Ustaz Adi Hidayat Puji Menlu Retno Marsudi: Kita Memiliki Menteri Luar Negeri yang Sangat Luar Biasa
- Kolase tim tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat (UAH) memuji Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.
“Melalui video ini saya ingin mengucapkan terima kasih mendalam sekaligus mengkhususkan doa kepada Srikandi pejuang kita yang saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Negara Kesatuan Republik Indonesia Ibu Retno Marsudi,” tandas Ustaz Adi Hidayat melalui video yang diunggah di kanal YouTubenya.
Ustaz Adi Hidayat mengatakan alangkah bahagia bahwa Indonesia memiliki menteri yang luar biasa seperti Menlu Retno Marsudi.
“Bagi kita bahwa di kekinian kita memiliki menteri luar negeri yang sangat luar biasa,” puji Ustaz Adi Hidayat.
Pujian itu Ustaz Adi Hidayat berikan kepada Menlu Retno atas konsistensinya dalam membela Palestina.
“Atas keberanian konsistensi beliau dalam menyuarakan kemerdekaan kebebasan,” kata UAH.
“Dan juga kenyamanan dalam hidup berbangsa bernegara untuk rakyat Palestina khususnya,” sambungnya
Ustaz Adi Hidayat juga mengatakan tindakan Menlu Retno juga bentuk implementasi amanat undang-undang.
“Undang-undang kita yang tentunya kita semua anti dengan penjajahan,” tandasnya.
“Bahkan menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan,” sambungnya.
Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa mendukung kebebasan Palestina juga tentu memelihara konsistensi para pendiri bangsa ini.
“Sejak era presiden pertama Ir Soekarno yang konsisten menggelorakan kemerdekaan untuk rakyat dan bangsa Palestina,” katanya.
Perjuangan Menlu Retno Marsudi itu menurut Ustaz Adi Hidayat tampak dari perjuangan yang beliau bawa mewakili Indonesia di Den Haag.
“Mewakili pemerintah, masyarakat rakyat Indonesia khususnya di Mahkamah Internasional di Den Haaq dalam pidato yang sangat luar biasa dan menggelegar di hari Jumat itu 23 Februari,” ujar UAH.
Ustaz Adi Hidayat mengaku meski sedang dalam perjalanan kembali dari umrah, ia mengamati dan memonitor berita pidato Menlu Retno.
“Sangat luar biasa dan mudah-mudahan dari 52 negara yang didengar pendapatnya oleh Mahkamah Internasional,” harapnya.
Namun UAH paham bahwa memang tidak mudah untuk memberikan simpulan dari dengar masukan yang ditampilkan oleh 52 negara ini.
Load more