GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ogah Shalatkan Jenazah yang Tak Pernah Ibadah, Bagaimana Hukumnya? Buya Yahya Jelaskan Ada Hal...

Pendakwah karismatik Buya Yahya mengupas tuntas hukum umat Muslim tidak mau mengerjakan shalat jenazah kepada orang meninggal dunia yang tidak pernah ibadah.
Jumat, 27 Desember 2024 - 15:16 WIB
Buya Yahya ungkap hukum tidak shalat jenazah karena orang meninggal dunia tak pernah ibadah di hidupnya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Pengasuh LPD Al Bahjah, KY Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menguraikan hukum bagi umat Muslim tidak shalat jenazah.

Perihal shalat jenazah, Buya Yahya menyampaikan bahwa hukum shalat jenazah bersifat fardhu kifayah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buya Yahya telah mendengar ada orang telah meninggal dunia tidak merasakan shalat jenazah akibat di semasa hidupnya tak pernah ibadah kepada Allah SWT.

Dalam kondisi ini, Buya Yahya mendapat pertanyaan dilontarkan salah satu jemaah perempuan terkait banyak orang tidak ingin shalat jenazah karena mayitnya telah jauh dari Allah SWT.

"Buya ada tetangga blok ada yang meninggal Buya, waktu mau dishalatkan di musholah enggak boleh, di masjid enggak boleh, akhirnya mayat itu dishalatkan di rumah," ungkap salah satu jemaah kepada Buya Yahya dinukil dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Jumat (27/12/2024).

Ilustrasi mengerjakan shalat jenazah berjamaah di masjid
Ilustrasi mengerjakan shalat jenazah berjamaah di masjid
Sumber :
  • Istockphoto

 

"Katanya orang itu tidak pernah shalat, jadi enggak boleh disholatkan di musholah, di masjid, mohon penjelasannya Buya," sambung sang jemaah.

Bahwasanya shalat jenazah bersifat wajib karena menjadi ibadah ditekankan oleh umat Islam yang masih hidup untuk memberikan doa kepada rekannya telah meninggal dunia.

Seorang Muslim atau Muslimah meninggal dunia harus dishalatkan jenazahnya agar mereka yang masih hidup terhindar dari dosa.

Shalat jenazah juga menunjukkan sebagai pengingat bagi manusia yang hidup di dunia akan mengalami kematian.

Namun, makhluk hidup khususnya manusia tidak ada yang mengetahui terkait jadwal atau waktu mereka merasakan ajal karena telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Dalam agama Islam, umat Muslim mendapat anjuran senantiasa mengerjakan shalat jenazah kepada orang Islam meninggal dunia.

Shalat jenazah menjadi kebutuhan bagi orang meninggal dunia sebelum dikubur di pemakaman.

Salah satu hadits riwayat menerangkan anjuran mengerjakan shalat jenazah, Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيُصَلِّى عَلَيْهِ ثَلاَثَةُ صُفُوفٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ إِلاَّ أَوْجَبَ

Artinya: "Tidaklah seorang muslim mati lalu dishalatkan oleh tiga shaf kaum muslimin melainkan doa mereka akan dikabulkan." (HR. Tirmidzi & Abu Dawud)

Shalat jenazah juga memberikan pahala bagi yang mengerjakannya telah termaktub dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

Artinya: "Barang siapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyalatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barang siapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud dua qiroth?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas menjawab, "Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar." (HR. Bukhari)

Sebagai pendakwah, Buya Yahya menyampaikan ada dua hal yang harus diketahui terkait shalat jenazah bagi orang mukmin tidak pernah sama sekali melakukan ibadahnya saat masih hidup.

Pendakwah karismatik ini mengingatkan bagi mereka yang masih percaya terhadap kebutuhan ibadah harus diperlakukan sesuai anjuran dan syariat agama Islam.

"Orang yang tidak shalat selagi dia masih meyakini shalat itu wajib, maka dia tetap adalah seorang Muslim yang beriman terang dia," jelas dia.

Ia memahami ada orang telah diselimuti kemaksiatan karena dipengaruhi kenikmatan pada dunia.

Perbuatan maksiat ini menyebabkan orang meninggal dunia tersebut tidak pernah mengingat dan menyembah kepada Allah SWT.

Meski demikian, Buya Yahya menyatakan bahwa mereka masih tetap dishalatkan selama mempercayai bahwa ibadah sangat penting.

"Dia bermaksiat, kalau mati wajib bagi kita empat hal fardhu kifayyah, memandikan, mengafani, menyalati, menguburnya," terangnya.

"Jadi yang penting dia tidak pernah mengingkari kewajiban shalat, berarti dia tetap menjadi Muslim," sambungnya.

tvonenews

Sebaliknya, orang meninggal dunia telah mengingkari shalat, bahkan sampai tidak peduli bahwa ibadah sangat wajib tak ada keharusan bagi mereka mengerjakan shalat jenazah.

"Kalau dia mengatakan 'ngapain enggak shalat bu?' Enggak, shalat enggak wajib gak mau, kafir murtad dan bangkainya boleh dikasihkan ke anjing," katanya.

Pendakwah usia 51 tahun itu kembali menekankan shalat jenazah wajib sebagaimana bisa memberikan pahala untuk mereka yang mengerjakannya.

Kemudian, shalat jenazah juga sangat bermanfaat untuk jenazah sebelum dimakamkan agar segala dosa diampuni oleh Allah SWT.

"Tapi kalau orang meninggalkan shalat tapi masih meyakini shalat itu wajib berarti kita menyalati dia," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di masjid tidak apa-apa, apalagi dosanya banyak agar diampuni oleh Allah SWT khasiatnya, karena dia Mukmin," tandasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polri Tak Pandang Bulu: Oknum Polisi Terlibat Narkoba Bakal Dipecat dan Dihukum Lebih Berat

Polri Tak Pandang Bulu: Oknum Polisi Terlibat Narkoba Bakal Dipecat dan Dihukum Lebih Berat

Komitmen institusi Polri dalam memerangi peredaran gelap narkoba kini menyasar hingga ke internal mereka sendiri. 
Sebelum Jadi MVP Proliga 2026, Megawati Hangestri Sempat Curhat Ingin Berhenti Main Voli ke Suaminya

Sebelum Jadi MVP Proliga 2026, Megawati Hangestri Sempat Curhat Ingin Berhenti Main Voli ke Suaminya

Megawati Hangestri akui kalau dirinya sempat curhat kepada sang suami soal niatnya untuk berhenti main voli. Hal itu ia sampaikan saat Proliga berlangsung.
Kembali Sikapi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Ini Gila, Sadis Banget

Kembali Sikapi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Ini Gila, Sadis Banget

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) kembali turun tangan. Ia menyebut kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu sebagai peristiwa sadis.
Menkeu Purbaya Ungkap Ada Wacana Efisiensi Anggaran MBG: Pak Prabowo Sedang Hitung Penghematan Terbaik

Menkeu Purbaya Ungkap Ada Wacana Efisiensi Anggaran MBG: Pak Prabowo Sedang Hitung Penghematan Terbaik

Pemerintah mulai mengutak-atik skema anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

Berikut rangkuman berita trending hari ini. Mulai dari langkah Dedi Mulyadi luruskan stigma mistis Mahkota Binokasih hingga kabar baik dari Sherly Tjoanda.
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 2 Kg Ganja di Jatinegara, Satu Pengedar Diringkus

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 2 Kg Ganja di Jatinegara, Satu Pengedar Diringkus

Seorang pria berinisial I (34) kini harus berurusan dengan hukum setelah kedapatan menyimpan narkotika jenis ganja seberat 2 kilogram. 

Trending

Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Menurut penuturan agen Chris Kim, Red Sparks ternyata sudah menghubungi Megawati Hangestri lebih awal sebelum tawaran dari Hillstate datang pada Januari silam.
TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

Berikut rangkuman berita trending hari ini. Mulai dari langkah Dedi Mulyadi luruskan stigma mistis Mahkota Binokasih hingga kabar baik dari Sherly Tjoanda.
Misteri Kematian Mahasiswi Unhas: Barang Korban Ditemukan Terpencar di Parkiran dan Rooftop

Misteri Kematian Mahasiswi Unhas: Barang Korban Ditemukan Terpencar di Parkiran dan Rooftop

Aparat kepolisian dari Polres Gowa tengah mendalami temuan sejumlah barang bukti terkait tewasnya seorang mahasiswi tingkat akhir Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin (Unhas) berinisial PJT (19). 
Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

MPR RI menyatakan telah berdiskusi dengan SMAN 1 Sambas terkait pendampingan psikologis bagi peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar.
10 Hari Pascakecelakaan Maut Libatkan TKA Cina di Tanjungpinang, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

10 Hari Pascakecelakaan Maut Libatkan TKA Cina di Tanjungpinang, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Indra Ranu Dikarta, mengatakan penyidik masih melengkapi administrasi dan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait perkara tersebut.
KDM Tegaskan Jawa Barat Tak Akan Berganti Nama Jadi Tatar Sunda

KDM Tegaskan Jawa Barat Tak Akan Berganti Nama Jadi Tatar Sunda

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kembali menegaskan bahwa Jawa Barat tak akan berganti nama jadi Tatar Sunda seperti yang beredar di media sosial.
Menkeu Purbaya Ungkap Ada Wacana Efisiensi Anggaran MBG: Pak Prabowo Sedang Hitung Penghematan Terbaik

Menkeu Purbaya Ungkap Ada Wacana Efisiensi Anggaran MBG: Pak Prabowo Sedang Hitung Penghematan Terbaik

Pemerintah mulai mengutak-atik skema anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT