Mualaf Center Indonesia: Berita tentang Pencabutan Sertifikat Syahadat Dokter Richard Lee Tidak Ada Kaitannya dengan MCI
- Tangkapan layar
Jakarta, tvOnenews.com - Mualaf Center Indonesia (MCI) menyampaikan pernyataannya dalam menyikapi berita pencabutan sertifikat syahadat Dokter Richard Lee yang saat ini viral di media massa dan media sosial.
Lewat Instagram resminya, Ketua Umum Mualaf Center Indonesia Fandy Wiyogo Gunawan menyampaikan beberapa hal.
“Maraknya berita di media sosial yang mencantumkan Mualaf Center Indonesia terkait pencabutan sertifikat syahadat seorang influencer, yakni Dokter Richard Lee. Fandy Wiyogo Gunawan selaku Ketua Umum Mualaf Center Indonesia menegaskan bahwa berita tentang pencabutan sertifikat syahadat Dokter Richard Lee tidak ada kaitannya dengan MCI, sebab Mualaf Center Indonesia bukan menjadi yayasan yang menerbitkan sertifikat syahadat dan tidak memfasilitasi Dokter Richard Lee bersyahadat,” tulisnya dalam caption @mualaf.center.indonesia pada Selasa (6/5/2026).
Selain dalam caption, Ketua Umum Mualaf Center Indonesia juga menegaskan kembali dalam sebuah video bahwa MCI bukan menjadi yayasan yang diminta atau memberikan fasilitas kepada Dokter Richard Lee untuk bersyahadat.
“Dan juga kami tidak menerbitkan sertifikat syahadat atau surat pernyataan masuk islam atas nama Dokter Richard Lee. Tentu itu bukan kewajiban kami untuk menarik surat-surat tersebut,” kata Fandy.
Fandy menyebut berita-berita yang mengklaim secara sepihak tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Terkait berita yang beredar dimana adanya klaim secara sepihak yang dinyatakan beberapa media massa yang mengatakan bahwa hal ini terjadi karena adanya pencabutan sertifikat syahadat yang dilakukan oleh Koh Hanny yang disitu disebutkan founder MCI adalah berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
“Perlu saya sampaikan Koh Hanny bukan menjadi salah satu founder MCI dan sejak tahun 2018 Koh Hanny tidak lagi berada di jajaran kepengurusan MCI. Jadi apa yang sudah diambil langkah Koh Hanny tidak ada sangkut pautnya dengan MCI,” pungkasnya. (nsi)
Load more