Kisah Nabi Adam
- Viva
Terlepas dari manfaat dan mudarat pohon surga ini, larangan tetaplah larangan. Apapun yang telah menjadi ketentuan Allah haram hukumnya untuk dilanggar.
Setan kemudian berbisik pada Adam dan Hawa tentang keistimewaan pohon Khuldi. Kisah ini tertulis di Al-Quran surah Thaha ayat 120, “Wahai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” bujuk Iblis.
Iblis lalu menghasut serta meracuni pikiran Adam dan Hawa dengan berbagai cara. Lambat laun berkat rayuan dan kerja keras Iblis, dua manusia pertama ini pun tergoda memakan buah khuldi. Seketika Allah pun murka. Nabi Adam dan Siti Hawa diputuskan untuk diasingkan dari surga dan diturunkan ke bumi.
Namun walau demikian, sejak awal Allah memang menakdirkan manusia untuk turun ke bumi dan menjadi pemimpin di tempat itu. Manusia diciptakan bukan dengan maksud untuk pemimpin di surga. Meskipun Adam dan Hawa telah bertaubat, Allah tetap memberikan hukuman pada mereka dengan turun ke bumi.
Nabi Adam diturunkan di tempat yang terpisah dengan Siti Hawa. Sebagian rujukan menyatakan bahwa Nabi Adam diturunkan di daerah India, sedangkan Siti Hawa berada di dataran Arab.
Allah berfirman dalam Q.S. Al-A'raf ayat 24 dan 25, "“Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan. Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan."
Kisah Nabi Adam ini tentu mengingatkan kita semua terutama umat Muslim bahwa tidak akan ada kebaikan yang dapat diraih dari ketidaktaatan pada ketentuan Allah. Kita harus selalu melakukan apa yang diperintahkan serta menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya. Kisah Nabi Adam yang diturunkan ke bumi ini patut menjadi pelajaran sekaligus pengingat bagi seluruh umat manusia. (afr)
Load more