GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jadi Salah Satu Peristiwa Penting di Bulan Rajab, Ini Sejarah Perang Tabuk yang Dikisahkan Ustaz Syafiq Riza Basalamah

Salah satu peristiwa di bulan rajab adalah Perang Tabuk. Kata Ustaz Syafiq Riza Basalamah perang ini salah satu perang terbesar yang dipimpin oleh Rasulullah.
Selasa, 23 Januari 2024 - 15:43 WIB
Jadi Salah Satu Peristiwa Penting di Bulan Rajab, Ini Sejarah Perang Tabuk
Sumber :
  • freepik

Jakarta, tvOnenews.com - Kalender hijriah saat ini memasuki bulan rajab 1445 H/2024 M. Salah satu peristiwa di bulan rajab adalah Perang Tabuk.

Perang Tabuk terjadi pada bulan Rajab tahun 9 Hijriyah dan berakhir pada 26 Ramadhan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tabuk sendiri merupakan sebutan untuk sebuah tempat yang terletak antara Wadil Qura dan Syam. 

Perang Tabuk juga disebut Ghazwah Al-Usrah yang bermakna Perang Kesulitan.

Dalam Perang Tabuk, sebanyak 30 ribu tentara muslim melawan tentara kekaisaran Byzantium Romawi Timur. 

Pada saat itu kaum Muslimin sedang berada di masa-masa sulit.

Dalam ceramahnya yang berjudul “Sehari di Perang Tabuk” Ustaz Syafiq Riza Basalamah menceritakan perjalanan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW selama perang Tabuk berlangsung.

“Perang ini menjadi salah satu perang terbesar yang dipimpin oleh Rasulullah,” ujar Ustaz Syafiq Riza Basalamah, dikutip tvOnenews.com dari YouTube Syafiq Riza Basalamah Official.

Ustaz Syafiq Basalamah menjelaskan saat itu ada kekuatan yang sangat dahsyat.

“Ada dua kekuatan yang menguasai beberapa belahan dunia, Ada Romawi dan ada Persia,” katanya. 

“Allah SWT kemudian memilihkan bagi Nabi kita, Muhammad SAW sahabat-sahabat yang siap untuk mengorbankan jiwa, raga, dan harta mereka pada masa yang sangat sulit itu,” jelas ustaz Syafiq Riza Basalamah.

Sepulang Nabi Muhammad SAW dari Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) dan menyelesaikan perang Hunain pada tahun ke 8 Hijriyah, Nabi Muhammad SAW pulang ke Kota Madinah pada Bulan Rajab Tahun 9 Hijriyah. 

Kemudian Nabi Muhammad SAW mendengar kabar bahwa Byzantium dan sekutunya yaitu Ghassaniyah sedang mempersiapkan pasukan yang besar untuk melawan umat. 

Hal tersebut bertujuan untuk membalas kematian Ja’far bin Abu Thalib serta adanya hasutan dari orang Yahudi yang ingin agar kaum Muslimin celaka.

Jika biasanya di perang-perang sebelumnya Rasulullah SAW selalu memberikan kiasan mengenai tujuan berperang. 

Namun berbeda dengan Perang Tabuk, Rasulullah SAW kata Ustaz Syafiq menjelaskan secara rinci di Perang Tabuk.

Rasulullah menjelaskan dengan gamblang apa tujuan dan apa yang akan dihadapi kaum Muslimin.

“Biasanya Rasulullah SAW kalau mau berperang ke satu tempat Beliau tidak menjelaskan kepada para Sahabat tujuan yang sebenarnya,” kata Ustaz Syafiq Riza Basalamah. 

“Beliau hanya memberikan isyarat, kecuali Perang Tabuk,” sambung Ustaz Syafiq Riza Basalamah.

Namun di Perang Tabuk, Rasulullah SAW menjelaskannya semua dan melarang ikut bagi yang tidak memiliki bekal.

“Dengan gamblang, kita mau ke Tabuk, musuh yang kita mau hadapi Romawi,”

Tujuan dari penjelasan ini adalah agar kaum Muslimin melakukan persiapan yang matang.

Rasulullah SAW kemudian memerintahkan kaum Muslimin untuk mempersiapkan perbekalan, juga menganjurkan orang-orang kaya untuk bersedekah dan menginfakkan hartanya untuk berjihad di jalan Allah SWT.

Belajar dari kisah ini, Ustaz Syafiq Riza Basalamah mengingatkan kepada seluruh umat muslim untuk bersedekah. 

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 261.

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَا لَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَا بِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَا للّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui."

Keikhlasan Para Sahabat di Perang Tabuk


Jadi Salah Satu Peristiwa Penting di Bulan Rajab, Ini Sejarah Perang Tabuk (Sumber: Pixabay/chiaoyonanita)

Pada masa sulit itu, Utsman bin Affan dengan penuh keikhlasan dan pengorbanan beliau menyumbangkan hartanya untuk membiayai puluhan ribu serdadu perang Tabuk yang melawan Romawi.

Mulai dari makanan, minuman, kendaraan hingga senjata.

Sahabat Abu Bakar bahkan mengorbankan seluruh harta yang dimilikinya.

Tak hanya itu, Umar RA juga mengorbankan setengah hartanya untuk membiayai perang tersebut. 

Di keadaan cuaca yang sangat panas, kabar kedatangan  Nabi Muhammad SAW dan pasukan ini dianggap sebelah mata oleh Heraklius. 

Bangsa Romawi yakin kaum Muslim tak akan mampu melewati padang pasir yang sangat panas dan mendatangi mereka.

