dari YE Live in Jakarta. Mereka semua adalah tuan rumahnya,” katanya.
Konser ini juga didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta sejumlah sponsor dan mitra. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari persiapan acara yang diharapkan dapat berlangsung aman dan tertib.
Namun, dampak ekonomi yang sesungguhnya baru dapat dinilai setelah kegiatan berlangsung. Jumlah pengunjung yang benar-benar hadir, pengeluaran selama berada di Jakarta, tingkat keterisian penginapan, serta transaksi pelaku usaha dapat menjadi indikator untuk mengukur manfaatnya.
Dengan konser dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober, perhatian kini tidak hanya tertuju pada penampilan Ye di GBK. YE Live in Jakarta juga menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana sebuah pertunjukan musik internasional dapat menghubungkan industri hiburan dengan pariwisata, tenaga kerja, dan bisnis lokal.
Keberhasilan jangka panjangnya akan bergantung pada apakah peluang tersebut benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan lebih luas oleh masyarakat Jakarta. (udn)
Load more