News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sejarah Penyebaran Islam: Titik Balik Dakwah Nabi Muhammad SAW, Setelah Bertemu dengan Orang Yatsrib

Kota Yatsrib adalah nama lama dari Kota Madinah. Di sanalah tempat tinggal Nabi Muhammad SAW hingga beliau akhirnya wafat. Di Yatsrib dakwah Nabi mudah diterima
Kamis, 17 Agustus 2023 - 00:58 WIB
Kaligrafi Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW di Sebuah Masjid
Sumber :
  • pexels

Jakarta, tvOnenews.com - Kota Yatsrib adalah nama lama dari Kota Madinah.

Di Kota Yatsrib atau yang sekarang bernama Madinah inilah tempat tinggal Nabi Muhammad SAW hingga beliau akhirnya wafat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yatsrib telah lama ditempati oleh orang-orang Yahudi yang dulunya menghuni negeri yang tertimpa bencana dahsyat.

Sebagaimana dilansir oleh tvOnenews.com dari buku Sejarah Lengkap Penyebaran Islam karya Prof. Dr. Thomas W. Arnold, dikatakan bahwa banyak dari mereka yang teraniaya karena penganiayaan dari pengikut Raja Hadrian.

Selain itu, banyak pula yang terusir dari tanah kelahiran mereka. 

tvonenews

Kemudian, ketika sekelompok pengungsi mengembara, ada dua klan keturunan Arab yakni Bani Khazraj dan Bani Aus yang tiba di Yatsrib.

Kedua klan itu bersedia berbagi wilayah bersama. 

Setelah itu, seiring dengan peningkatan jumlah penduduknya, terjadilah pelanggaran batas-batas wilayah yang memperluas kekuasaan orang Yahudi. 

Sampai akhirnya, hingga akhir abad kelima, penguasa kota itu mengambil alih kekuasaan sepenuhnya.

Beberapa orang Arab telah memeluk agama Yahudi. 

Namun, banyak juga pendiri kota Yatsrib yang tetap bertahan menyembah berhala para leluhurnya.

Begitu pula, pada saat Nabi Muhammad SAW bertemu dengan kelompok dari Yatsrib.


Ilustrasi Kaligrafi Nabi Muhammad SAW (kolase tvOnenews)

Pertemuan Awal Nabi Muhammad dan Penduduk Yatsrib

Sudah menjadi kebiasaan Nabi Muhammad SAW pada saat melaksanakan haji setiap tahun untuk mengunjungi perkemahan-perkemahan berbagai suku Arab dan mendiskusikan berbagai permasalahan bersama mereka.

Pada suatu hari, datanglah kabar gembira dari pelosok yang tak pernah diduga sebelumnya.

Nabi Muhammad SAW bertemu dengan sebuah kelompok kecil sekitar enam sampai tujuh orang yang memperkenalkan diri berasal dari daerah bernama Yatsrib.

“Dari suku mana kalian?’ tanya Nabi Muhammad SAW kepada mereka dengan lembut.

“Kami berasal dari suku Khazraj,” jawab mereka.

“Teman-teman kamu kaum Yahudi?” tanya Nabi.

“Benar,” jawab mereka.


Ilustrasi Muslim di Tengah Gurun (freepik)

“Apakah kalian berkenan duduk sebenar agar aku bisa berbicara dengan kalian?”

“Tentu saja bisa,” jawab mereka dengan ramah.

Kemudian saat itu juga, mereka memeluk Islam seraya berkata kepada Nabi Muhammad SAW:

“Bangsa kami telah lama terpelosok dalam permusuhan yang sangat pedih dan membuat kami saling membinasakan satu sama lain. Semoga kini Tuhan berkenan mempersatukan mereka bersama melaluimu dan ajaranmu, karena itu, kami akan mengajari mereka dan memberitakan agama yang telah kamu terima darimu ini,”

Dengan keyakinan teguh, akhirnya orang-orang Bani Khazraj yang sudah memeluk Islam kembali negeri mekra.

Demikianlah peristiwa tersebut dianggap sebagai titik balik dari dakwah Nabi Muhammad SAW.

Penduduk Yatsrib sudah Akrab dengan Konsep Messiah

Sebagian penghuni Kota Yatsrib sudah memeluk agama Yahudi.


Suasana di Masjid Nabawi, Madinah (tim tvOnenews/Budi)

Oleh karenanya, penduduk Yatsrib telah akrab dengan konsep messiah yang akan segera datang. 

Tentu saja hal ini lebih membantu mereka memahami pengakuan Nabi Muhammad SAW.

Sehingga ketika Nabi Muhammad SAW mengajak bicara kelompok kecil tersebut, mereka bisa menerima konsep rasul daripada orang-orang Makkah yang saat itu menjadi penyembah berhala.

