News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jika Tidak Mau Berujung Seperti Kasus MAS, Psikolog dan Buya Yahya Sepakat Anak yang Memiliki Tanda-tanda Ini Lekas Diberikan…

Psikolog Anak dan Remaja, Novita Tandry menilai ada kemungkinan MAS anak usia 14 yang bunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus, Jakarta memiliki gangguan mental.
Rabu, 4 Desember 2024 - 18:07 WIB
Jika Tidak Mau Berujung Seperti Kasus MAS, Psikolog dan Buya Yahya Sepakat Anak yang Memiliki Tanda-tanda Ini Lekas Diberikan…
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Psikolog Anak dan Remaja, Novita Tandry menilai ada kemungkinan MAS anak usia 14 yang bunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus, Jakarta memiliki gangguan mental.

Oleh karenanya, Novita mengimbau agar para orangtua lebih memperhatikan perkembangan mental anak dengan  cara memperbaiki komunikasi dengan anak agar bisa saling mengungkapkan apa yang dirasakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan begitu, anak tidak akan memendamnya sendiri hingga akhirnya meledak dan berbuat sesuatu yang bisa membahayakan.

Terlebih anak-anak berusia 14 tahun sering menghadapi tekanan pertemanan, baik dari lingkungan sekolah, media sosial, maupun lingkungan sekitar mereka.

Maka jika tekanan ini tidak diarahkan ke kegiatan positif, seperti olahraga atau keterampilan lainnya, anak-anak bisa menyimpan perasaan tersebut, yang kemudian sulit untuk diatasi.

Selain itu, Novita juga menilai anak di usia  mereka juga dapat mengalami krisis identitas, dimana mereka sedang mencari jati diri, berada di fase transisi antara anak-anak dan dewasa, dan menghadapi perubahan hormonal.

Jika anak tidak dapat mengelola emosi dengan baik, hal ini mungkin saja menjadi destruktif, bahkan berujung pada perbuatan seperti parricide.

Parricide sendiri kata Novita adalah dua kata bahasa Latin, 'parr' artinya orangtua dan atau 'cide' itu artinya membunuh. 

Jadi Parricide adalah tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang anak kepada salah satu orangtua atau kepada kedua orangtuanya.

Maka sebagai orang tua, Novita mengingatkan akan penting untuk menjaga hubungan dengan anak, memahami pertemanan mereka, serta apa yang mereka tonton, dengar, dan dengan siapa mereka bergaul, agar komunikasi dapat dibangun dengan baik.

Selain itu, mencari bantuan psikolog bukanlah hal yang tabu atau memalukan, karena kadang anak membutuhkan orang profesional untuk berbicara tentang masalah yang sulit diungkapkan, termasuk kepada orangtua.

Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Penceramah Buya Yahya yang mengingatkan agar tidak malu membawa anak ke psikolog jika memang tampak ada masalah mental.

Hal itu dijelaskan Buya Yahya usai dirinya mendapatkan pertanyaan dari seorang jemaah yang mengalami ketakutan dan merasa ada orang yang berbicara di dirinya.

“Buya Yahya ada titipan pertanyaan dari seseorang yang merasa takut dan ada yang berbicara di dalam dirinya,” kata salah satu jemaahnya.

Menjawab hal itu, Buya Yahya menduga bahwa orang tersebut sangat mungkin sakit secara mental.

“Dia adalah sakit Mental dia bukan fisik, tapi psikisnya maka perlu dibantu oleh ahlinya yaitu pakarnya orang psikologi seorang psikolog,” saran Buya Yahya.

Dengan dibantu oleh seorang psikolog maka orang tersebut kata Buya Yahya akan dapat tips-tips untuk mengobatinya.

“Namun harus berani datang ke sana,” pesan Buya Yahya.

Maka dari itu, Buya Yahya mengingatkan jika ada kasus seperti itu jangan sampai langsung sebut karena sihir.

“Kena mental bukan karena sihir. Jangan dikit-dikit sihir,” ujar Buya Yahya.

Apalagi kata Buya Yahya hingga menuduh bahwa dirinya kena sihir akibat ulah seseorang yang ia rasa tidak menyukainya.

“Jika ini dilakukan sudah sakit mental sakit hati, kotor,” ujar Buya Yahya.

