News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Heboh Pembuat Sertifikat Habib Palsu, Buya Yahya Ingatkan Agar Jangan Sampai Ada Muslim yang Tertawa: Naudzubillah Anda Seharusnya Nangis, Jika Punya Iman, Anda Istighfar

Dirreskrimsus mengungkap kasus pembuatan laman atau website dan sertifikat palsu dari Rabithah Alawiyah, lembaga otoritatif yang memberi legitimasi pewaris garis keturunan Nabi Muhammad SAW (atau yang disebut habib). Buya Yahya ingatkan seluruh Muslim untuk ini.
Senin, 4 Maret 2024 - 18:39 WIB
Heboh Pembuat Sertifikat Habib Palsu, Buya Yahya Ingatkan Agar Jangan Sampai Ada Muslim yang Tertawa: Naudzubillah Anda Seharusnya Nangis, Jika Punya Iman, Anda Istighfar
Sumber :
  • Tangkapan Layar/YouTube Al-Bahjah TV

Jakarta, tvOnenews.com - Masyarakat dihebohkan dengan kasus pembuatan sertifikat habib palsu.

Kasus ini diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dirreskrimsus mengungkap kasus pembuatan laman atau website dan sertifikat palsu dari Rabithah Alawiyah, lembaga otoritatif yang memberi legitimasi pewaris garis keturunan Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah ceramah, Buya Yahya pernah mengingatkan jika ada kasus yang berhubungan dengan nasab Nabi SAW, semua Muslim diingatkan agar jangan sampai ada yang senang.

“Jika ia bohong urusan dia dengan Allah,” ujar Buya Yahya dalam ceramah yang dilihat tvOnenews.com dari YouTube Al-Bahjah TV. 

Buya Yahya memang mengatakan meski ada habib palsu, namun itu urusan oknum tersebut kepada Allah SWT.

Heboh Pembuat Sertifikat Habib Palsu, Buya Yahya Ingatkan Agar Jangan Sampai Ada Muslim yang Tertawa: Naudzubillah, Anda Seharusnya Nangis, Jika Punya Iman, Anda Istighfar (sumber: pexels)

Buya Yahya menegaskan bahwa jangan sampai seorang Muslim tampak senang atau mencibir ketika mendengar berita yang tidak baik mengenai nasab Nabi atau Habib.

“Kok sayangnya jika ada habib melakukan kesalahan senang sekali,”kata Buya Yahya.

“Naudzubillah, Anda harusnya nangis jika dengar berita habib. Ini kok seperti tepuk tangan,” jelas Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan agar semua hati-hati.

“Hati-hati, harusnya jika punya iman, Anda istighfar,” saran Buya Yahya.

“Jangan mau dibohongi setan untuk membenci ahlul bait Rasulullah,” sambungnya.

Namun bagi yang mengaku-ngaku habib namun tidak punya nasab itu kata Buya Yahya adalah dosa besar.

“Tidak punya nasab kepada Nabi, ngaku-ngaku punya nasab 

tidak akan cium bau surga, ini dosa besar,” jelas Buya Yahya.

“Nasab biasa saja tidak boleh,” lanjutnya.

Apalagi mengaku nasab dengan Nabi Muhammad SAW, itu jelas haram, kata Buya Yahya.

“Nasab Nabi orang ngaku-ngaku, naudzubillah dosa besar, haram, su’ul azab,” tandas Buya Yahya.

Lalu bagaimana kita  bersikap terhadap orang yang mengaku habib padahal kita tidak tahu nasabnya?

Buya Yahya menjelaskan bahwa masalah nasab Rasulullah ada dua jenis kejahatan.

“Yang pertama yang mengaku-ngaku satu nasab dengan Rasulullah,” jelasnya.

“Yang kedua mendustakan nasab nabi,” sambungnya.

Maka Buya Yahya mengingatkan jika kita mengingkari nasab itu juga merupakan dosa besar.

Namun Jika Tidak Terdata di Rabithah Alawiyah Berarti Habib Palsu?


Heboh Pembuat Sertifikat Habib Palsu, Buya Yahya Ingatkan Agar Jangan Sampai Ada Muslim yang Tertawa: Naudzubillah, Anda Seharusnya Nangis, Jika Punya Iman, Anda Istighfar (sumber: Istimwewa)

Mengenai hal tersebut, Buya Yahya mengingatkan agar husnudzon terlebih dahulu sebelum menuding.

“Rabithah adalah upaya, ini perkumpulan yang mendata melacak nasab keturunan nabi, ini bagus,” jelasnya.

Namun Buya Yahya mengingatkan bahwa Rabithah Alawiyah pastinya memiliki keterbatasan.

“Rabithah bukan mencakup semua, maka bukan berarti yang tidak punya surat lalu nasab langsung kita dustakan

karena rabithah punya keterbatasan,” saran Buya Yahya.

“Mungkin belum sempat mengurusi nasabnya,” sambung Buya Yahya.

Maka saran Buya Yahya jika ada yang mengaku habib jangan langsung didustakan.

“Yang dianggap habib atau turunan nabi meski belum punya surat tapi turunan jelas, namun jika ada yang datang ngaku habib, husnudzon,” saran Buya Yahya. 

“Jika ia bohong urusan dia dengan Allah,” kata Buya Yahya.

Namun itu kata Buya Yahya jika belum ada urusan atau kerugian apapun.

“Tentu saat tidak ada kerugian apapun, 

misal datang ke rumah Anda dan dia ngaku, tidak ada masalah,” kata Buya Yahya.

“Jika ia ternyata bukan habib Anda dapat pahala karena Anda husnudzon,” sambungnya.

Namun jika belum jelas, Buya Yahya mengingatkan agar Anda hati-hati jika berikan info ke orang lain.

“Misal merugikan, sangkut paut kekayaan, sangkut paut dengan nasab, misal Anda belum tahu dia habib benar apa tidak lalu Anda nikahkan dengan tetangga, Anda bermasalah,” jelas Buya Yahya.


Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak (Sumber: tim tvOnenews/Rizki)

Diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembuatan laman atau website dan sertifikat palsu dari Rabithah Alawiyah, lembaga otoritatif yang memberi legitimasi pewaris garis keturunan Nabi Muhammad SAW. 

"Satu orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut yakni, JMW (24), pria asal Bulak Simpul, Kalideres, Jakarta Barat, " kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat dikonfirmasi, Senin (4/3/2024).

 Ade Safri menjelaskan kasus ini bermula saat korban bernama Ahmad Ramzy Ba'abud melaporkan sebuah website yang mengatasnamakan Rabithah Alawiyah, yaitu https://maktabdaimi.blogspot.com/?m=1.

 Korban juga telah membuat laporan polisi dengan Nomor : LP/B/7725/XII/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 26 Desember 2023. 

"Yang mana di dalam blogspot tersebut berisi tentang nasab semua habib yang sudah terdata di Rabithah Alawiyah, selain itu pemilik blogspot tersebut menduplikasi logo milik Rabithah Alawiyah sehingga seolah-olah adalah blogspot resmi dari Rabithah Alawiyah," katanya.

Tersangka timbul minat melakukan penipuan setelah mengetahui ada blogspot resmi milik organisasi Rabithah Alawiyah.

"Pada sekitar bulan Desember 2023, korban mendapat informasi bahwa ada blogspot yang mengaku sebagai blogspot resmi milik organisasi Rabithah Alawiyah, yang mana di dalam blogspot tersebut berisi tentang nasab semua habib yang sudah terdata di Rabithah Alawiyah," ujarnya. 

Setelah memalsukan logo website resmi Rabithah Alawiyah, JMW menawarkan penulisan nama sertifikat di Rabithah Alawiyah dengan tarif Rp 4 juta.

Ade menambahkan selain membuat website palsu, JMW juga memalsukan sertifikat Rabithah Alawiyah dengan biaya Rp4 juta per nama.

 "Nantinya, nama-nama orang yang bukan keturunan Nabi Muhammad SAW dimasukkan ke website tersebut, sehingga nama tersebut bisa tercatat di organisasi Rabithah Alawiyah, sedangkan klarifikasi dari pihak Rabithah Alawiyah sendiri tidak pernah memiliki blogspot," ucapnya. 

Ade menyebut tersangka JMW berhasil meraup keuntungan hingga Rp18,5 juta dengan jumlah korban enam orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 Atas perbuatannya, JMW kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya dan dijerat dengan pasal 35 Jo 51 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. 

"Rencana tindak lanjut, melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan pemeriksaan terhadap ahli pidana dan ITE. (Lalu) melengkapi berkas perkara dan kirimkan tahap I berkas perkara," ucap Ade Safri.(ant/bwo/put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tren Smart Hotel di Asia: Self Check-in, Smart Room hingga Robot Pelayanan, Semua Serba Digital dan Otomatis  

Tren Smart Hotel di Asia: Self Check-in, Smart Room hingga Robot Pelayanan, Semua Serba Digital dan Otomatis  

Perkembangan smart hotel bukan berarti seluruh pekerjaan manusia otomatis digantikan mesin. Sejumlah pengamat industri justru melihat teknologi sebagai
Kelompok Masyarakat Minta Kekerasan Papua Dihentikan

Kelompok Masyarakat Minta Kekerasan Papua Dihentikan

Papua Muda Progresif mendesak pemerintah dan seluruh pihak terkait mengambil langkah konkret untuk mengakhiri kekerasan dan memperkuat perlindungan masyarakat sipil di Papua Pegunungan.
Rekam Jejak "Ratu Narkoba" Mary Jane: Divonis Mati di Indonesia, Nyaris Dieksekusi Mati, Kini Bebas di Filipina

Rekam Jejak "Ratu Narkoba" Mary Jane: Divonis Mati di Indonesia, Nyaris Dieksekusi Mati, Kini Bebas di Filipina

Rekam jejak Mary Jane Veloso, dari ditangkap membawa 2,6 kg heroin, divonis mati di Indonesia, nyaris dieksekusi pada 2015, hingga mendapat pengampunan mutlak
15 Daftar Pemain Drama Korea Flex x Cop 2, Ada Ahn Bo Hyun, Jung Eun Chae, hingga Yoo Seung Ho

15 Daftar Pemain Drama Korea Flex x Cop 2, Ada Ahn Bo Hyun, Jung Eun Chae, hingga Yoo Seung Ho

Berikut 15 daftar pemain drama Korea Flex x Cop 2, ada Ahn Bo Hyun, Jung Eun Chae, hingga Yoo Seung Ho.
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Vietnam mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Filipina. Gol Kenji Nishioka sempat menyamakan skor, tetapi dianulir karena offside.
Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic mulai menatap tantangan baru bersama Juventus. Pemain muda Bosnia itu membawa ambisi besar setelah menerima tawaran dari Bianconeri.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT