News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pesona Masjid Menara Kudus yang Dibangun 1549 Masehi, Jadi Bukti Jejak Syiar Islam di Tanah Jawa

Memiliki pesona religi yang begitu kental, Masjid Menara Kudus Jawa Tengah, menjadi salah satu bukti sejarah syiar Islam di tanah Jawa. Berdiri pada 1549 Masehi
Senin, 10 April 2023 - 13:00 WIB
Masjid Menara Kudus Jejak Syiar Islam di tanah Jawa
Sumber :
  • Galih Manunggal/tvOne

Kudus, tvOnenews.com - Memiliki pesona religi yang begitu kental, Masjid Menara Kudus Jawa Tengah, menjadi salah satu bukti sejarah syiar Islam di tanah Jawa. 

Selain bangunannya yang unik karena perpaduan antara arsitektur Islam, Jawa, Hindu dan Budha, di area masjid juga terdapat makam Walisongo yakni Sunan Kudus yang tak lain adalah pendiri masjid tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masjid Menara menjadi rujukan peziarah dari berbagai penjuru tanah air yang memanfaatkan momentum bulan suci untuk beritikaf dan berdoa.

Masjid Menara Kudus terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang berjarak hanya sekitar satu setengah kilometer dari pusat kota. 

Masjid tersebut menjadi salah satu tempat bersejarah penting bagi umat Islam di Jawa.

Menurut sejarahnya, masjid tersebut berdiri pada 956 Hijriah atau 1549 Masehi. Konon, adalah Ja'far Shodiq yang kemudian dikenal sebagai Sunan Kudus yang pernah membawa kenangan berupa batu dari Baitul Maqdis di Palestina. 

Batu tersebut kemudian digunakan untuk batu pertama pendirian masjid yang kemudian diberi nama Masjid Al-Aqsa tersebut. Namun, belakangan justru masjid tersebut populer dengan sebutan Masjid Menara Kudus. 

Sebutan itu merujuk pada menara candi di sisi timur yang memakai arsitektur bercorak Hindu Majapahit.

“Masjid Menara Kudus sesuai yang ada dalam prasasti di dalam masjid, di atas mihrab itu didirikan pada 19 Rajab 956 Hijriah, bertepatan dengan 23 Agustus 1549. Masjid ini memiliki karakteristik yang khas, dan itu satu-satunya di Indonesia,” jelas Abdul Djalil, Pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus.

Masjid Menara Kudus juga memiliki gapura yang bentuknya berbeda dengan bangunan masjid pada umumnya di indonesia. 

Gapura dan bangunan menara terbuat dari tumpukan batu merah yang menyisakan daya pikat tersendiri.

Bangunan menara pada saat itu juga digunakan untuk tempat mengumandangkan Adzan. 

Selain itu juga digunakan untuk mengumumkan informasi tentang kegiatan keagamaan termasuk pengumuman awal puasa ramadhan.

Terdapat pula tempat wudhu yang unik. Bangunan disusun dari bata merah berbentuk persegi panjang dengan delapan pancuran dilengkapi arca yang diletakkan di atasnya.

Sementara di dalam masjid, juga terdapat gapura dengan corak hindu seperti pintu gerbang Vihara atau Pura. 

Konon, ini adalah cara Sunan Kudus berdakwah pada masyarakat yang saat itu masih menganut kepercayaan Hindu dan Budha. 

Hal tersebut mendorong masyarakat untuk menerima agama Islam sebagai agama baru yang menghargai budaya.

“Bangunan menara ini memiliki arsitektur Hindu, atapnya berbentuk kubah Islam, dan pancuran di tempat wudhu berkarakteristik Budha, jadi ini merupakan satu-satunya masjid yang merupakan mengakomodasi semangat moderasi yang sedang dikembangkan bangsa Indonesia”, lanjut Jalil.

Pada bulan Ramadhan, masjid kuno ini biasa dikunjungi wisatawan religi. Bukan hanya wisatawan domestik, tetapi juga para peziarah mancanegara juga banyak berdatangan. 

Sebagian besar peziarah memanfaatkan Ramadhan ini selain untuk beritikaf juga untuk berziarah di makam Sunan Kudus yang lokasinya di sisi barat masjid Menara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini ziarah sambil nunggu waktu buka puasa juga, ngabuburit. Ada ngaji juga disini nanti sore, nanti dibimbing juga ada Pak Kyai disini. Kalau saya pribadi ya hanya nyimak saja, ujar Faesol Bahruddin, peziarah asal desa Padurenan, Kudus.

Pada bulan suci ramadhan seperti saat ini banyak juga warga sekitar masjid yang memanfaatkan waktu sore menjelang berbuka dengan berdzikir ataupun memanjatkan doa-doa di masjid yang merupakan ikon kota kudus yang religius. (gml/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Pastikan Segera Periksa Ketum Kesthuri Setiba di Indonesia

KPK Pastikan Segera Periksa Ketum Kesthuri Setiba di Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan segera melakukan pemeriksaan terhadap Ketum Kesthuri, Asrul Azis Taba setelah tiba di Indonesia.
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Imbas Pernyataan Kontroversialnya, Saiful Mujani Djlaporkan ke Polda Metro Jaya

Imbas Pernyataan Kontroversialnya, Saiful Mujani Djlaporkan ke Polda Metro Jaya

Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) secara resmi melaporkan Saiful Mujani ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4/2026)
Media Vietnam Soroti Sikap KNVB soal Pemain Timnas Indonesia Dean James: Ada Faktor Kunci yang Membantu Klub itu Lolos

Media Vietnam Soroti Sikap KNVB soal Pemain Timnas Indonesia Dean James: Ada Faktor Kunci yang Membantu Klub itu Lolos

Media Vietnam soroti tuntasnya kontroversi yang melibatkan pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James, setelah KNVB akhirnya mengambil keputusan final.
Fix Tak Bertemu Vietnam, Format FIFA ASEAN Cup 2026 Bisa Untungkan Timnas Indonesia?

Fix Tak Bertemu Vietnam, Format FIFA ASEAN Cup 2026 Bisa Untungkan Timnas Indonesia?

Format resmi FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan mentas pada periode FIFA Matchday September dan Oktober 2026 telah dibocorkan oleh salah satu media Vietnam.
Jadwal Kejuaraan Asia 2026, Jumat 10 April: Ada Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri, Lima Wakil Indonesia Perebutkan Tiket Semifinal

Jadwal Kejuaraan Asia 2026, Jumat 10 April: Ada Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri, Lima Wakil Indonesia Perebutkan Tiket Semifinal

Berikut jadwal wakil Indonesia di babak perempat final Kejuaraan Asia 2026 hari ini, Jumat (10/4/2026).

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi diminta evaluasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, buntut kasus ibu nyaris kehilangan bayi akibat keteledoran petugas rumah sakit.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT