GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Duh, Bunda Merasa Tersiksa karena Tidak Puas dengan Sentuhan Suami dan Harus Bagaimana? Buya Yahya Beri Solusi, Katanya...

Buya Yahya memberikan penjelasan soal komunikasi antara suami dan istri agar dapat mencapai kepuasan lahir dan batin saat berhubungan badan.
Selasa, 25 April 2023 - 21:31 WIB
Duh, Bunda Merasa Tersiksa karena Tidak Puas dengan Sentuhan Suami dan Harus Bagaimana? Buya Yahya Beri Solusi, Katanya...
Sumber :
  • istockphoto.com

tvOnenews.com - Berhubungan intim yang dilakukan suami istri merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan dalam berumah tangga.

Namun pada kenyataannya, hal ini kerap menjadi suatu permasalahan serius jika di antara suami atau istri yang tidak bisa mendapatkan kepuasan lahir dan batin saat berhubungan seksual

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir Selasa (25/4/23) dari tayangan youtube channel Al-Bahjah TV dengan judul "Merasa Tersiksa Karena Tidak Puas dengan Suami, Harus Bagaimana ? - Buya Yahya Menjawab" yang diunggah pada 20 April 2020.

Buya Yahya memberikan penjelasan soal komunikasi antara suami dan istri agar dapat mencapai kepuasan lahir dan batin saat berhubungan badan.

Duh, Bunda Merasa Tersiksa karena Tidak Puas dengan Sentuhan Suami dan Harus Bagaimana? Buya Yahya Beri Solusi, Katanya... Source: istockphoto

"Saya sudah menikah selama 5 tahun Buya, dan saya sudah dikaruniai seorang anak. Selama menikah saya tidak pernah merasakan kepuasan dalam hubungan suami istri. Suami saya punya kekurangan, ejakulasi dini, dan saya dan setelah kami memiliki anak justru malah semakin parah. Maaf Buya, selama berhubungan dia gak pernah memasukkan. Dia selalu mengeluarkan spermanya diluar dan terus menerus seperti itu. Apakah dosa kalo saya malas bahkan enggan tiap suami saya meminta berhubungan intim, karena saya tahu ujung-ujungnya mengecewakan. Dan apakah saya harus sabar dan ikhlas menerima suami saya sedangkan di satu sisi batin saya menderita, saya mohon pencerahannya Buya," ujar salah seorang jamaah bertanya.

Buya Yahya kemudian menjawab bahwa harus ada komunikasi khusus antara suami dan istri.

"Hal-hal yang seperti ini tidak bisa diselesaikan dengan perbincangan secara sepihak, karena hubungan suami istri harus ada satu komunikasi khusus yang maknanya saling melengkapi. Kalo obrolan kan tanya jawab," ujar Buya Yahya.

"Jika seandainya ada seorang laki-laki yang merasa dirinya ejakulasi dini, mestinya dia di dalam berhubungan tidak langsung melakukan hubungan. Akan tetapi dia bisa memberikan mukadimah (pembuka) yang cukup kepada istrinya. Sehingga disaat berhubungan sang istri bisa mengimbangi kepuasan dengan sang suami," terang Buya Yahya.

"Yang menjadi masalah adalah kadang egonya seseorang. Seorang suami tiba-tiba cari senang sendiri, yang penting senang duluan tidak pernah memikirkan pasangannya. Ukuran ejakulasi dini itu seperti apa? Kadang-kadang mohon maaf ya, bisa jadi seorang suami itu tidak ejakulasi dini, namun seorang istri yang frigid (disfungsi seksual) kadang-kadang bisa jadi seperti itu," sambung Buya Yahya.

Sehingga seorang suami sudah menemukan waktu yang cukup itu sudah bisa, namun sang istri tidak bisa. 

Menurut Buya Yahya, untuk mengatasi masalah ini perlu ada pertemuan khusus suami istri untuk mengobrol seperti apa masalahnya. 

"Sebab durasinya seperti apa hubungan suami istri itu yang normal, 5 menit, 10 menit, satu jam, bukan itu. Kemaksimalan adalah saat terjadi komunikasi, seks komunikasi hubungan yang menarik itu akan ketemu, sehingga tidak perlu waktu yang lama," ujar Buya.

Buya juga berpendapat bahwa hal-hal seperti ini bisa jadi paksu dan bunda sudah terbius dengan kisah-kisah novel, film, atau cerita, semakin lama permainan semakin baik.

"Bisa saja dengan waktu singkat, istri terpenuhi kebutuhannya, setelah itu suami bisa melakukan aktivitas lain," lanjut Buya.

Dalam kasus pasangan yang sudah menemukan komunikasi baik antara suami istri, bahkan tidak memikirkan soal durasi, bahkan bisa saja dengan waktu yang sangat singkat, keduanya sudah terpuaskan.

"Bisa jadi seorang istri yang mengalami masalah frigiditas. Dan frigidnya seorang istri yaitu masalah psikologi yaitu tadi karena sudah disaat berhubungan merasa dirinya puas, maka dia sudah merasa malas telebih dahulu dan itu lebih berbahaya bagi Anda," tegas Buya.

Duh, Bunda Merasa Tersiksa karena Tidak Puas dengan Sentuhan Suami dan Harus Bagaimana? Buya Yahya Beri Solusi, Katanya... Source: istockphoto

Menurut Buya, seorang istri harus bersemangat dalam melayani suami, sehingga sang istri sudah terangsang terlebih dahulu, maka disaat berhubungan intim dengan suami, sang istri sudah memiliki kesiapan.

"Jika memang sang suami merasa ada kekurangan pada alatnya tersebut, maka ia bisa melakukan dengan cara bujuk rayu, membisikkan sesuatu yang indah di telinga istri, kemudian mohon maaf dia bisa menggunakan tangganya," lanjut Buya.

Sebab jika seorang istri mencari kepuasan dengan tangannya sendiri adalah dosa. Akan tetapi sang suami dengan mukadimah, dengan tangan dan sebagainya, maka itu dibolehkan, sehingga istri merasa puas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News.

(udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Karier di Bidang Industri Kreatif Kian Menjanjikan, Jurusan Desain Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Karier di Bidang Industri Kreatif Kian Menjanjikan, Jurusan Desain Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Perubahan cara pandang terhadap desain menjadi salah satu fenomena paling menarik dalam industri modern. Dalam satu dekade terakhir, desain tidak lagi dipahami sekadar urusan estetika
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan dinilai masih maembutukan langkah teknis guna berdampak bagi awak kapal perikanan dan pekerja migran sekotr maritim.
Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nama program studi atau jurusan 'Teknik' menjadi 'Rekayasa'.
Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki
Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Sebab, program ini digadang-gadang dapat menggerakkan kemandirian ekonomi desa.

Trending

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kemendiktisaintek Ubah Nama Jurusan Teknik Jadi Rekayasa, DPR RI Bilang Begini

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nama program studi atau jurusan 'Teknik' menjadi 'Rekayasa'.
Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki
Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nomenklatur program studi (prodi) atau jurusan ‘Teknik’ menjadi jurusan ‘Rekayasa’.
Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Rentan Jadi Kobran Eksploitasi, Ratifikasi Konvensi ILO 188 Jadi Harapan Baru Perlindungan Pekerja Laut Indonesia

Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan dinilai masih maembutukan langkah teknis guna berdampak bagi awak kapal perikanan dan pekerja migran sekotr maritim.
Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Sebab, program ini digadang-gadang dapat menggerakkan kemandirian ekonomi desa.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT