News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tahun Baru Tiup Terompet, Menyalakan Kembang Api Memangnya Boleh? Ustaz Abdul Somad Bilang Kalau Itu Sebenarnya...

Ustaz Abdul Somad menyampaikan bahwa tiup terompet dan menyalakan kembang api di tahun baru bukan bagian dari ajaran Islam. Menurutnya umat muslim sebaiknya
Sabtu, 30 Desember 2023 - 13:16 WIB
Tahun Baru Tiup Terompet, Nyalakan Kembang Api Memangnya Boleh? Ustaz Abdul Somad Bilang Kalau Itu Sebenarnya...
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

tvOnenews.com - Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Abdul Somad atau UAS menyampaikan soal tiup terompet dan bakar kembang api di tahun baru.

Tahun baru tentu menjadi momen bahagia bagi sebagian orang, dengan harapan dan tujuan baru yang akan dicapai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun dalam Islam berbeda, karena memiliki tahun baru Hijriyah, berbeda dengan apa yang ada di kalender pada umumnya.

Momen tahun baru pun banyak diabadikan orang-orang dengan berbagai kegiatan seperti berkumpul dan melakukan selebrasi tiup terompet, menyalakan kembang api, hingga pesta kecil.

Lantas bagaimanakah hukum tiup terompet dan menyalakan kembang api pada momen tahun baru dalam Islam?

Simak penjelasan Ustaz Abdul Somad berikut ini tentang tradisi tiup terompet dan menyalakan kembang api di tahun baru yang dilansir dari berbagai sumber.

"Saya seorang pedagang, setiap akhir tahun selalu dititipi menjual terompet dan kembang api tetangga saya. Bagaimana hukumnya dalam Islam?," tanya salah satu jamaah.

Menurut penjelasan UAS, budaya tersebut bukan berasal dari ajaran Islam, melainkan tradisi orang Yahudi kala menyambut tahun baru.

"Budaya terompet itu adalah tradisi Yahudi menyambut tahun baru yang disebutkan dalam perjanjian lama," ujarnya.

Tradisi tiup terompet juga dituliskan dalam kitab perjanjian lama sebagai perayaan datangnya tahun baru.

"Maka sambutlah tahun baru itu dengan meniup terompet. Kala itu terompetnya terbuat dari tanduk kerbau yang dilubangi," terang Ustaz Abdul Somad.

Hukum Tiup Terompet dan Menyalakan Kembang Api di Tahun Baru

UAS juga menegaskan bahwa sebaiknya umat muslim tidak ikut-ikutan tradisi tersebut, dan mengganti dengan hal bermanfaat seperti berdzikir pada Allah SWT.

Ilustrasi Tiup terompet dan menyalakan kembang api di tahun baru. Source: istockphoto

"Anak-anak kita jangan dibelikan. Anak-anak muda, tanggal 31-1 itu semuanya pergi ke masjid, buatkan acara dzikir akbar," ucap Ustaz Abdul Somad.

"Maka jangan kalian ikut. Jangan ikut merayakan," tegasnya. 

Ustaz Abdul Somad juga menyarankan jika kaum muslimin khususnya anak muda tidak bisa datang ke masjid, maka lebih baik tidur.

Ia juga bercerita bahwa pernah diundang ke salah satu acara pemprov untuk mengisi ceramah di malam tahun baru.

"Ustaz datang ke kampung kami, ceramah. Kenapa? Supaya anak muda kami jangan ngebut-ngebut dan bakar-bakar ayam," ujarnya.

Karena tradisi perayaan tahun baru banyak dimanfaatkan orang-orang untuk melakukan hal-hal yang kurang baik dan mengganggu masyarakat.

"Anak-anak muda malam tahun baru bakar-bakar ayam," lanjutnya menceritakan.

"Terompet adalah tradisi Yahudi menyambut tahun baru, maka tiupkanlah terompet pada tahun baru," papar UAS.

Ustaz Abdul Somad juga menegaskan bahwa menyalakan kembang api adalah tradisi kaum Majusi.

"Lalu kembang api, api adalah majusi. Maka tahun baru kita adalah tahun baru Hijriyah, Nabi Muhammad SAW. Ini tahun baru masehi, yang Nabi Isa tak tahu sama sekali," terangnya melanjutkan.

UAS menambahkan bahwa kalender yang digunakan saat ini bukanlah hitungan dari kelahiran Nabi ISA AS, melainkan buatan Kaisar Gregorian.

"Karena itu kalender dibuat oleh Kaisar Julian. Datang Kaisar Julian membuat kalender, lalu kalender itu dibawa ke Vatican, diubah oleh Kaisar Gregorian, Paus Gregorius," ujarnya bercerita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Maka kalender itu disebut dengan Gregorian Calendar. Tak ada hubungan dengan Nabi Isa AS," terang Ustaz Abdul Somad.

(udn)
Baca artikel tvOnenews.com terkini dan lebih lengkap, klik google news.

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Sebuah video memperlihatkan suasana para penumpang histeris saat ada seekor hewan serangga kecoa terbang dalam gerbong wanita KRL rute Bogor viral di medsos.
Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Turun Peringkat

Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Turun Peringkat

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Selasa (29/9/2026) pukul 06.00 WIB. Tim Indonesia mengalami penurunan posisi karena belum berhasil menambah koleksi medali emas.
Diwarnai Dugaan Politik Uang, Muktamar ke-35 NU Dilaporkan ke KPK

Diwarnai Dugaan Politik Uang, Muktamar ke-35 NU Dilaporkan ke KPK

Pihak yang mengatasnamakan KPK NU mendatangi gedung KPK Merah Putih, Jumat (25/9/2026) untuk melaporkan dugaan politik uang dalam serta transaksi dana dalam proses Muktamar ke-35 NU.
Ferdy Sambo dan 54 Narapidana Diperiksa, Buntut Viralnya "Fasilitas Mewah" Hasil Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo dan 54 Narapidana Diperiksa, Buntut Viralnya "Fasilitas Mewah" Hasil Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong

Beberapa waktu lalu Ferdy Sambo menuai perhatian publik usai viralnya kabar Ombudsman melakukan sidak ke Lapas Cibinong. Simak fakta terbarunya dari Ditjenpas.
Zigo Rolanda Jadi Calon Tunggal Ketua Umum AMPI Periode 2027-2031

Zigo Rolanda Jadi Calon Tunggal Ketua Umum AMPI Periode 2027-2031

Didampingi sejumlah pengurus dari berbagai provinsi se-Nusantara.
Jadwal Asian Games 2026, Selasa 29 September: Indonesia Potensi Tambah Emas dari Bulu Tangkis, Panjat Tebing Main

Jadwal Asian Games 2026, Selasa 29 September: Indonesia Potensi Tambah Emas dari Bulu Tangkis, Panjat Tebing Main

Jadwal Asian Games 2026 hari ini Selasa (29/9/2026). Tim Indonesia berpotensi menambah medali emas terutama dari cabang olahraga (cabor) bulu tangkis, dan atlet merah putih dari cabor panjat tebing akan unjuk gigi.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT