News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

HP Bunyi Saat Shalat Jamaah, Takut Batal Kalau Dimatikan, Lalu Harus Bagaimana? Syekh Ali Jaber Beri Penjelasan Begini

Shalat jamaah, HP bunyi atau berdering mengganggu kita sendiri dan orang lain. Tapi takut batal kalau dimatikan, harus bagaimana? Syekh Ali Jaber jawab begini.
Senin, 8 April 2024 - 05:51 WIB
HP Bunyi Saat Shalat Jamaah, Takut Batal Kalau Dimatikan, Lalu Harus Bagaimana? Syekh Ali Jaber Beli Penjelasan Begini
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pernahkan Anda dalam posisi shalat jamaah lalu tiba-tiba HP bunyi cukup lama. Apakah batal shalatnya jika dimatikan? Begini jawaban Syekh Ali Jaber.

Saat mengikuti shalat jamaah, memang mestinya kita mematikan HP agar tidak mengganggu kekhusyukan. Namun, terkadang lupa mematikan atau membuatnya dalam mode diam dan akhirnya muncul bunyi mengganggu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tentunya, rasanya sangat bingung karena HP bunyi saat kita sedang mencoba khusyuk dalam shalat jamaah. Jika dimatikan, pasti akan mengganggu kekhusyukan kita sendiri, tapi jika didiamkan makin bikin tidak bisa konsentrasi.

Akhirnya, mungkin kita lalu memutuskan untuk membatalkan shalat untuk mematikan HP yang bunyi tersebut. Padahal, waktu itu sedang jamaah.

Tapi, ada juga yang akhirnya mendiamkan HP yang bunyi tersebut dan pura-pura tidak dengar. Alhasil, ponsel itu berbunyi lama sepanjang shalat jamaah.

Lantas, apa yang seharusnya kita lakukan jika sedang shalat jamaah lalu HP bunyi? Apakah harus membatalkan shalatnya untuk mematikan, atau bagaiman?

Dikutip dari YouTube MataHati Islami, Sykeh Ali Jaber memberikan penjelasan mengenai sikap seharusnya ketika HP bunyi saat shalat jamaah.

Jika HP Berbunyi Saat Shalat Jamaah, Sebenarnya Kita Punya Dosa Dua Kali

Syekh Ali Jaber hp bunyi saat shalat jamaah

Biasanya, sebelum memulai shalat imam akan mengingatkan agar para jamaahnya mematikan atau setidaknya membuat HP ke dalam mode diam.

Namun, salah satu sifat manusia adalah pelupa, maka bisa jadi kita kemudian lupa untuk melakukannya.

Syekh Ali Jaber mengatakan, sebenarnya ada dua dosa yang kita terima ketika tidak mematikan HP saat shalat berjamaah.

Pertama, adalah shalat kita terganggu. Kedua, kita pun sebenarnya mengganggu orang lain yang mencoba khusyuk.

Oleh karenanya, jika HP tiba-tiba berdering saat berjamaah maka sebaiknya langsung matikan saja.

Apakah Shalat Langsung Batal?

Saat mematikan HP, kita melakukan gerakan selain dalam shalat. Lantas, muncul kebingungan, apakah ibadahnya batal?

Syekh Ali Jaber mengatakan, shalat tidak menjadi batal jika kita mematikan ponsel berdering tersebut.

Memang, ada hal yang bisa membatalkan shalat, salah satunya jika kita bergerak di luar kepentingan shalat.

Namun, Syekh Ali Jaber mengatakan, jika mematikan HP sebenarnya tidak membuat ibadah wajib tersebut batal karena merupakan cara agar kita berupaya khusyuk.

Meskipun ada 10 kali gerakan, lanjut Syekh Ali Jaber, ibadah wajib tersebut tidak akan batal.

"Jadi kalau Anda menggerakkan tangannya untuk matiin HP-nya, boleh. Karena ini dosanya mengganggu orang lain. Meskipun 10 kali gerakan, naik di depan mata, matiin, lalu kembali lagi Jangan pura-pura khusyuk, jadi bunyi, terus nggak mau bergerak. Terganggu," ujar dia.

Jika kita mendiamkan, justru dosanya semakin banyak. Sebab, kita sendiri tidak khusyuk dan orang lain menjadi terganggu.

"Jadi tolong diperhatikan. Tolong sekali lagi, kalo Anda ketinggalan, lupa atau datang telat kemudian langsung masuk sama imam baru pas lagi shalat, (HP) bunyi suaranya, gerakkan tangannya. Biar 10 kali, matiin hpnya lalu kembali lagi. Dari pada membawa dosa yang lebih besar," kata Syekh Ali Jaber menegaskan.

Adapun maksud gerakan yang membatalkan shalat adalah ketika hal itu sebenarnya tidak diperlukan agar khusyuk.

Syekh Ali Jaber mencontohkan, saat shalat kita bolak-balik melihat jam. Hal ini tidak memiliki hubungan sama sekali dengan ibadah. (iwh)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wamendagri Akhmad Wiyagus Ungkap IKAPTK Harus Jadi Kekuatan Moral dan Benteng Ketahanan Nasional

Wamendagri Akhmad Wiyagus Ungkap IKAPTK Harus Jadi Kekuatan Moral dan Benteng Ketahanan Nasional

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya peran Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) sebagai pilar moral dalam sistem birokrasi Indonesia. 
Cegah Kejahatan Jalanan, Polda Sulsel Libatkan 1.500 Warga-Ojol Perkuat Kamtibmas

Cegah Kejahatan Jalanan, Polda Sulsel Libatkan 1.500 Warga-Ojol Perkuat Kamtibmas

Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga sistem keamanan berbasis masyarakat dapat berjalan optimal dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Sulawesi Selatan
Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Berkaca dari Negara China, Bekasi Siap Berinovasi Mengolah Sampah jadi Listrik

Kabar gembira untuk warga Bekasi nih, karena tidak lama lagi bisa punya listrik dari hasil olahan sampah. Berikut penjelasannya.
Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Kemhan: Porsi Latihan Fisik Kini Sesuaikan Kondisi Peserta Koperasi Merah Putih

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan dilakukannya peninjauan ulang secara menyeluruh terhadap program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Koperasi Merah Putih. 
Persib Bandung Pinjamkan Wonderkid Zulkifli Lukmansyah Untuk Dapatkan Menit Bermain

Persib Bandung Pinjamkan Wonderkid Zulkifli Lukmansyah Untuk Dapatkan Menit Bermain

Persib sepakat untuk melepas Zulkifli Lukmansyah dengan status pinjaman di awal musim 2026/2027. ia diharapkan bisa menimba ilmu selama dipinjamkan ke klub lain
Pengurus DPW dan DPD PAN DKI Jakarta Dilantik, Eko Patrio Kepada Gubernur Pramono: Titip Anak-Anak Pak

Pengurus DPW dan DPD PAN DKI Jakarta Dilantik, Eko Patrio Kepada Gubernur Pramono: Titip Anak-Anak Pak

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan alias Zulhas melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta periode 2024-2029.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT