Hati-hati Salah Posisi Sujud yang Dilarang Rasulullah, Begini Cara Melakukannya yang Benar saat Shalat Kata Ustaz Adi Hidayat
- Tangkapan Layar/YouTube Adi Hidayat Official
"Keadaan tempat sujud bisa berbeda-beda. Kalau tempat sujudnya begini (lantai masjid) enak, bagus, debunya minim. Itu (hidung) nempel bisa lebih nyaman. Tapi kalau Anda pergi ke gunung msalnya, tidak ada alasnya, hanya pasir, maka Anda bisa menjaga jarak antara hidung dengan tempat sujudnya," ujar UAH.
Selain dua anggota tubuh yang telah dijelaskan, diajarkan juga untuk menempelkan kedua telapak tangan, kedua lutut, dan jemari di dua kaki.
Semua bagian tersebut ditempelkan dengan sempurna. Tidak boleh belum menempel namun sudah bangkit kembali ke rakaat selanjutnya.
Saat sudah melakukan sujud dengan beberapa bagian tubuh menyentuh lantai, maka otomatis bentuk punggung akan lurus.
"Sempurkananlah dulu. Ketika Anda menyempurnakan ini, otomatis punggung Anda akan dalam keadaan lurus sampai ke belakang," kata Ustaz Adi Hidayat menjelaskan.
Setelah itu, cara sujud yang benar selanjutnya adalah memastikan adanya jarak atau ruang antara tempat sujud dan perut.
Diibaratkan, saat sujud, di bawah perut bisa dilewati anak kambing. Namun, tentunya perumpamaan ini tidak diartikan secara harfiah.
Ustaz Adi Hidayat mengatakan, yang penting adalah ada ruang antara perut atau lambung dan tempat sujud.
Posisi sujud yang dilarang
Ada posisi sujud yang dilarang oleh Rasulullah SAW kata Ustaz Adi Hidayat.
Posisi sujud tersebut adalah saat seseorang sujud seperti anjing, atau kedua tangan menempel ke lantai.
Jika melakukan posisi seperti ini justru bisa berbahaya dan membuat kita sesak napas.
"Ini dilarang, jangan kalian sujud seperti duduknya anjing yang menempel begini," kata UAH.
Selama beberapa anggota tubuh tadi menyentuh lantai, maka punggung akan lurus dan tidak bengkok.
Jadi, poin utamanya adalah bukan punggung lurus, namun menempelkan anggota tubuh yang sudah disebutkan ke lantai. (iwh)
Load more