Dalam hal ini Ustaz Syafiq Riza Basalamah kembali menegaskan bahwasannya untuk berjihad di jalan Allah SWT dapat dilakukan dengan hal sekecil apapun.

“Tidak penting aku berada di posisi mana, yang penting aku bantu Agama Allah SWT,” kata Ustaz Syafiq Riza Basalamah. 

“Mau di bagian parkir, mau di bagian sandal, bagian pegang kamera (merujuk pada kontribusi dalam terlaksananya ceramah tersebut) tidak penting bagi seorang hamba yang hidupnya lillahi ta’ala, yang penting Allah SWT ridha padanya,” sambung Ustaz Syafiq Riza Basalamah.

Pasukan Jaisyul Usrah (Pasukan yang dalam Keadaan Sulit)


Jadi Salah Satu Peristiwa Penting di Bulan Rajab, Ini Sejarah Perang Tabuk (Sumber: U Report)

Cuaca yang sangat panas bukanlah satu satunya tantangan kaum muslim dalam perang Tabuk.

Mereka juga diharuskan untuk memperjuangkan keimanan mereka di tengah keterbatasan bahan makanan dan air.

Di saat kebun-kebun kurma di Kota Madinah tengah musim panen, yang mana itu adalah rezeki mereka selama setahun. 

Namun demikian, kaum Muslim tetap bertakwa di jalan Allah SWT.

Dengan ikhlas mereka korbankan rezekinya dan berangkat untuk menghadang pasukan Romawi kala itu.

Perjalanan pasukan kaum Muslimin menuju Tabuk memakan waktu hingga 20 hari lamanya. 

Dengan medan yang amat sulit ditempuh, para sahabat bahkan hanya memiliki 1 ekor unta yang harus dikendarai oleh 10 orang secara bergantian pada saat itu.

Inilah yang kemudian membuat mereka dijuluki “Pasukan Jaisyul Usrah” yang berarti pasukan yang dalam keadaan sulit.

Kaum Muslimin Mendorong Mundur Pasukan Romawi


Jadi Salah Satu Peristiwa Penting di Bulan Rajab, Ini Sejarah Perang Tabuk (Sumber: U Report)

Sesampainya kaum Muslimin di Tabuk, Ustaz Syafiq Riza Basalamah menceritakan kejadian yang di luar dugaan.

“Pasukan Romawi pada saat itu mundur dan bersembunyi di benteng-benteng mereka. Mereka sangat gentar dan takut menghadapi kaum Muslimin yang kuat,” jelasnya.

Ketika hal itu terjadi, Khalid bin Walid bahkan meminta izin untuk mengejar Heraklius dan pasukannya.

Namun, hal tersebut dilarang oleh Nabi Muhammad SAW dikarenakan beliau mengatakan tujuan utama kedatangan kaum Muslimin adalah untuk merebut wilayah Arab yang sempat ditaklukkan Romawi.

Itulah sepenggal kisah Perang Tabuk.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Disarankan bertanya langsung kepada ulama, pendakwah atau ahli agama Islam, agar mendapatkan pemahaman yang lebih dalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu’alam

(jeni/put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prasmul Raih Akreditasi AACSB dan Global Impact Awards 2026, Perkuat Reputasi Pendidikan Bisnis Indonesia Di Tingkat Global

Prasmul Raih Akreditasi AACSB dan Global Impact Awards 2026, Perkuat Reputasi Pendidikan Bisnis Indonesia Di Tingkat Global

Akreditasi AACSB jadi tonggak penting Universitas Prasetiya Mulya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan bisnis di Indonesia melalui standar internasional.
Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah, Gubernur Khofifah: Optimis Jadi Wisata Edukatif, Bangkitkan Ekonomi Warga

Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah, Gubernur Khofifah: Optimis Jadi Wisata Edukatif, Bangkitkan Ekonomi Warga

Gubernur Khofifah dampingi Presiden Prabowo resmikan sekaligus tinjau Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk.
"Anak Udah Berdarah Pak", Dedi Mulyadi Syok Dengar Anak Penyapu Kantor Gubernur Jadi Korban Pencabulan

"Anak Udah Berdarah Pak", Dedi Mulyadi Syok Dengar Anak Penyapu Kantor Gubernur Jadi Korban Pencabulan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dibuat terkejut saat berbincang dengan ibu petugas kebersihan di lingkungan kantor gubernur. Anaknya jadi korban pencabulan.
Krisis Global Bisa Panjang, Prabowo Minta Bulog Jangan Jual Beras Terlalu Murah: Tapi Jangan Getok Harga

Krisis Global Bisa Panjang, Prabowo Minta Bulog Jangan Jual Beras Terlalu Murah: Tapi Jangan Getok Harga

Presiden Prabowo sebut stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Namun, Prabowo meminta Bulog agar jangan menjual beras dengan harga terlalu murah.
Tanpa Sejumlah Pilar dan Tidak Didampingi Bojan Hodak, Persib Tetap Bidik Kemenangan Lawan PSM

Tanpa Sejumlah Pilar dan Tidak Didampingi Bojan Hodak, Persib Tetap Bidik Kemenangan Lawan PSM

Persib datang ke markas PSM tanpa kekuatan penuh dan ditinggal Bojan Hodak ke Kroasia, tetapi Maung Bandung tetap membidik kemenangan demi three-peat juara.
Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Media Korea Sebut Hyundai Hillstate Bakal Rugi Besar

Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Media Korea Sebut Hyundai Hillstate Bakal Rugi Besar

Media Korea menyoroti risiko besar di balik transfer Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate. Katanya hal ini disebut bisa jadi ancaman serius.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT