Pernah Bersama Namun Berakhir, Yuk Belajar dari Kisah Cinta Mughits dan Barirah, Ustaz Hanan Attaki Ingatkan Ini
- Tangkapan layar dari Youtube
Jakarta, tvonenews.com- Perjalanan kisah cinta sulit untuk dipastikan, apakah akan langgeng ataupun beruumur sementara?. Begini penjelasan Ustaz Hanan Attaki dalam broadcastnya yang disiarkan di Youtube.
Dalam penjelasannya, putus cinta atau bertepuk sebelah tangan, dan juga jatuh cinta di luar kendali kita sebagai umat manusia. Hal yang dipetik dari kisah Mughits dan Barirah dalam Hadist Bukhari, di sana pun Nabi Muhammad SAW ikut berperan dalam menengahi dengan memberi saran untuk keduanya.
Ustaz Hanan katakan Nabi Muhammad SAW merasa iba dengan sikap Mughits yang sudah bercerai dengan istrinya (Barirah), tapi masih saja kepo atau cari tahu soal kehidupan dan kesehariannya. Lebih jelas lagi, sampai diikuti ke manapun, dan Nabi pun bertanya 'kenapa tidak rujuk saja?'.
"Kemudian Nabi bertanya kenapa kamu nggak rujuk saja sama istrimu?, Lalu dia tanya balik, apa engkau menyuruhku ya Nabi?. Nabi jawab tidak, aku hanya saja sedih melihat mu, hanya beri saran," ujar Ustaz Hanan dalam YouTubenya Hanan Attaki, Jumat (10/5/2024)
Bila mendengar tersebut, ternyata rasa cinta yang mendalam dimiliki oleh Mughits tidak mendapatkan respon baik.
Sebab Barirah sebaliknya, besar pula rasa benci yang ia rasakan kepada mantan suaminya tersebut.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Barirah, “Andai engkau mau kembali kepada Mughits?".
Barirah mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah engkau memerintahkanku?”.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa salalm bersabda, “Aku hanya ingin menjadi perantara (syafi’).” Barirah mengatakan, “Aku sudah tidak lagi membutuhkannya” (HR. Bukhari no. 5283)
Dengan demikian, melihat kisah cinta ini, Nabi Muhammad SAW sungguh berempati dan membantu ummat-nya dalam kesulitan seperti percintaan. Hanya saja, soal hati tidak bisa dipaksakan.
"Nabi itu sangat berempati soal cinta dan orang yang jatuh cinta. Makanya saya juga memotivasi teman-teman yang sedang patah hati, atau jatuh cinta agar bangkit lagi, dan produktif. Bukan kah ini salah satu bagian dari akhlak Rasullulah SAW?," katanya
"Kenapa mengganggap soal cinta itu nggak penting, berarti Nabi Muhammad SAW juga nggak penting dong?. Nah dari kisah Mughits dan Barirah ada pelajaran bisa dipetik: pertama, tentang ta'atufnya atau pedulinya nabi terhadap orang yang sedang jatuh cinta, itu artinya masa kasihan peduli. Nabi juga mau membantu pada Mughits sedang patah hati, dan Nabi tak pernah melarang soal dia jatuh cinta padahal sudah cerai," katanya menambahkan
Load more