Ayat-ayat yang Menegaskan Al-Qur’an sebagai Rahmat
- pexels
Jakarta, tvOnenews.com - Penegasan tentang Al-Qur’an sebagai rahmat secara khusus terdapat dalam banyak ayat yang memuat kata rahmah.
Dalam ayat-ayat itu kata rahmah ada yang disebutkan sendirian dan ada yang disebutkan bersama dengan kualitas-kualitas yang lain dengan posisi di tengah dan di belakang.
Berdasarkan pemahaman tentang kecermatan dan kedalaman gaya (uslūb) Al-Qur’an dalam membicarakan tema-tema yang dijelaskannya, penyebutan dengan cara dan posisi yang berbeda ini menunjukkan maksud yang berbeda pula.
Karena itu penyebutan kata rahmah dalam ayat-ayat tersebut secara sendirian menunjukkan maksud tertentu yang berbeda dari maksud penyebutannya bersama dengan beberapa sifat yang lain.
![]()
Surah Al-Fatihah (tim tvOne)
Penyebutan sifat rahmah bagi Al-Qur’an secara sendirian terdapat dalam dua ayat. Pertama, Q.S. al-Qashash (28): 86 yang berbunyi:
وَمَا كُنْتَ تَرْجُو أَنْ يُلْقَىٰ إِلَيْكَ الْكِتَابُ إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرًا لِلْكَافِرِينَ
Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Qur’an diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir.
Dalam ayat ini dinyatakan bahwa Nabi Muhammad sebelum mendapat wahyu sebenarnya tidak mengharapkan diberi kitab suci. Al-Qur’an diwahyukan kepada Nabi Muhammad tiada lain hanyalah sebagai rahmat dari Tuhannya.
Pernyataan dalam Q.S. al-Qashash (28): 86 ini menggunakan pola kalimat menafikan-mengecualikan (nafy-istitsnā`). Pola ini biasa digunakan dalam bahasa Arab untuk menegaskan bahwa sifat satu-satunya yang ditetapkan bagi objek adalah sifat yang disebutkan dalam pernyataan, sedang sifat-sifat lain yang tidak disebutkan tidak diakui sebagai kualitasnya yang sebenarnya.
Jadi ayat itu menegaskan bahwa satu-satunya sifat al-Quran itu adalah rahmah. Al-Qur’an sebagai rahmat juga dinyatakan dalam surah Q.S. ad-Dukhān (44): 6 yang berbunyi:
Load more