Terlebih lagi jika dilihat dari fakta sejarah, masyarakat Quraisy memang merupakan keturunan para penjaga berhala di sekeliling Ka'bah yang mereka sembah.

Selain itu, masyarakat Quraisy juga memiliki supremasi mengatur suku-suku lainnya.

Bani Khazraj Bantu Nabi Muhammad SAW Sebarkan Islam

Setelah kelompok kecil yang ditemui Nabi tersebut memeluk Islam, Nabi Muhammad SAW menawarkan diri menemani mereka kembali ke Yatsrib.

Hal ini guna mengantisipasi segala permasalahan. 

Namun, dengan halus mereka menolak tawaran tersebut, sampai mereka berhasil melakukan rekonsiliasi dengan Bani Aus.

"Kami percaya kepadamu. Biarkan kami kembali kepada masyarakat kami. Jika berkenan, maka Tuhan akan menciptakan perdamaian bagi kami, dan kami akan segera kembali kepadamu. Biarlah musim haji tahun berikutnya yang akan menentukan," ucap orang-orang Bani Khazraj itu kepada Nabi Muhammad SAW.

Akhirnya, mereka pulang ke negerinya dan mengajak masyarakat Yatsrib untuk beriman pada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. 

Hasilnya, banyak kalangan yang ikut beriman. 

Sehingga, bisa bilang, lahirlah suatu keluarga baru yang nyaris terbentuk tanpa Nabi terlibat langsung di dalamnya.

Pada tahun berikutnya, ketika musim haji telah tiba, sepuluh orang dari Bani Khazraj dan dua orang dari Bani Aus yang dikirim sebagai utusan datang kepada Nabi Muhammad SAW. 

Mereka berjanji bersedia mematuhi ajaran beliau yang di kemudian hari dikenal dengan Perjanjian Aqabah Pertama.

Perjanjian tersebut memuat hal-hal rahasia, antara lain: 

"Kami tidak akan menyembah tuhan mana pun kecuali Tuhan yang Maha Tunggal; kami tidak akan mencuri; tidak akan berzina atau membunuh anak-anak kami; kami kan berhenti memfitnah dan menghujat; kami akan mematuhi Nabi dalam segala sesuatu yang benar." 

Orang-orang Yatsrib yang berjumlah 12 itu pun kembali ke suku mereka. 

Pada saat pulang, 12 orang Yatsrib itu ditemani oleh Mus'ab bin 'Umair RA. 

Namun, ada versi lain yang menyatakan bahwa Mus'ab bin Umair RA memang sengaja dikirim oleh Nabi Muhammad SAW berdasarkan permintaan tertulis dari penduduk Yatsrib sendiri.

Mus'ab bin 'Umair RA merupakan sahabat muda yang pertama-tama masuk Islam dan paling akhir kembali dari hijrah di Abyssinia.

Sekalipun masih muda, ia memiliki pengalaman luas dan pernah mengalami ujian berat berupa penganiayaan yang tidak hanya memperteguh semangatnya.

Ia juga mengajarkan kepadanya bagaimana menghadapi penganiayaan dan bertemu dengan para penentang Islam yang belum pernah sekalipun merasakan kebenaran ajarannya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Nabi Muhammad SAW memberikan kepercayaan besar kepada Mus'ab bin 'Umair RA untuk mengemban tugas sulit.

Tugas itu adalah mengarahkan dan membimbing orang-orang yang baru masuk Islam, menanamkan benih-benih semangat keagamaan dan kepatuhan yang baru saja disebarkan dan mengantarkan keberhasilan mereka. 


Ilustrasi Kaligrafi Nabi Muhammad SAW (kolase tvOnenews)

Salah Satu Penyebab Penduduk Yatsrib Mudah Menerima Ajaran Nabi Muhammad SAW

Dalam perkembangan, kota Yatsrib hancur karena pertentangan antar masyarakat sipil yang tak ada henti-hentinya karena permusuhan yang dipicu oleh persaingan antara Bani Khazraj dan Bani Aus. 

Akibat permusuhan ini, masyarakatnya hidup dalam ketidakpastian dan perasaan tegang. 

Mereka seolah terjebak pertikaian kedua kubu yang memperebutkan kepentingan bersama yang justru tidak membawa manfaat bagi kota tersebut.

Apa yang dialami kota Yatsrib nyaris mirip kasus yang terjadi pada Republik Italia Utara pada abad pertengahan yang lebih memilih orang asing untuk memimpin kota mereka guna mempertahankan keseimbangan kekuatan antara faksi yang berseteru.

Dengan demikian, masyarakat Yatsrib tidak pernah melihat para pendatang asing dengan kecurigaan.

Bahkan, bisa jadi para pendatang itu akan mendapatkan kekuasaan atau memperoleh izin untuk mengisi kekosongan otoritas.