Maka jika ada yang mengalami seperti jemaah tersebut, Buya Yahya menyarankan untuk segera ke Psikolog.

“Saya serukan pada semua yang punya masalah psikologi ini Anda perlu disayang. Nanti tahapannya ada,” jelasnya.

“Sakit mental itu nanti ujung-ujungnya sakit fisik juga karena gara-gara mental begitu dia apa makan susah segala macam sakit fisik atau gara-gara sakit fisik terlalu takut misalnya,” sambung Buya Yahya.

Oleh karenanya harus segera disembuhkan agar tidak berdampak lebih parah.

Namun Buya Yahya berpesan kepada masyarakat di lingkungannya untuk tidak melabelkan bahwa orang yang sakit mental itu dengan kata gila.

“Bahasa indah untuk mereka yang punya masalah mental itu. Jangan dianggap gila,” nasihat Buya Yahya.

“Orang yang sakit mental tidak diobati sehingga semakin parah maka artinya zalim,” sambungnya.

Sebagaimana diberitakan, publik telah dikejutkan dengan berita dimana seorang anak inisial MAS usia 14 tahun yang membunuh ayah dan neneknya.

Kasus ini sontak menjadi perhatian publik. Pasalnya, MAS dikenal anak yang penurut.

Sempat muncul dugaan bahwa MAS merasa kesal karena kerap disuruh untuk belajar.

Namun polisi keterangan polisi, MAS mengaku senang melakukannya.

Bahkan meski MAS statusnya merupakan anak berkonflik dengan hukum, ia tetap akan mengikuti ujian.

"Kami bertanya karena banyak beredar dia dipaksa untuk belajar, tetapi sejauh ini, setelah kami tanyakan, dia memang disuruh belajar, tapi dia itu sudah hal biasa bagi anak yang berkonflik dengan hukum ini," ujar Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi.

Pelaku mengungkapkan bahwa kedua orangtuanya memang sudah biasa menyuruhnya belajar.

"Jadi, itu memang menjadi kebiasaan dari ibu bapaknya, dia disuruh belajar," tambah Nurma.

Kepada polisi, MAS juga mengaku tidak tertekan dengan kedua orangtuanya yang kerap memintanya belajar. 

Hal itu, karena MAS sadar bahwa dengan belajar seseorang bisa menjadi pintar.

"Dia tidak merasa ditekan, karena dia bilang "Kalau saya belajar, saya pintar'. Itu yang diungkapkan anak yang berkonflik dengan hukum," ujar Nurma.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaku juga mengaku ingin segera bertemu ibunya untuk menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya.

"Dia juga berdoa agar dia bisa bertemu dengan ibu dan ibunya segera sembuh," kata Nurma. (put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gerak Cepat! Polisi Tangkap Pria Tendang Perempuan di Senayan City, Kronologi dan Motif Masih Didalami

Gerak Cepat! Polisi Tangkap Pria Tendang Perempuan di Senayan City, Kronologi dan Motif Masih Didalami

Tim Opsnal Subdit IV/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat meringkus seorang pria berinisial R (44) yang melakukan dugaan penganiayaan yakni menendang seorang perempuan di Mal Senayan City
Karma Doan Van Hau, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Itu Resmi Dicoret dari Timnas Vietnam Buat FIFA ASEAN Cup 2026

Karma Doan Van Hau, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Itu Resmi Dicoret dari Timnas Vietnam Buat FIFA ASEAN Cup 2026

Doan Van Hau dipastikan tidak memperkuat Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026. Bek kiri tersebut tidak masuk dalam skuad terbaru The Golden Star.
Kasus Onyo Jadi Sorotan, Ruben Onsu Ungkap Peran Putranya dalam Keluarga, Hidup Bersama dengan Nilai Toleransi

Kasus Onyo Jadi Sorotan, Ruben Onsu Ungkap Peran Putranya dalam Keluarga, Hidup Bersama dengan Nilai Toleransi

Ruben Onsu sebagai ayah merasa bersyukur atas kehadiran Betrand Peto. Ia merasa, kehadirannya melengkapi keluarga kecilnya. Dia juga berbakat penuh talenta.
Ballon d'Or 2026 Memanas: Kane, Mbappé dan Lionel Messi Bersaing, Voting Ditutup 28 September

Ballon d'Or 2026 Memanas: Kane, Mbappé dan Lionel Messi Bersaing, Voting Ditutup 28 September

Persaingan Ballon d'Or 2026 semakin memanas setelah 30 finalis diumumkan, dengan nama-nama seperti Harry Kane, Kylian Mbappé, dan Lionel Messi menjadi sorotan.
Salut! Reza Arap Bantu 27 Sekolah Terdampak Gempa di NTT Pakai Uang Pribadi, Langsung Banjir Pujian

Salut! Reza Arap Bantu 27 Sekolah Terdampak Gempa di NTT Pakai Uang Pribadi, Langsung Banjir Pujian

Reza Oktovian alias Reza Arap mengungkapkan dirinya memberikan bantuan untuk 27 sekolah yang hancur akibat gempa bumi di sekitar Nusa Tenggara Timur (NTT).
Resmi! Jay Idzes Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Sampaikan Pesan Menyentuh

Resmi! Jay Idzes Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Sampaikan Pesan Menyentuh

Jay Idzes resmi absen membela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 akibat cedera. Sang kapten menyampaikan pesan untuk skuad Garuda dan suporter.

Trending

KPK Bongkar Dugaan Suap di Kementerian ATR/BPN, Ini Sorotan Tajam Praktisi Hukum

KPK Bongkar Dugaan Suap di Kementerian ATR/BPN, Ini Sorotan Tajam Praktisi Hukum

KPK sedang melakukan penelusuran pasca rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Jurgen Klopp Panggil 44 Pemain Timnas Jerman, Siapkan Dua Skuad untuk UEFA Nations League

Jurgen Klopp Panggil 44 Pemain Timnas Jerman, Siapkan Dua Skuad untuk UEFA Nations League

Jurgen Klopp langsung membuat gebrakan setelah resmi menangani Timnas Jerman. Pelatih anyar Die Mannschaft tersebut memanggil 44 pemain untuk UEFA Nations League.
Baru Sehari Jualan, Pengusaha Foodtruck di Yogyakarta Ungkap Kena Pungli Parkir Rp2,5Juta/hari Hingga Beri Jatah Makan Preman dan Polisi

Baru Sehari Jualan, Pengusaha Foodtruck di Yogyakarta Ungkap Kena Pungli Parkir Rp2,5Juta/hari Hingga Beri Jatah Makan Preman dan Polisi

Pengusaha kuliner di Yogyakarta mengungkap pengalaman pahitnya saat membuka usaha foodtruck di kawasan Alun-alun Kidul (Alkid).
Terpopuler: Kronologi Wanita Ditendang saat Antre Baso A Fung hingga Rekor Baru Lionel Messi

Terpopuler: Kronologi Wanita Ditendang saat Antre Baso A Fung hingga Rekor Baru Lionel Messi

Sejumlah berita jadi perhatian pembaca tvOnenews.com, Rabu (16/9), mulai dari kasus wanita ditendang saat mengantre Baso A Fung hingga rekor baru Lionel Messi.
Polsek Mampang Bongkar Kendali Peredaran Narkoba dari Lapas

Polsek Mampang Bongkar Kendali Peredaran Narkoba dari Lapas

Unit Reskrim Polsek Mampang Prapatan menangkap seorang pengedar sekaligus pengguna narkotika jenis sabu yang diduga dikendalikan oleh seseorang yang berada di lembaga pemasyarakatan (lapas).
8 Pemain Timnas Indonesia Terancam Dicoret John Herdman Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

8 Pemain Timnas Indonesia Terancam Dicoret John Herdman Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

8 pemain Timnas Indonesia terancam dicoret pelatih Timnas Indonesia, John Herdman karena cedera jelang FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk Jay Idzes dan Mees Hilgers.
Masih Ingat Istri Joni Iskandar? Dulu Keberatan Suaminya Ditembak Polisi, Kini Ditangkap Imbas Edarkan Narkoba

Masih Ingat Istri Joni Iskandar? Dulu Keberatan Suaminya Ditembak Polisi, Kini Ditangkap Imbas Edarkan Narkoba

Apriliani Niken Pratiwi, istri Joni Iskandar, residivis curanmor & narkotika yang pernah protes suami ditembak polisi kini ditangkap akibat peredaran narkoba.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT