Memangnya Benar Esensi Amalan Sholawat Nabi Bukan untuk Nabi Muhammad SAW? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat, Ternyata...
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
tvOnenews.com - Umat Muslim yang membaca sholawat Nabi sebagai amalan untuk menambah pahala dan penghapus dosanya.
Seseorang membaca amalan sholawat bentuk kecintaan dirinya kepada Nabi Muhammad SAW.
Anjuran sholawat mengingatkan seseorang kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir yang membawa Agama Islam.
Namun, Ustaz Adi Hidayat pernah mengungkap seseorang melakukan amalan sholawat Nabi bukan ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW.
Lantas, benarkah esensi amalan sholawat Nabi bukan ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW? Ustaz Adi Hidayat menjelaskan melalui kajiannya tentang hal tersebut.
![]()
Ilustrasi seseorang melakukan amalan sholawat untuk Nabi Muhammad SAW. (Freepik)
Sebelum Anda mengetahui esensi sholawat Nabi ini sebaiknya benar-benar simak agar tidak ada kesalahan dalam tafsir.
Dilansir tvOnenews.com dari YouTube BERBAGI ILMU, Ustaz Adi Hidayat (UAH) dalam kajiannya menjelaskan tentang keutamaan sholawat.
UAH mengungkap seseorang yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW berharap agar datang manfaat kepada dirinya.
Menurutnya, orang yang bersholawat akan mendapatkan 10 kali lipat pahala dari Allah SWT.
"Ternyata manfaat sholawat itu bukan hanya menghadirkan feedback ya, satu balasan balik umpan balik kepada kita semua berimpas 10 kali lipat balasan dari Allah," ujar UAH.
Hal itu sesuai dengan Hadits Riwayat Muslim terkait manfaat amalan dari sholawat, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa bersholawat kepadaku sekali, Allah memberikan rahmat kepadanya sepuluh kali." (HR Muslim).
Dalam firman-Nya, Allah SWT juga memerintahkan umat Muslim senantiasa bersholawat melalui Surat Al-Ahzab ayat 56, begini bunyinya:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Innallaaha wa malaa'ikatahuu yusalluuna ‘alan-nabiyy, yaa ayyuhal-laziina aamanuu salluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab, 33:56).
Kemudian, ia menerangkan tentang esensi sholawat Nabi melalui secara ilmiah.
Ia mengungkap kalau Nabi Muhammad SAW khawatir terhadap dirinya apabila umat Muslim belum melantunkan namanya.
"Kalau ada yang mengatakan begini misalnya, itu Nabinya umat Islam saja masih belum selamat masih butuh sholawat dari umatnya," katanya.
Dari sinilah pendakwah itu mengatakan masih banyak yang belum paham terkait esensi amalan tersebut.
"Nah ini menunjukkan belum paham, belum memahami esensi dari sholawat," imbuhnya.
Bahwasanya seseorang yang melantunkan sholawat ternyata tidak ditujukan kepada Rasulullah SAW.
"Esensi sholawat itu pada hakikatnya bukan untuk Nabi Muhammad SAW," ucapnya.
Sebenarnya amalan tersebut menunjukkan agar seseorang melihat dari sisi kemuliaan yang dimiliki Rasulullah SAW.
Dari kemuliaan Nabi Muhammad SAW itulah akan memunculkan amalan kebaikan untuk seseorang.
"Tapi kemuliaan Nabi itu yang melahirkan aura kebaikan yang dampaknya diberikan kepada kita," jelasnya.
"Jadi sebetulnya saat kita sedang bersholawat itu kembali kepada kita manfaatnya," tegasnya.
Tetapi pada intinya keutamaan seseorang membaca sholawat Nabi akan mendapatkan manfaat kepada dirinya.
Dimulai dari mendapatkan rahmat dari Allah SWT, syafaat dari Nabi Muhammad SAW, terhindar dari orang munafik dan orang kafir, penghapusan kesalahan dan dosa, dan lain-lain.
Kesimpulannya bahwa, esensi orang yang mengamalkan sholawat Nabi ditujukan untuk melihat sisi kemuliaan Nabi Muhammad SAW agar peroleh manfaat kepada diri sendiri.
Jika tafsir di atas masih belum menemukan jawaban Anda, sebaiknya bisa berkonsultasi atau dengar kajian dari para ulama, kyai, ustaz, dan tokoh agama lainnya.
Supaya tidak ada kesalahan dalam penafsiran tentang esensi sholawat Nabi dan menjadi ilmu pengetahuan terhadap Anda.
Wallahu A'lam Bishawab.
(hap)
Load more