Ilustrasi Kaligrafi Nabi Muhammad SAW (kolase tvOnenews)

Alasan Nabi Muhammad SAW Disambut Hangat di Yatsrib

Salah satu alasan adanya sambutan hangat atas kedatangan Nabi Muhammad SAW di Madinah justru terletak pada ajaran Islam yang lebih mengangkat isu-isu yang diperlukan warga Yatsrib.

Islam sekaligus dianggap sebagai obat atas segala kekacauan yang dialami kota mereka.

Melalui perintah berdisiplin mengatur kehidupan dan menundukkan orang-orang yang tak mau patuh dan enggan tunduk pada hukum yang ditetapkan oleh seorang pemimpin terhadap warganya yang lalim.

Rentetan fakta tersebut menjelaskan mengapa setelah delapan tahun sejak Nabi Muhammad Saw hijrah ke Yatsrib, dakwah yang beliau lakukan mencapai kesuksesan besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahua’lam

(mg3/put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Asa Persija Salip Persib Semakin Besar, Curi Poin dari Persijap Jepara

Asa Persija Salip Persib Semakin Besar, Curi Poin dari Persijap Jepara

Persija Jakarta mencuri poin penuh di kandang Persijap Jepara, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Senin (4/5/2026). 
Pemprov Jakarta dan Danantara Teken MoU, Bangun PSEL di Bantar Gebang dan Tanjung Kamal Muara

Pemprov Jakarta dan Danantara Teken MoU, Bangun PSEL di Bantar Gebang dan Tanjung Kamal Muara

Pemprov DKI Jakarta dan Danantara Indonesia resmi menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) terkait proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Viral Dugaan TNI Masuk Ruang Privat Pastor di Gereja Timika, MenHAM Pigai Turunkan Tim

Viral Dugaan TNI Masuk Ruang Privat Pastor di Gereja Timika, MenHAM Pigai Turunkan Tim

Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika. Amandus Rahadat, menyampaikan keberatan atas dugaan masuknya oknum TNI ke ruang privat pastoran tanpa izin.
Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman akan Panggil Pemain Andalan Persib Ini ke Timnas Indonesia

Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman akan Panggil Pemain Andalan Persib Ini ke Timnas Indonesia

Bung Ropan curiga dengan John Herdman terkait pemanggilan pemain yang ikut TC Timnas Indonesia. Jangan-jangan pemain andalan Persib Bandung ini akan dipanggil.
Proyek Sampah Jadi Listrik Dipercepat, Mendagri Saksikan Kerja Sama PSEL Danantara dan Pemprov DKI Jakarta

Proyek Sampah Jadi Listrik Dipercepat, Mendagri Saksikan Kerja Sama PSEL Danantara dan Pemprov DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Danantara menandatangani kesepakatan bersama untuk mempercepat proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
TRENDING: Agen Korea Spill Nasib Megawati Hangestri, STY Ungkap Penyesalan Latih Timnas, Elkan Baggott Siap Cetak Sejarah

TRENDING: Agen Korea Spill Nasib Megawati Hangestri, STY Ungkap Penyesalan Latih Timnas, Elkan Baggott Siap Cetak Sejarah

Tiga kabar besar seputar olahraga tengah menyita perhatian publik Indonesia. Mulai dari Megawati Hangestri, eks pelatih Garuda dan soal pemain Timnas Indonesia.

Trending

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Keputusan pendakwah Hanny Kristianto dengan mencabut sertifikat mualaf milik dr Richard Lee mendapat tanggapan langsung dari pihak dokter, Minggu malam (3/5).
Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Wajar pelatih Ko Hee-jin memilih Zhong Hui ketimbang Megawati Hangestri untuk isi kuota Asia Red Sparks, ternyata pevoli China itu punya banyak keunggulan.
KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

Baru-baru ini kang Dedi Mulyadi atau KDM membantu seorang pedagang yang tokonya dibakar di momen Hari Buruh lalu pada 1 Mei, tidak diduga bantuannya
STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkap penyesalan terbesarnya selama menangani skuad Garuda, dengan laga kontroversial melawan Bahrain.
Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Chris Kim, agen pemain voli Korea Selatan menjelaskan progres transfer Megawati Hangestri yang sebelumnya santer dikabarkan lagi merapat ke Hyundai Hillstate.
Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Tengah heboh kabar Dokter Richard Lee di media sosial. Jika sertifikat mualafnya dicabut, begini respon pihaknya langsung
Eks Brasil U-20 Bisa Jadi Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia Andai Diaspora Belanda Ragu karena Isu Paspor

Eks Brasil U-20 Bisa Jadi Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia Andai Diaspora Belanda Ragu karena Isu Paspor

Ketimbang menunggu diaspora Belanda yang mulai ragu dinaturalisasi karena isu Passportgate, Timnas Indonesia bisa alihkan fokus terhadap eks Brasil U-20 ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT